Friday, January 25, 2019

Februari

Selalu ada cerita istimewa di Februari. Ntah mengenai pertemuan, perpisahan, perulangan kembali, segala awal dan akhir seringkali terjadi di Februari.
Selalu saja istimewa karena bulan dua adalah yang paling kusukai. Ntahlah karena akan akan tabir yang terungkap, perjalanan rasa, atau bahkan pemberhentian.

Aku selalu menyukainya.

Maafkan aku atas bulan lain, karena tidak akan pernah seistimewa Februari.
Ya, dia seistimewa itu, dan tak terganti.

Menua, mendewasa, melihat masa lalu untuk mempersiapkan masa depan.

Aku tak lagi muda,  tak akan memuda di tiap Februari, tapi pendewasaan inilah yang membawaku di titik ini. Kali ini pasti akan ada cerita berbeda dari sosok yang selalu berbeda, lalu lalang, datang pergi. Aku tak peduli.

Januari, aku tak sabar mengenai Februari.

--
J

Thursday, January 17, 2019

Ada beberapa hal yang mungkin
tak untuk terpenuhi. Atau
untuk diusahakan.

Seperti kamu yang dengan
dingin.

Benci aku dengan
aku.

Rindu

Iya.. sekangen itu!

Wednesday, January 9, 2019

"Kamu ga seharusnya gitu.."

Dengan mudahnya beradu himpit saling padu..
Terlalu keju, katanya. Aku yang merasa menggebu, kamu ingin senangkanku.

Iya, kita ga seharusnya gitu.

Monday, December 31, 2018

Gelar

Lalu akan kau apakan gelarmu yang panjang itu? Akan kau banggakan? Sementara baktimu pada negeri hanyalah pada mereka orang kelas satu. Pada mereka yang dungu? Atau pada yang tak tahu tapi ingin maju?

Ah, Gelar. Gelarku.

Aku malu. Berkacak pinggang, mengangkat dagu. Merasa aku yang paling tahu, padahal ilmu sejumputpun aku masih ragu.

Cari lagi ilmu, tambah pengalamanmu.

Karena gelar tak lebih dari sekedar bubuhan tanda tangan pada cetakan sertifikat yang diberi setelahnya lalu.

Lalu bagaimana kau pertanggungjawabkan gelarmu?

Monday, November 26, 2018

Nesis (lagi) ?

Gue lagi ngerjain laporan penelitian gue. Dan ini tuh rasanya ga jauh-jauh amat rasanya kaya ngerjain thesis gue jaman dulu ituh. Feeling yang ga jauh beda antara pas kerjain thesis sama ngerjain laporan penelitian ala ala dosen sok unyu ini selalu bikin gue nyengir2 sendiri pas rasain cape.

Sedikit aja, kalo kebanyakan kasihtaunya jadi ga valid! Wk.
Img src: dokumentasi pribadi
Bayangpun, dulu gue ngerjain laporan beginian sendirian tjuy di tengah padang ilalang, eh padang salju negeri eropa sana. Gue balik kantor jam 11 dan lanjut ngerjain thesis sampe jam 3 lanjut tidur dua jam (maksimal 3 jam) buat siap siap balik kantor lagi.

Elah, gitu doang..

IYA!! GITU DOANG!!

Jadi memang sih tiap balik kantor ya urusannya sama penelitian lagi. Serunya disana penelitiannya itu kita dibayar gitu tjuy. Lebih seru lagi karena disana buat sharing sama propesornya juga harus bener2 sambil ngerekam terus didengerin ulang di rumah. Wahaha. Kenapa mesti didengerin ulang di rumah? Karena gue kadang miss buat ngerti apa yang propesor gue maksud. anw, propesor awak panggilannya kristin, cewee tjuy, dan taulah dimana2 paling sulit dimengerti ya makhluk bernama wanita yekan.

Wanitanya aja sulit dimengerti, ini ditambah urusan bakteri dan penyakit! Udahlah kelar!

Tapi berkat usaha, doa, kerja keras, dan keberuntungan plus kekecean eug, akhirnya tuh tesis kelar juga! Hahaha. Gue kangen nesis sambil setengah sadar di sepertiga malam menuju pagi. Nesis sambil skype ngangkat gelas beda negara, atau sekedar jalan ke rumah berkilo meter karena ketinggalan bus di tengah malam yang sunyi?

Hahah.

Udah ah, ini posisi stress karena banyak variabel yang harus dikerjain. Ditambah kesokidealisan gue yang pengennya perfect semuanya. Gapapad deh. Anggep anggep aja nesis ulang.

Hari ini deadline, dan masih ada dua poin lagi yang harus dibahas. Semangat ya tjuy!

Buat yang lagi nesis, semangat ya! Percayalah, tesis akan kelar apapun yang terjadi. entah kelar karena lu selesai, atau kelar karena lu diselesaikan oleh tesis. Wahahaha.

--
"Dikit lagi, Cip."

Sunday, November 25, 2018

November 2018

November segera pergi dengan berjuta cerita yang tak tertulis. Semakin dekat dengan pertemuan dan kehilangan. Aku begitu sibuk dengan berjuta pasang mata yang memerhatikan dan sedikit berbisik membicarakan. Matanya nyalang sekali jadikan kristal fotik seperti spektrum cahaya. Mereka melihat dari perspektif masing-masing. 

Tanpa merasa tersulitkan, aku menjadi seorang yang baru setahun terakhir. Tiga bulan ini aku mengalami perubahan pesat. Terbetik rasa nyaman dan ketenangan. Aku menjadi lebih sabar.

Dalam kesabaran dan ketenangan, aku mencoba untuk dapat melihat lebih jauh. Menjadi pribadi penuh senyum dan lebih kuat. Dapat memberi lebih banyak dan jadi manfaat. Emosiku stabil, mudah mereda tanpa harus meledak. Aku menuju lebih hebat.

Senyum, Senyumku. Karena nyamanku pernah padamu, tak bisa kuhilangkan tapi bisa kureguk hingga tuntas. Sebentar cerita yang menjadi bahan merangkai kata, kamu mendewasakan dengan melihat kembali perjalanan kita yang tak pernah puas. Tersimpan memori untuk dipilah-pilah lagi. Jadi arsip tak berkesudahan menjadi bahan pikir juga laku tanpa perlu berlekas.

Aku berkaca dengan cara yang indah. Karena membolak-balik ingatan bukanlah hal mudah. Bila tenggelam maka akan habis sudah. Tinggal nama yang berakhir dengan sumpah serapah. 
Selamat pagi, Pagiku. Bahwa bertemu dan mengakhirimu adalah perpisahan mewah tanpa air mata tertumpah. Sampai berjumpa lagi punggung yang kurindu.

Kini, beberapa ribu kata masih harus kuselesaikan kembali. Tak mudah namun harus tetap gagah. Bagaimanapun, hidup tak lagi mudah. Tak lagi sesederhana dulu kala bangun siang dan tergagap karena laporan praktikum yang belum selesai.

Selamat berhari minggu, Pembaca abu-abu..

--
JNovember 2018


Wednesday, November 14, 2018

dua meter persegi

Aku rindu pada ruang sempit dua meter persegi ini.
Tempat aku damai dan lepas penat. Bukan pada sembarang tempat.

Hariku kini banyak habis termakan.

Aku rindu padamu.
dan padamu..

Rintik di luar terus berkejaran, sementara musik berputar, delapan dimensi.

Ingat terakhir kita menikmati hujan?
Kau genggam rapat, segera keluarkan payung agar kita tak basah.

'Tak usah.', Sergahku seraya tersenyum.

Biar, biarlah dingin dan hujan ini berhenti abadi di memori.
Biar ia ada disana tanpa terganggu, biar saja.

Toh, terbukti, aku bisa menikmatimu dan hujan kala itu, kapanpun kumau.

--
Di sudut Uni, tempat kita pernah merasa saling.


Saturday, September 29, 2018

Berjuang memperjuangkan

Pada hidup, tiap pribadi akan memperjuangkan sejarahnya masing-masing.
Akan jadi yang dikenang atau sekedar angin lalu.

Ada yang berjuang dengan uang, ada yang berjuang dengan ilmu, juga lainnya. Ada yang berjuang untuk uang, ada yang berjuang untuk ilmu, juga lainnya.

Bagiku, apapun yang kamu perjuangkan, itu hebat! Sekalipun nanti kamu akan bertemu dengan tembok tinggi dan batu tajam yang akan membentur atau membuatmu berdarah-darah.

Tapi jangan berhenti memperjuangkan perjuangannya. Karena, dari sana kamu akan tahu, suatu bahkan berjuang akan lebih berharga dibanding mencari keberhargaan..

--

Saturday, September 22, 2018

Sebelum aku tak lagi boleh merasa hal lain selain denganmu, bolehkah aku tenggelam sejenak dengan masa lalu?

Karena beberapa waktu setelah hari ini. Kamulah hariku.. :)

--

Wednesday, September 19, 2018

List hari

Hidup gue udah terlalu 'ngikutin' deh. Hahha. Gue ngerasa energi yang gue punya besar, tapi terlalu banyak kanal yang dialirin.

Akhir-akhir ini banyak kejadian yang bikin gue berpikir lebih jauh. Karena selalu ada hikmah dari setiap kejadian kan? Ada beberapa kejadian yang menuntut gue untuk nurunin standar yang gue punya. Tapi gapapa, di satu tempat standar gue turun karena memang spesifikasinya beda, tapi di tempat lainnya acuan gue tetep sama.

Selain standar, dalam hidup kita harus memilih proses mana yang akan kita tekuni untuk menjadi suatu sosok yang kita mau.

Ah, udah jam 7, di list gue harus udah kerjain yang lain lagi.
Bye

--
Ps. Ngelist kerjaan harian lama banget ga gue lakuin.

Pendewasa

Lintas asa aku padamu.
Terang mata di kala pagi hendak menyapa selepas malam. Aku menemukan kembali semangat masa mudaku.

Kita tak bersama, namun aku merasa dekat denganmu lewat lagu juga mimpi malam ini.

Uraian rambut panjang, senyum menggoda, kerling mata merayu manja. Kamu jadi bagian tak lepas masa lalu, masa meledak bahagia..

Suatu masa, aku yakin kita akan jumpa. Hadir pembawa senyum basuh luka. Beda kita hanya bawa bahagia. Karena rasa.

Selamat malam, pendewasa..

Saturday, September 15, 2018

2012

2012..
Gue lagi bahagia-bahagianya jadi mahasiswa.. Lagi seneng-senengnya jadi senior yg punya 3 ade tingkat.. Isi cerita hidup gue waktu itu ga jauh-jauh dari jalan-jalan sama temen baru yang gue kenal waktu KKN. Kenalan makin luas karena usaha yang berkembang pesat karena punya partner yang hebat dan waktu yang tepat..

2012..
Gue lagi cinta monyetan yang selalu menyenangkan untuk dikenang.. Main keluar kota tanpa pusing punya uang berapa karena teh anget dan gorengan udah cukup membahagiakan.. Baru-barunya gue punya dslr camera yang selalu gue bawa kemana-mana yang bikin gue sadar bahwa fotografi itu menyenangkan dan menghasilkan uang..

2012..
Gue wisuda.. babak baru dalam kehidupan dimulai. Ada transisi dimana gue gamau lepasin kebahagiaan gue menjadi mahasiswa yang ngedorong gue buat sekolah lanjutan. Sekalipun skripsi bisa dipercepat, tapi berakhir lewat sedikit target dan tetap menyenangkan. Gue masih inget suasana gue susur kota tengah malam menuju lab buat ambil data.

2012...
Enam tahun berlalu sudah. Saat ini keadaan tak lagi sama. Banyak momen menyenangkan tak terlupa karena terlalu indah.. kota yang tak mungkin tergantikan. Suasana yang tak mungkin terlupakan.. bahagia yang berbeda karena saat ini dewasa mendorong untuk bisa bahagia dengan cara yang berbeda..

2012..
Sebentar lagi, babak barupun akan dimulai.

--
Ps. Di mimpi barusan, gue ketemu sama suami sahabat gue yg sebenernya gue blm pernah ketemu.. hmm..

Ideal

Mungkin suatu saat idealisme akan patah. Karena lingkungan yg kurang pas, atau supporting system yg tak jelas. Tapi tak perlu menyerah. Karena pada akhirnya idealisme hanya dapat diterima mereka yang ideal.

Idealisme bagai kunci dan gembok yang berpasangan. Bila tidak sesuai dipaksapun akan rusak salah satu.

Jadi sudah, berikan terbaik tanpa harus menyerah. Karena setelah ikhtiar dan doa, usaha terakhir adalah berpasrah..

Sunday, September 9, 2018

Bengkok

Engkau, bengkok yang nantinya akan menyempurnakan.

Meluruskan tak mungkin, hanya dapat menjaga dengan kehati-hatian.
Membengkokkannya apalagi, hanya akan membuatnya rusak.

Lalu patah.
--

Sahabat nyokap

Tahu apa kejutan hari ini?

Ternyata gue kenal deket sama sahabat nyokap yg udah gapernah ketemu sejak lulus kuliah! Haha. Berawal dari perkenalan gue dengan beberapa orang yang mau belajar soal perikanan. Lama kelamaan gue makin deket sama mereka. Ada satu orang yg semangat gitu buat ngedorong gue ke arah yang lebih baik.. sering gue ceritain ke nyokap soal doi..

Sejak awal gue sebutin nama kenalan gue ini, nyokap curiga kenalan doi kenalan bokap. Tapi ternyata setelah ditelusuri ternyata bukan..

Beberapa waktu lalu gue main ke rumah kenalan gue ini. Ada beberapa urusan dan dokumen yang harus gue buat. Abis nelar urusan, gue obral obrol. Dan nyebutlah doi dari fakultas yang sama kaya nyokap. Tapi gue ga tanya lebih lanjut karena gue pikir, 'gamungkinlah..' gitu. Kan dulu nyokap jg udh bilang bukan kenalan bokap ataupun nyokap. Hehhe.

Hari ini iseng gue tanya sekali lagi sama nyokap. Kenal ga sama bapak ini, dia lulusan unila dengan profilnya. Nyokap mulai mikir dan sempet deskripsiin temennya itu. Dari deskripsi gue langsung yakin itu kenalan nyokap. Gue bilang gue ada fotonya. Tapi karena masih d jalan gue nunjukinnya pas d rumah aja.

Sampe di rumah.. gue dari mobil ga langsung turun tapi buka hape dan cari foto berdua.

Gue tunjukin..

Nyokap diem.

Liat ke gue..

Terus bilang, 'Iya mas, ini sahabat Mama..' wkwkwkw. Nyokap sampe lemes gitu dong pas gue tunjukin foto gue sama sahabat doi.

Ah. Itu cerita menyenangkan hari ini. Selalu ada kejutan baru di balik masalah juga hal negatif lainnya. Tapi gue yakin, Allah selalu punya cara memberi kebahagiaan bagi hambaNya..

Kaya hari ini.. :D
--

Thursday, September 6, 2018

Menahan diri. Mendiamkan. Tenggelam tak memermukakan diri..

Tenang yang menyenangkan.

Tak terburu-buru karena yakin akan bertemu..

Rindu..

--

Wednesday, September 5, 2018

Rapuh

Pertemuan atau perpisahan dengan siapapun pasti berakhir dengan sebuah pelajaran.

Karena pada akhirnya, kita akan mencari yang saling melengkapi dalam hidup yang rapuh ini.

--