takkan pernah merasakannya bila kau tak di sini...
kau tuk kembali...
izinkan aku mengharap..
ternyata harus menghadapi tahun lainnya di sini...
--
ntah kenapa aku ingin menonton konser lagi...
Maret! Bulan yang juga kusuka.. ternyata banyak tulisan di 2025 yang baru kupost. dan setelah baca-baca lagi jadi banyak senyum2 hehe. lucu sekali memang hidup ini.
aku baru bisa post hingga mei 2025 ternyata. sisanya akan segera kupost..
journaling katanya. aku semakin ingin menulis. tapi ya itulah penyakit manusia, malasnyaluar biasa hahaha. jadilah harus bersabar diri..
sudah 2 bulan lewat di 2026, aku sedang persiapkan sesuatu. tapi marilah kita doakan bersama-sama tahun ini bisa terealisasi.
atas segala cobaan yang kulalui, aku yakin akan ada kemudahan dan kebahagiaan besar setelah ini.. pun hari-hariku selalu ada saja yang bisa buat aku tersenyum kembali...
--
2026 sudah datang lagi, ditambah sudah bulan Februari. Bulan yang seharusnya menjadi favoritku di tiap tahunnya. hingga buatku sangat menyukai angka 2 dan 12, hingga aku sangat menyukai banyak hal yang berhubungan dengan mereka.
Ah ya, sebut saja cocoklogi ya, hingga sukanya menyama2kan. hehe.
Menulis katanya benar menjadi salah satu cara untuk menyembuhkan diri.. dan hati..
2025 banyak kulewatkan dengan menulis. banyak sekali. namun tak satupun langsung kupost. ada sebagian hingga bulan awal akhirnya kupost di akhir tahun,. dan bersamaan dengan tulisan ini. aku akan mulai kurasi mana yang sekiranya baik untuk kupost, mana yang tetap kusimpan sebagai pengingat diri, dan hati. satu-satu akan kupost berdasarkan urutannya ya. yang sabar.
Terima kasih 2025, aku belajar banyak sekali mengenai penerimaan, dan melepaskan. karena kurasa dari kuartal akhir tahun lalu, aku belajar untuk melepas satu per satu, awalnya kaget hingga bingung. mungkin akan kuceritakan suatu saat nanti. pun bila tidak, aku akan menceritakan pada diriku.
Kemarin tiba-tiba terlinta untuk menulis sebuah novel baru.
Novel? iya novel, aku sempat menulis. hehe. sayang yang terakhir terlalu banyak yang protes atas tulisanku, padahal aku hepi menulisnya. haha.
Mungkin tidak ya menulis lagi? aku sedang memikirkan nama penaku. hehehehe.
--
Siapa ya nama karakternya? hehe
Ternyata betul, nyala apinya sudah mati, yang ia inginkan kebebasan, yang ia inginkan kekayaan.
Kejar, kejarlah lagi.
Belum mati, nafas masih menyambung, hanya dengkuran keras yang kudengar, nyawamu belum pulang ke Ilahi.
Tunggu aku, pergilah dengan tenang kematian, aku ingin kita melaju,
pada diriku di masa lalu, jangan bawa pergi semangat itu..
Aku butuh berkembang lagi
--
Peluklah diriku dan jangan kau lepas...
Sunyi kala tak bergiat, sepi kala bersama ramai.
Ku takkan pernah merasakannya, bila kau tak disini..
Izinkan aku berlutut, mengharap kau tuk kembali.
izinkan aku berharap dirimu kembali dan kembali, dan kembali lagi..
--
Padahal, harapanlah yang perlahan membunuh..
hey agustus! aku banyak deg2an bulan ini. Masuk dengan segala persiapan dengan ketidaksiapannya. bersamaan dengan kebahagiaan dan sepaket dengan kesedihan yang selalu sepaket datangnya.
data yang belum lengkap kulengkapi dengan hati-hati di waktu yang mepet. sempitnya buat bahagia dan memburu bersamaan.
Ah sudahlah, rapat demi rapat masih saja kuhadiri. segala masalah kuhindari dengan baik. karena sudah berusaha sebaik apapun, tentu akan ada saja yang tidak suka dan mengarah memberi framing aku bersalah.
Haha, seruuu!
Agustus, terima kasih.
--
Q3 di tahun ke sebelas.
kemana saja?
padahal sudah d jalur yang tepat tadinya,
bersama asa yang kuyakini masih bisa digapai.
Akupun menyadari, bahwa ada yang berubah, bukan hanya 1.
tapi banyak hal.
bahwa menjiwainya adalah cara terbaik untuk tetap hidup.
aku tak terlambat, karena aku masih ingin mengejarnya, dan melampauinya.
kita berlari dengan waktu masing-masing..
Padahal aku sempat menemukan arsip ini sekitar 8 tahun lalu.
Arsip asli dari kata-kata yang kurindukan.
--
Hey, dengarkan aku sejenak tanpa kamu balas atau tatap
aku bosan terperangkap jalanan dan lalu lalang
Melayang pikiran, terpejamku membayangkan
Duduk denganmu di pinggir pantai,
Dengarkan angin, debur ombak, dan hujan
Tanpa aliran kita mendengarkan
Mendekatlah kepadaku, tanpa berkata ataupun bertanya
Aku lelah berlari dalam diam senyum mengembang
Akupun kembali terpejam dan membayangkan
Biarlah kelabu,
Asal ku denganmu
--
Atau mungkin, nanti coba kubenahi ya dimana bisa restorasi dia?
Hei April. Salah satu bulan yang sungguh kusuka. Aku mulai lakukan hal baru di bulanmu ini. Merambah dunia yang sebelumnya pernah sebentar saja kuhampiri. Tidak lama, namun membekas, dengan usaha yang selalu tak berhenti.
Oh iya, kemarin hari ada salah satu murid yang sudah kuanggap anak sendiri menghubungi. Dia saat ini ada di benua biru. Benua yang ingin sekali lagi kudatangi. Karena sungguhlah, terlalu banyak mimpi tertahan di sini. Semoga yang baru saja kulakukan kini menjadi salah satu dasar aku bisa kembali terbang kesana, menghirup udara pagi, dengan kebersyukuran yang selalu dalam kumiliki.
Terima kasih, telah bersemangat kembali di bulan ini, Diri..
--
Menjadi diri sendiri tak pernah sesulit ini, bahwa memerdekakan diri adalah hal yang paling kuingini, dengan segala bentuk caci dan maki. Berdasar asa mendewasan, aku tak mungkin lagi jatuh cinta pada kali pertama, pun menjadi hati yang pertama kali dijatuhi.
Mendewasa ibarat kepakan sayap, bukan berapa banyak kau angkat dan turunkan sayap itu, namun berapa banyak perjuangan yang sudah kau lewati, berapa jauh kau efisien menggunakan angin melewati bulu halus untuk terus bertahan.
Kala lelah, istirahatlah. Cari dahan paling nyaman yang bisa kau temui, untuk kemudian kembali terbang suatu hari. Tanpa rasa haru berlebih, tanpa menoleh ke belakang. Karena bila kau beruntung, ntah pada kepakan ke berapa, hari ke ribu sekian, kau akan kembali pada titik semula. Berkaya dengan semua pengalaman yang kau lewati, kalau mengorbit bumi.
Satu putaran rasa, satu kala senja, tak berkesudahan. Aku merindukanmu, selamanya.
--
Rindu, berdasar asa dan lalu. aku menjadi aku, si tak perduli dengan dunia,
senyum manismu kurindu.
kurayakan dengan segala aku, dengan kedewasaan yang bangsat ini
aku menerima diri
yang kusadari adalah dusta
menjadi debu diantara semua ini
aku ingin kembali lagi
aku rindu
menjadi diri memeluk rindu
bahwa senyumanmulah ingin kumiliki
-
anggur dengan kearifan lokal
sedigital apapun, kalo memang perangkat atau batasan datanya ga mendukung ya bakal begitu2 aja.
hardware softwarenya oke, brainwarenya ga jalan juga percuma. hmm.
jadi baiknya gimana?
Toh ujungnya transfer pake kabel jauh lebih cepat dibanding pake koneksi wifi.
balik lagi, kalau support systemnya ga dukung ya bakla percuma aja..
Betul jatuh cinta itu indah sekali. Gua barusan liat MV nya Illit - Almond Chocolate. Ah, langsung senyum-senyum sendiri. Hehehe..
Eh, katanya sekarang ada beasiswa influencer ya? duh kalo betul dicekin akun media sosial pas gua daftar beasiswa, kayanya yang ada gua malah diketawain karena isinya gegalauan mulu juga numpahin isi kepala yang entah isinya apa hahahaah. Ah sudahlah, duit w bekurang banyak barusan tapi gapapa abis ini buka usaha baru lagi biar uangnya lebih banyak lagi! heheheh
Seperti biasa, sebulan sudah aku tidak menulis lagi. Ada beberapa gadget baru yang buat hati senang, dan (semoga) menjadi semakin produktif. Hehehe. Ayolah kerja lagi. Agar terus bisa beli yang dimau, yang tak perlu pikir lagi berapa harganya.
Juga, resetting ulang mau apa dalam hidup betul bukanlah sebuah hal mustahil....
Jam dua pagi dan aku masih terjaga...
Ingin menghubungimu.. Tapi tidak tahu harus berkata apa...
Sial!
Kau racuni pikiran...
Kita dipisahkan keadaan..
Ku menampar diri sendiri agar cepat kembali ke bumi dan melupakan semua..
Kesendirian ini menyiksaku perlahan..
Kita dipisahkan kenyataan..
Tak seharusnya aku kehilanganmu..
Tak seharusnya aku merindu..
Biarkan aku pergi
Melawan hati..
Terpuruk dan hancur tanpamu..
Mengapa bayangmu terus ada setiap ku memejamkan mata
Semua kenanganmu membuat diriku tak bisa berpikir jernih
Tolong keluar dari kepala.
Aku tak mau menjadi gila
Berpisah kita sakit, namun bersama kita lebih terluka.
Tanpamu..
Tanpamu...
Tanpamu.....
--
Tak seharusnya aku merindu
Aku akan mendampingimu ketika flu membuat hidungmu merah
Aku juga akan mendampingimu ketika sehat dan membuatmu berulah.
Aku akan mendampingimu ketika kau sedih dan penuh amarah
Aku akan mendampingimu sewaktu kau kalah dan merasa tikak berguna
Aku akan mendampingimu ketika kau bahagia dengan senyum rekah
Aku juga akan mendampinngimu saat kau merasa menang, sehingga kesombonganmu yang mungkin marah
Aku akan mendampingimu hingga raga kita berdua renta dan lelah,
Sampai nafasku berakhir sudah..
Karena sampai aku kembali menjadi tanah, menyayangimu tak pernah salah
Jika saatnya tiba,
Sedih akan menjadi tawa
Perih akan menjadi cerita
Kenangan akan menjadi guru
Rindu akan menjadi teman
Jangan tinggalkan jalan yang sudah kau rakit
Percayalah, karena kau dan aku, akan menjadi kita
--
Melawan Hati - Fiersa Besari (Reza Michelle Version)
Langkah pernah beriringan sebelum terpisahkan jauh
Hati masih saling menginginkan meski tak mungkin tuk berlabuh
Dengarlah lagu ini kunyanyikan untukmu di tepian rindu.
Untuk langkah yang tak lagi bertemu,
Untuk hati yang memaksa menunggu,
Janji yang tak pernah terucap, terluka, dan terus berharap.
Kita dan ketidakmungkinan
Tatapan yang meneduhkan meski mimpi semakin menjauh
Hati pernah saling menguatkan saat terhempas dan terjatuh
Dengarlan lagu ini kunyanyikan untukmu di tepian rindu.
Telah lama aku menyimpan surat cinta ini
surat cinta yang takkan pernah sampai pada dirimu
Hari ini aku sadari dukaku menahun
Tertimbun di balik senyum dan canda tawaku
Tak ada patah hati yang sembuh di satu dan dua hari..
Ku menjaga dirimu untuk dimiliki yang lain
Sungguh tak ada cinta seperti ini
Inikah kisah cinta yang kualami?
Yang kucinta selama ini?
Teruntuk dirimu di hatiku...
Terlalu indah semua yang kualami
Yang kucinta selama ini
Izinkan diriku memelukmu, terakhir kali
--
Bersama dengan mudaku yang berlalu. aku tau, bahwa tak ada nyata yang berlangusng selamanya..
Menjalani dengan sepenuh hati, merasa bahagia, menyusur ulang lorong waktu.
Membaca ulang jurnal cintaku, dengan segala bahagia yang kumiliki kini.
Kutakkan pernah bisa miliki dirimu, mendapatkan tulus indah kasihmu.
Namun, tak akan pernah bisa kumilikimu. Walau untuk bisa menyentuhmu.
Kutak akan pernah bisa memilikimu, mendapatkan cinta kasihmu,
Tak pernah berakhir, hanya sebuah tatapan kosong bahwa aku dan kau berpisah dan ingin bersama.
Kusadar tanpa kata
kau hanya bisa jadi kekasih fiksiku.
--
Bahkan sains mengalahkan segalanya
sial
Akankah kusesal bila semua ini kubuat kembali jadi setelan pabrik?
Bicara di tengah sadar, aku menjadi aku dengan bersyukur, bahwa aku pernah menikmati ketinggian ini dengan kesadaran penuh bahwa hidup adalah untuk dinikmati.
Teruntuk malaikat kecilku, mungkin aku tak akan pernah sempurna, tapi percayalah aku menyayangimu sepenuh hati..
Persen persen ini selalu jadi jawaban. Atas apa yang buat gundah. atas segala yang menjadi masalah.
Semua tiba-tiba menghilang, dan terlepas, terbang menjadi lebih tinggi. Tak lagi menjejak bumi dengan segala bangsatnya mulut manusia. lirikan tajam membuatku resah, aku tak ingin lagi ada di sini.
Andai semua sains fiksi itu benar, inginlah aku menjadi salah satu tokoh utamanya, dimana aku bisa kembali ke diriku dan memberitahu, mana jalan yang kutempuh mana yang kurem, mana pilihan yang kuambil mana yang kutinggalkan.
Karena nyatanya beberapa pilihan penting yang kudoakan menjadi yang terbaik nyatanya tak memilihku. Hanya menunggu dan mendengar yang lain. Akulah sang kalah yang menyesal, padahal aku selalu berkata bahwa hanya si bodoh yang menyesali pikiran dan pilihannya.
Tenggelam dalam ramai, berjalan tanpa berkenalan, tak bersenyum pun ternyata membahagiakan.
Aku masih berpikir untuk memperbaiki, tapi apa yang bisa diperbaiki dari sesuatu yang merasa sudah terlalu baik dan tak perlu ada perbaikan
Bahwa dia telah sempurna, sementara aku masih memiliki banyak lubang cela.
Untuk setiap kata 'rindu' terucap, biarlah kesempurnaanmu menjadi milikmu. Aku cukup bahagia dengan diriku..
--
Ah desember, mungkin aku akan menjadi sosok yang berbeda mulai Januari nanti. Bahwa banyak memori indah namun harus kutinggalkan, betapa bertahan seringkali bukanlah jawaban. Solusinya mungkin tak lagi di sini.
Betapa seru kurasa satu satu, angin indah kutunggu lembut. Akupun pasti akan rindu tanah air ini...
walau hati ini trus menangis menahan kesakitan ini,
tapi, kulakukan semua demi cinta.
"Jika memang ini yang terbaik untuk dirimu dan dirinya, 'kan kutrima semua demi cinta.."
Jujur, aku tak kuasa saat terakhir kugenggam tanganmu.
Namun, yang pasti terjadi kita mungkin tak bersama lagi..
Bila, nanti esok hari kutemukan dirimu bahagia, Izinkan aku titipkan kisah cinta kita selamanya...
--
Selamanya...
Menua adalah penyakit terburuk.
Tidak memiliki obat
terus menjadi kronis
dan adalah sebuah kepastian bagi seorang manusia untuk terus menjadi penderitanya..
--
Tulisan ini kubuat, kutujukan untukku di masa depan yang dekat.
Hari ini di Bulan Desember, langit cerah di ketinggian, namun kurasa kelabu. Mungkinkah hatiku tak terbelenggu. Larut haru.. Membiru.
Kala mungkin lelah hampiri, kala merasa tak ada alasan untuk jalani hari.
Kurasa waktu tak banyak bergerak dalam masa sewindu. Padahal larinya begitu cepat. Tak berhenti, mengahbiskan napasku.
Telak sudah, aku lelah tertekan.
Mungkin akan kubaca lagi suatu hari, kala akhirnya aku berani..
--
Jawa, akhir Desember.
Seiring bertambahnya usia ada 3 hal yang terjadi
yang pertama adalah ingatanmu menghilang
dan aku tak bisa mengingat dua hal lainnya
he
he
he
--
tiba-tiba khawatir suatu hari diberi takdir memiliki alzheimer
Gua barusan aja pengin banget nulis tentang Adenium, salah satu bunga favorit gua yang punya cerita sendiri..
Tapii, lagu Adera tiba-tiba lewat di kuping dengan sangat sopannya..
Kenapa ya, dengan memori baik balik dengan mudahnya, menghancurkan segala lelah dan rusaknya hari? Hehhe.
Padahal, gua juga tau, kalopun ketemu ga akan bisa apa-apa kan?
Inget banget gue pernah ngomongin seorang kawan yang lagi duduk sesofa sama gua, 'Memang apalagi yang kamu harepin? Jelas udah gabisa kan? Selain sudah sama-sama punya, beda juga jadi alasan kan?', sambil nyedot asapnya yang mengepul panjang..
Pinter memang manusia kalo urusan ngasih masukan. Giliran ngejalanin, itu udah urusan yang lain kan? Hehhehe.
Memang, dengan mudahnya kita berucap, sementara bergerak melakukan, bukanlah sebuah perkara yang mudah...
Jalani terus, nanti juga bakal ada rasa manis di balik pahitnya hari ini.
Terima kasih, Adera. :)
--
Meskipun bila saat ini, kita sudah tak bersama lagi...
Ada satu yang kurindu,, kehangatan cinta dalam pelukanmu..
Jika jatuh cinta
Maka tak ada
satupun manusia yang bisa membantah
Pun tembok besar nan
tinggi menjadi penghalang.
Hanya yakin dan tantangan
yang dirasa..
Tak perlulah aku lihat lagi pandangan
berani sembunyikan perih hidup
ini.
Tak akan kujelaskan
kembali, bahwa akulah
tempat yang paling nyaman untuk pulang.
Sekalipun sama, walaupun
kita mungkin berbeda
--
Jati, di antara 4 ruangan membagi ketinggian ini
Hatiku, hilang di dasar samudera
cinta....
Cara melupa sama seperti mengubur sesuatu yang mati suri. Bisalah kita mengubur dengan memori baru dan menyenangkan. Hingga pada suatu titik, kala ia bangkit, lupapun memudar dan memetakan kembali semua yang terhapus hingga kini.
Sedini mungkin, memori tak perlu terbuat, agar lebih mudah dalam menjalani dan tak terlalu banyak energi habiskan waktu melihat-lihat baju bolong yang seharusnya sudah dibuang saja.
Tak berhenti bertanya sembari tilasan lalu terjalani. Bahwa semua masih dapat terperbaiki. Jelas semua akan dapat terselesaikan. Ntah akan sesuai atau tidak dengan asa selesainya.
Buktinya, selalu ada tempat baru untuk didatangi dan dicoba lagi. Sekalipun itu adalah tempat yang kau akui sebagai rumah. Selalu saja, ada sudut dan perspektif baru yang layak untuk disebut sebagai pengalaman pertama sekalipun tak henti coba lihat dari perspektif yang itu-itu saja.
Berbahagialah, menjalani apapun hidupmu. Karena, hidupmu adalah mimpi seseorang di luar sana.
—
Hari ini mouse barunya dateengg!! Hhahahaha Seneng banget..
Tau ga? Gua bete banget karena mousenya rusaaakk padahal masih baruuu.
Kotak katik kotak katik gabisaaaa.
TErus tau ga apa yang gua lakuin? Gua banting! Karena kebiasaan gua gapernag video atau ambil gambar pas buka box.
TAU GAAAA??!! ABIS GUA BANTING MOUSENYA BISA NYALA! HAHAHAHA
Kenapa sih apa-apa harus pake kekerasan dulu?
Padahal bisa kan tanpa kekerasa kita bisa nyaman2 aja heheheheh
--
Enak banget steak medium well itu!!
Dalam sebuah perjalanan dari Paris ke kota halamannya, Aku merasa sungguh lelah.
‘Begini ya rasanya hidup. Balik lagi ke realita.’, pikirnya.
Pip pip.. suara notifikasi ponsel berbunyi.
‘Gw bosen banget nih. Buat lagu yuk.’
Tiba-tiba, pikiran gua melayang jauh 16.000km ke tanah yang tak terindukan.
Suasana Train en Grand Vitesse hening. Langit musim dingin kelabu. Gw bergerak cepat sekali, ke kota halaman yang berubah banyak kini..
-
Duduk denganmu di pinggir pantai, dengarkan angin, debur ombak dan hujan.
tanpa aliran kita mendengarkan
Tak apa tak dimengerti. Tak bisa beri solusi, dan seorang pendengar yang buruk. Pada akhirnya pun aku akan tetap tersenyum apapun kondisinya.
Menjadikanku hari ini merupakan hal membahagiakan karena memiliki diri merupakan sebuah modal terbaik dalam menjalani hidup.
Segala sulit bukanlah hal yang jadi alasan untuk berhenti. Berkali-kali aku terkubur dan membenam diri. Pada akhirnya mimpi merupakan satu-satunya yang tak akan pergi jiwanya, dia hanya mati suri. Sekalipun dimatikan, akan tetap berbuat dan menjadi hantu, yang mengikuti si hidup.
Jadi biarlah tak dimengerti, berlari dan menyerah adalah jalan termudah.
Laporannya, dikerjain yuk.
--
Jati
sampai dengan 10 tahun. sudah lama. dulu ternyata aku suka sekali bernyanyi. bermain gitar. merekam segala, dan berbahagia.
Ntah kenapa, kebiasaan menyenangkan itu tak lagi kulakukan. berhenti atas alasan kesibukan dan kegiatan. padahal sudahlah, akupun tau aku tak sesibuk itu.
Padahal aku tau ini adalah jejak digital, apakah memang aku tak hidup hari ini. Padahal melihat senyum dan langkah kecilnya saja kurasa begitu menyenangkan. Dekap erat yang jarang kudapat adalah yang mahal kurasa kini.
Aku lelah ternyata. Mari tidur dulu.
--
-Melayang pikiran, kuterpejam membayangkan duduk denganmu di tepi pantai. Dengarkan angin, debur ombak, dan hujan.-
Waktu bergerak begitu jahatnya. Tak melihat siapapun akan dilibasnya, meninggalkan kisah.
Akupun menua.
Ntah, aku benci itu semua.
Ah iya, 3 Desember. Hai, Desember.
Kalo kata Taylor Swift 13 tahun lalu, sebelum dia buat lagu begin again dengan MV di Prancis, 'I'd go back to December, all the time...'
Hidup terlalu sebentar, untuk tidak dilalui dengan bahagia
Hidup terlalu lama, untuk dilalui dengan derita.
Tak usah berurusan dengan masalah, jiwamu hanya terperangkap tanya dan tanggung jawab
--
Sucks
Semuanya menyenangkan! Mungkin pengaruh berat badan yang menyusut dengan juga keringat yang ga berhenti tercucur.
Gua udah mulai menerima bahwa dunia ini tidak semuanya harus tercapai dan termiliki. Bahkan betul tulisan gua beberapa tahun silam, bahwa usaha tak akan mengkhianati hasil. Hanya saja, hasil yang seperti apa yang tak terkhianati?
Mengusahakan yang terbaik dan terus memilih dengan baik.
Semangat, Cip! :)
Desember! Bulan yang luar biasa! Akhir tahun! Akhir dari semua yang dimulai dan awal dari semua yang yang akan berakhir.
Intermittent Fasting gua beneran jalan.. Beberapa hari ke depan bakal kelaperan kayanya gua. Tapi gapapa deh.
Sebenernya berawal dari udah turunnya BB gua beberapa hari belakang. TErus kayanya sayang kalau yoyo kaya biasanya. Jadi marilah kita mulai saja sekaliaaannnn. Biar bisa hidup lebih lama, bisa liat mba tumbuh dan berkembang bahagia.
Tapi satu, pagi ini jadi stress. Keliatan dari pas liat garis2 garisnya goyang semua hahaha. Semoga yang stress badannya aja karena laper bukan mind nya. Heheheheh
--
'Ps. udah 5kg turunnya. 20an to goo!!!'
Gua bersyukur banget ga terlalu kepo sama urusan orang. Hehehehe. Memang kadang menyebabkan gua jadi ga pedulian, tapi ya gimana. Ga semua orang suka dikepoin dan ngomongin orang di belakang yakan.
Eh iya, ada berita baik akhir bulan ini. Baik banget si, tapi sepertinya belum akan gua ambil kebaikan itu. Masih ada hal lain yang mau dikejer dulu.
--
-Ngejauhin diri dari kepo itu bisa buat pikiran ga pusing memang. Ehe-
Beberapa waktu terakhir aku memfokuskan diri untuk memperbaiki sedikit isi kepala, karena sepertinya terlalu sering ku overclock. Menghabiskan energi dan buatku tak sanggup berdiri dengan kaki sendiri. Aku menjadi ketergantungan. Baik pada gawai maupun manusia. Padahal aku sendiri yang dulu memproklamirkan diriku hanya butuh aku.
Resolusiku sekitar 3 tahun ini sepertinya harus segera kurealisasikan. Aku ingin kurus lagi! Biar hidup lama dan menikmati lebih banyak lagi!
--
'Kupikir apa, ternyata masa lalulah yang terus menjadi hantu dalam hidupmu..'
Satu kalimat yang membuatku tertegun. Lalu berpikir beberapa waktu. Benarkah?
Karena segala kejadian diri selalu kurangkum menjadi sebuah catatan apik, setidaknya bagi diriku sendiri. Bahkan aku begitu suka menjadikan segala pengalaman menjadi pembelajaran bagiku di masa sulit, juga masa depan.
Betul memang, aku begitu kagum dengan perjalananku. Bahwa segala apa menjadi bagian diriku
Semesta memang sebercanda itu. Ntah dengan segala kejutannya, maupun cerita yang terajut dan terlupa.
--
'Ditolak bukan akhir dari segalanya, tapi diterima itu awal dari semuanya' - Aku kala memberi wawasan pada dunia
Udah diingetin padahal buat jangan dibuka-buka lagi. Tapi masih aja buka ulang.
Berjalan waktu semakin lama semakin jauh.. Lebamnya hati sudah tak lagi bisa bedakan mana bahagia pun duka. Hanya jalani saja waktu yang terus berjalan ini. Tak terasa sudah sewindu merelakan banyak asa, menjalani sesuai orang mau aku jadi apa. Aku lupa bahwa seringkali menjadi sedih merupakan salah satu cara mengingat bahwa bahagia itu sungguhlah sebentar. Selalu menjauh kala baru akan terdekap senang.
Sudah melabuh, pun nyatanya hangat hati masih tertumpu padaNya. Mungkinkah aku terlalu hidup untuk orang lain, untuk bukan diri ini.
Perjalanan lagi, mungkin sembari berkontemplasi. Betapa bahagia hidup haruslah terus dipupuk dengan rasa yang tepat, dengan cerita yang terajut seberusaha mungkin rapi, tak harus sempurna.
Agar tak lagi menyesal berulang, bahwa membahagiakan diri adalah paling utama, menjalani dengan hati penuh merupakan cita yang tak jauh.
Aku masih hidup...
--
Ah, lagu-lagu ini selalu menyenangkan didengarkan. Membuka-buka folder lama, hingga kuinstall kembali Winamp! Hahaha.
Kenapa ya sekarang kok untuk sekedar cerita di sini saja aku memilih-milih kata. Padahal banyak sekaliii yang bisa kuceritakannn. Hehhe.
Sepertinya mimpiku semakin dekat tercapai.. Aku tak sabar 2025!
--
Ntah aku harus senang atau sedih, karena sepertinya Tuhan mengganti banyak atas diamku selama ini. Menerima saja atas segala cibiran juga tuduhan itu. Ntah kesialan orang-orang itu atapun kerugian yang mereka alami. Akupun yakin itu bukan karenaku, tapi aku pun dapat sedikit tersenyum melihat mereka pelan-pelan merugi. Bahkan lebih banyak dibanding yang mereka lakukan padaku. Tuhan memang baik. Akunya saja yang sering lupa.
Tik tik tik tik…
Berjalan lamat tak terasa cepat. Tiba-tiba sepuluh tahun berlalu..
Kala itu aku baru akan pulang dari Benua Biru. Hati begitu bahagia karena perjalanan ke Spanyol, Portugal, dan beberapa negara lain menanti dengan segala petualangannya. Dua minggu lagi aku akan menghadapi penguji untuk mempertahankan apa yang sudah kubuat dengan segala ceritanya. Aku hanya belum tahu saja, bahwa ujian itulah yang menjadi salah satu kenangan terburukku dalam hidup.
Aku baru saja mengumpulkan tugas itu dengan berbinar. Lalu kulanjut bermain di taman tengah kota. Taman yang baru kali itu kukunjungi. Padahal setahun sudah aku di sana. Mungkin karena aku terlalu banyak bergantung? Atau karena aku tak pernah serius menjadi pelajar? Aku berangkat dengan kenekatan besar bahwa ada kegiatan seru tak berhenti dan cerita indah setiap hari.
Jurnalku begitu penuh dengan cerita itu. Tak berkesudahan bila kuputar ulang segala memori. Baik yang indah maupun yang buruk.
Hanya kurasa. Sebentar lagi hidup ini akan berhenti. Sudah seharusnya aku mengisi dengan segala kesenangan dan cerita indah…
Aku begitu merindu…
—
Terlalu sendu, memang berpisah bukanlah hal yang mudah.
Bahwa pandangannya, cara bicara, bahkan cara dia berjalan adalah hal yang sungguh mengagumkan. Memandanginya dari jauh saja sudah cukup buat hati berdebar, merasa bahagia, dan adalah tempat yang bisa membuang rasa lelah berkepanjangan..
Mencari arti apa arah dari hidup ini, tertambat pada waktu yang berdetak pelan namun nyatanya berlari. Merasa bahwa teduhlah yang sebentar ini ingin terus tak terusik waktu. Perlahan sekali, kusadari bahwa bergerak waktu adalah satu hal yang tak mungkin dikuasai.
Andai, menghentikan detik adalah hal yang mungkin dilakukan selain dengan mati, aku akan cari cara agar bisa berhenti waktu kali ini.
Biar, aku merindu, dengan hati yang menganga..
Bahwa bertemu adalah satu-satunya penawar..
Selamanya..
--
Yah, pada akhirnya semuanya akan berujung pada pencarian kesempatan. Tinggal cari celah untuk dapatkan kesempatan-kesempatan yang baik.
Seorang kawan berkata padaku, 'kenapa lu ga sekalian aja sih, Cip di sana?", seraya menyeruput kopinya.
Ah ya, betul kenapa tidak sekalian saja ya? Berusaha baik2 juga banyak yang picing mata?
Tapi setidaknya tidak terlalu buruk lah
hehehe
Hi..
sudah lama aku tidak menyapamu. sehingga april terlewat hampir begitu saja. disenda gurau yang pernah berawal dan tak pernah berakhir. ditemani lampu kota dengan segala hingar bingar dunia, melihat kota cinta dengan penuh rindu dan berpeluh masalah masing-masing.
Rindu yang tertumpah tak akan pernah terbayar, diselingi kesibukan masing-masing dengan urusan dunia. Aku masih ingat dengan ceritamu yang kau bagi disela tangis bersedu sedan. Himpit masalah dan giat beradu tak berkesudahan. Hatilah yang akhirnya berbicara kala kita berlelah bersama. Bahwa dunia terlalu sebentar untuk tak dinikmati, bahwa sakit hanyalah sementara, sebentar lagi segala akan berakhir. Sesaat lagi akan ada saatnya kita berhenti.
Lalu mari mulailah lagi petualangan ini, berjejak perihnya luka, beriring seringai tawa, bersama rintih rindu tak kunjung sudah.
Demi semua hal terlewati, segala leraian menjauhkan diri, izinkan Aku kembali merindumu.
--
Terima kasih, Masa Mudaku...
Aku plong sekali hari ini. Betul memang tak memikirkan adalah balas dendam terbaik. Aku masih saja benci dengan kehilanganku. Tapi sudahlah, ‘buat apa sedu sedan itu?’, bukan?
Inilah yang paling tak kusukai dari berhutang. Aku jadi tak bebas dan tak lepas dr pandangan kemungkinan-kemungkinan.
Masih belum bisa bergerak pikiranku bagaimana aku menerima pundi dengan melepaskan pemberian itu. Mgkn betul aku sudah lega. Tapi sulit untuk ikhlas.
—
Hari ini menyenangkan sekali. Ntah karena hati yang tak gundah karena masalah selesai. Ntah karena aku banyak produktif? Hehe. Yasudah tidak apa2.
Selalu ada konsekuensi dari tiap perbuatan. Dan kala mendapati konsekuensi tak menyenangkan ya tak apa. Memang hidup tak harus selalu berjalan sebagai mana mesetinya, sebagaimana ekspektasinya.
Masih saja aku sedih kehilangan yang baru saja kudapatkan dari ibuku. Tapi pelajaran yang kupetik jauh lebih besar. Bahwa segelintir orang yang akan membantu kita. Bahwa kala masalah orang lain selesai dengan cara yang merugikan kita pun, belum tentu orang akan turut bantu. Toh masalah mereka sudah selesai. He he.
Aku merasa tak terbeban kala harus kukuras habis semua persediaanku, yang rencananya kusiapkan untuk beberapa rencana baru. Terpenting adalah, tak semua orang perlu tau masalahmu. Selesaikan saja dengan kemampuanmu. Ah. Lega sekali rasanya.
Atau justru aku lega karena aku tau bahwa hanya akulah yang akan membantu diriku? Ntahlah. Diam adalah emas, sekalipun kali ini aku harus kehilangan emasku..
Menggeledah pembantu saja disertai izin agar tak menyakiti hati. Sementara barangku dipindah-buka begitu saja. Bahkan harus kala aku tak ada. Mungkin betul, wajahku wajah pencuri.
Akupun tak menyangka, ihwal seperih itu menjual yang diberikan ibuku. Berhutang lagi padahal itu milikku. Timpakan saja padaku hal buruk. Biar aku yang tanggung jawab.
Tapi, sudahlah. Berkeluh tak didengar, berpusing tak bersolusi. Bercerita pada kertas, mengisi paru-paru dengan asap. Tertawa seolah tak punya masalah.
Diamlah, Cip. Mendendam saja. Nanti kita cari lagi.
- -
Pun aku menyesal bercerita..
Betapa marah adalah hal yang sangat kuhindari kini. Terlalu banyak pelarian kubuat dengan segala alasanku.
Jengah, aku begitu mudah marah dengan sedikit saja rasa terpojok.
Dan tentulah, berkawan air ini adalah yang terbaik.
Karena dengan sedikit lupa masalah adalah sebuah hal yang kadang tiba-tiba buat bulir air tertumpah ruah.
Betul, sudah menjauh adalah yang terbaik.
Bukankah sudah terlalu sering kita merendahkan diri? Sekadar tak percaya dengan kemampuan atau seutas tak percaya akan ledakan ego buat sesuatu?
Betul sejatinya manusia sering memilih untuk tak sanggup sendiri. Makhluk bermasyarakat, katanya. Tapi lupakah bahwa Tuhan sudah titipkan begitu banyak nikmat dan mampu yang banyaklah terupa ketimbang dinikmat?
Bahwa nyatanya ledakan atas optimalnya diri bisa buat nyata banyak hal yang bahkan tak termimpi. Bersolek dan bergoreslah demi mudahnya mencapai asa yang teronggok tersapu sepi.
Butuhmu hanya diri, serta sedikit dorongan agar tak malas jalani hari, juga harap esok hari..
—
Padahal pada akhirnya kita akan mati. Tak lama lagi. Hanya memudakan diri selalu jadi fana sementara mengisut kerut adalah pengingat berjalannya waktu yang begitu cepat.
Mengembali rasa dengan satu saja panggilan tak terjawab darimu. Mengenai hati tak ada yang tahu, karenanya ia adalah rahasia antara manusia dan Pemilik Rasa. Menjadi indah sebab tak terulang, sesekali melihat ke belakang nyatanya sudah terlalu banyak sungging senyum merekah, bukan sebab kuntum kuning dari toko depan rumah, tapi karena tak akan lagi terjalani waktu-waktu yang berlalu.
Perpisahan untuk kembali bertemu sewaktu, merupakan kala yang selalu kutunggu, dalam tulisan-tulisan sains yang kurapikan kembali demi meningkat prestasi, selalu ada rapalan nama diantara rindu menggebu. Mensuci diri sebab hanya pada jasad ini terterima segala alasan yang terbuat logika.
Pertanyaan manusia tak pernah berhenti, tatap seru mata bertemu, sudut tempat bersembunyi dari segala caci maki, hingga pandangan pada langit malam tak berujung tempat paling bisa menerima diri. Di balik awan kita tak bersuara, menjadi saksi bisu, menjadi lantunan lain yang akan kurapal bersamaan dengan segala cita terkejar sementara waktu tak berhenti berputar.
Membuatku selalu memiliki lagi api, menjadikan aku ingin lebih baik lagi, berprestasi hanyalah batu loncatan untuk menemukan lagi kebebasan yang sudah lama kuberikan. Bahwa segala komentar adalah hak manusia untuk memberi, dan kepandaian mengatur rasa serta asa dalam reaksi, aku semakin pandai menahan diri.
Mari, bertemu lagi pada hawa dingin di luar negara ini.
--
Ntah kapan lagi kita bertemu, dalam semu rendaan waktu terajut satu persatu.
Pendambaan indah yang tersungkur tenggelam makin jauh, ternikmati cinta, berjinjit-jinjit, betul kuingin jalani waktu dengan sangat pelan, merasakan tiap jengkal bungah rasa tak tergambar kata.
Namun, segala rasa hanya menjejakkan luka.
Bahwa sesungguhnya friksi waktu semakin cepat berlalu, tak beri ampun bagi pejuang berlumur darah, berbalas hanya perih yang tak terhingga.
Kurangkul segala nganga noda, sekalipun rasio berkata berat, namun rasa tak pernah mampu membodohi diri. atas segala kejujuran yang kurasakan sedasa ini.
Menata lagi laju yang memelan, sangat pelan mendekati berhenti..
--
Sudah pertengahan Maret saja. Tidak terasa guliran waktu memakan segala ego dan keinginan. Amanah bergerak laju tak terhentikan. Merasa bahwa tak berguna adalah ketidakgunaan. Menjadi diam dan terus mencoba dengan asa bersanjung tak henti menguatkan. Satu lagi capaian kecil yang menggerakkan terus ke arah tujuan. "Inilah proses.", Katanya. Mencampakkan semua yang menjadikan tak perlu masuk ke otak hanya terpantul di daun telinga. Biarlah terus membasi tak terpantau, aku ingin merasakan dinginnya dunia dalam hangat selimut tak bertuan.
Berjayalah, berjagalah. Membahana dunia lucu menjadikan satu dengan sandiwara topeng tak perlu tahu apa yang ada di belakangku.
Asal jangan pernah lupa, siapalah kita tanpa semua jubah itu.
--
Tak pernah menjadi beban, selalu tertawa dan jadi diri sendiri, melepaskan segala penat dengan sedikit air campuran suci. Menyenangkan selalu memusuhi dunia yang berbeda. Agar segala harap tercampur sempurna, marilah bergumul dengan segala masalah yang akan kita tinggalkan begitu saja.
Merasa, bicara, bersentuh, mengalirkan air mata fana.
Aku mencari semua sendiri. dengan segala kebahagiaan tak terperi. Aku membahagiakan diri..
--