Wednesday, September 16, 2015

Bom waktu

Rakit, siapkan, pasang dan aktifkan, namun tak sadar waktu berjalan, menghitung mundur, tik tok tik tok~

Bahagia dalam perjalanan. Rakitanmu siapkan diri membahana, ntah kamu khilaf atau pura pura. Kamu hanya terbahak lakukan hal yang kamu suka, mengumbar, coba bikin dengki manusia, padahal kamu hanya sementara.

Bom itu menunggu dalam beda. Sabar ia menanti masa bereaksi senyawa. Agar terdampak sempurna, hasilkan hilang kemampuan endorfin tubuhmu bekerja. Apa kamu bisa?

Padahal bagai sayap, ia haruslah dua dan seirama, bila ada tak sama maka terbang adalah asa. Kamu tahu, kamu punya sayap yang satu harap yang satu cacat. Lupa?

sumber : google
Aku melihat, menunggu bom waktu itu meledak, untuk tertawa.

--
Lawanmu adalah kamu dan waktu..

Tuesday, September 15, 2015

Gue ngomong soal profesi, menurut gue..

Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian kepada Masyarakat.

Apaansih itu, Cip? Itu tiga pilar yang dijadikan sebagai dasar pola pikir bagi para civitas akademika yang ada di perguruan tinggi, tiga hal itu juga disebut sebagai Tri Dharma Perguruan Tinggi. Nah, karena udah menyangkut sama civitas akademika, hal tersebut juga jadi penting buat dosen, yang akhirnya jadi tugas utama profesi gue (behehehe). Well, jujur gue sendiri ga seberapa ngerti soal ini bahkan sampai ketika awal gue jadi dosen! haha! Tapi ya lama-lama mau ga mau ngerti sendiri sih. Kalo sekarang sih gue udah lebih ngerti apa yang dimaksud Tri Dharma Perguruan Tinggi, termasuk jobdesk juga hak kewajiban gue sebagai dosen. Kalo keseharian, gue saat ini udah ngerasain gimana atmosfer akademis itu, yang ternyata buat ngelakuinnya ga sesimple kaya apa yang ada dalam pikiran gue dulu, ketika gue belum jadi pengajar.

To be honest, dulunya dosen bukan profesi impian gue, karena memang ada beberapa hal yang mengganjal dalam pikiran gue (pikiran gue sepertinya memang selalu terganjal, i'm so sorry, my mind). Gue juga heran, karena ga terlintas buat jadi dosen ketika gue S1 dulum padahal gue udah suka ngajar sedari gue masih jadi mahasiswa yang ganteng dan unyu-unyu (yang pas mahasiswa lain berjenis kelamin wanita ketemu gue pasti histeris kemudian siap lempar sepatu dan isi tas karena liat muka gue yang ternyata ga seberapa. Disitulah cita-cita gue sedari kecil gue pupusin gitu aja, cita-cita gue adalah jadi mahasiswa ganteng yang disukai banyak wanita kalopun tante-tante ya gapapa, tapi apa daya Tuhan berkehendak lain, gue ditakdirkan dengan muka biasa tapi dikasih kelebihan yang kalo senyum bisa bikin orang lain senyum juga walaupun senyumnya karena gaenak hati atau bahkan gatega sama gue). Tapi dibalik muka gue yang standar ini, gue sering jadi asisten dosen dan/atau asisten praktikum, hehehe. Karena gue sadar muka yang ganteng (walaupun sebenernya pas-pasan) ini ga akan cukup jadi modal gue ketika nanti udah lulus kuliah, apalah artinya muka ganteng kalo otaknya kopong alias ga ada isinya, yah okelah mungkin ada isinya secara fisik, tapi ga dipake maksimal kan sama aja tuh, jadinya bego juga.

Oke seperti biasa omongan gue mulai kemana-mana kalo udah ngomongin masa kejayaan gue di masa alay itu, mungkin karena banyaknya mahasiswa yang hari ini konsultasi, entah soal PKM, KTI, BEM, atau apapun, bahkan ada yang cerita dia abis putus! Man, gue aja belum sempet mikirin kisah cinta gue, lah ini ditambah kisah cinta mahasiswa yang seringkali bikin gue iri karena gue sadar masa mahasiswa gue udah expired.. dan gimanapun, gue berusaha jadi dosen yang baik dengan memberi solusi dan saran yang baik, 'cari yang baru' haha! Oke cip, serius dikit.

Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian kepada Masyarakat memang sekarang udah jadi tugas utama dosen. Karena selain berkewajiban memberikan pengajaran serta ilmu yang sesuai dengan kemampuan mahasiswa, dosen juga harus berdasarkan Ipteks yang perkembangannya semakin hari semakin cepat (Pendidikan), seorang dosen juga berkewajiban untuk melakukan pengembangan ilmu pengetahuan sesuai dengan bidang ilmunya masing-masing (Penelitian), tapi di sisi lain, selain mengembangkan diri juga mahasiswa di bawah sistem Perguruan Tinggi, seorang dosen juga dituntut untuk mentransfer hal bermanfaat (seperti ilmu pengetahuan dan teknologi), kepada masyarakat sekitar agar tercipta masyarakat yang lebih sejahtera dan sumber daya manusia yang lebih baik (Pengabdian kepada Masyarakat).
Meja Kerja gue disini, berkas yg di belakang belum dirapihin

Phew, akhirnya gue bisa ngomong bener juga haha, yah itulah intinya, tugasnya jadi dosen banyak. Gue pikir jadi dosen enak yang penting ngajar, terus bisa deh ngerjain yang lain. Tapi ternyata engga, ada penelitian dan ngabdi juga, selain itu juga disini sebagai pioneer dari universitas, masih banyak yang harus dievaluasi dan diperbaiki, jadi selain tugas tadi, kami harus mampu melakukan manajemen bersamaan dengan mengembangkan sistem agar menjadi lebih baik. Jadi dosen itu capek, tapi asik! banyak mendengar, banyak belajar, banyak tahu hal baru. Jadi dosen itu beban dan masalah kalo ngejalaninnya ga ikhlas, tapi kalo dijalanin dengan senang hati, jangankan kerjaan banyak, balik malem hampir tiap haripun bakal tetep nyenengin kok.. ya walaupun alasan lain gue sering pulang malem soalnya belum ada yang nungguin di rumah, jadi lebih baik ya di kantor aja kerja hahaha.. (miris).

yang terakhir dalam post ini, menyandang gelar dosen itu bukan hal mudah, karena tuntutan untuk selalu menjadi lebih baik, selalu aktif, juga selalu peka sama lingkungan dan diri sendiri. Dibutuhkan rasa tanggung jawab yang besar untuk mencetak generasi selanjutnya yang lebih baik. berat memang, tapi gue juga yakin, selama yang kita lakuin itu berlandaskan niatan baik juga ikhlas, Tuhan bakal kasih penghargaan ke kita dalam bentuk apapun, ntah berupa naik kelas atau naik level dalam kehidupan, atau apapun. Kesulitan bakal selalu ada, tapi Tuhan gapernah berhenti merhatiin kita. Semangat kerja!!

--
Masa kuliah memang gapernah ada yang ngalahin, semangat kuliahnya buat para mahasiswa dan pejuang skripsi, thesis, dan desertasi!

Monday, September 14, 2015

Ketiga

Detak,
Bila aku boleh sedikit mengulang waktu menuju beberapa hari lalu, kirim aku segera, pada waktu dimana degup berhenti sejenak karena harap, fatal yang kulakukan, aku melakukan pola berulang.
Aku yakinkan diri berkata, "Tapi kali ini berbeda." yang aku tahu itu hanya untuk menyenangkan diriku saja. haha. dasar Buta!!

Aku ingin sekali lagi merasakan jatuh cinta,
rasa yang meluap, terberi dan terbalas dengan kadar yang pas, tidak kurang, tidak lebih. Agar aku tak lagi iri melihatmu dengannya, tak lagi mencari namamu di media sosial untuk memastikan kau masih dengannya sementara aku menikam rasa dengan mata yang melihat visualmu dengannya.

Sekali lagi aku mencari sebuah nama yang aku hapal dengan sekali baca, kecerdasan kugunakan untuk menelusuri, hingga beberapa tahun lalu, sampai aku bosan dengan yang aku lakukan.

"Karena jingga tak pernah tinggalkan senja.", katamu.

Wednesday, September 9, 2015

senyum hitam putih

Rupa itu titipan Tuhan yang terkikis waktu. Lupakah kamu bahwa kencangnya kulit akan berganti kerut, sesaat lagi? Sekalipun tak lagi kesat, hati tak akan kunjung tua ataupun lekang.
Wajah yang kupandang itu hitam putih, beku, tak bergeming, pucat pasi, abadi.. namun tesungging senyuman suri yang diam terabai, Jangan lupa sisakan aku sedikit diazepam ketika kamu keluar dari ruangan ini. Karena aku tau medis tak dapat mengobati luka kasat. Titik air yang malu untuk turun dari langit siratkan aku harus berhenti berpikir, tenangkan diri. Sejenak.

Rasa merupakan tema yang mungkin tak akan pernah aku jengah menulis tentangnya, pola yang terus berulang dengan objek yang berbeda jelas tak akan membuatku bosan. Jenuh-berpindah sudah menjadi aturan yang membuat kita bertemu dengan nama baru pada suatu garis takdir. Titik temu antara dua pejalan waktu, mungkin akan bersatu atau berpisah, ntah sementara atau selamanya. Kepada kamu, September, menahan rasa adalah hal terbodoh yang dilakukan oleh seseorang yang bebas dan terbiasa melakukan apa yang diinginkan. Aku cuma tak ingin menyesal melihat kaus hitam yang kaukenakan itu dia pakai, biar sini aku saja yang menggunakan.

Monday, September 7, 2015

draft lama rasa baru

Bila ternyata aku suka kamu, itu bukan masalah, 'kan? Aku yang menjadi sulit lepas dari ponsel, atau sekedar menahan diri untuk tidak melihat profilmu. Aku menjadi tidak waras.
Sial!
Mengenai rindu, sedikit yang membicarakan.
Tak akan berguna membicarakan rindu. Selain pelaku, siapa yang tahu kadar rindu sesuatu?
Mengenai rindu, banyak yang merasakan, lebih banyak yang membiarkan.
Rindu itu seperti kamu, morfin bagiku. Mampu memberi ketenangan namun melemahkan di saat yang sama.

Sunday, September 6, 2015

Rasa memang tidak butuh kalimat tanya, dia hanya butuh sedikit keberanian serta kejujuran untuk dapat diungkapkan...

Mengenai rasa dan nyata seringkali tak adil, kurasa. Lihat saja kita, kekaguman yang disimpan begitu saja, dibiarkan membusuk dan menyatu kembali dalam kubur hati tanpa pengungkapan. Sering aku tersenyum paksa menunjukkan lukisan wajahmu di muka ponselku, getir, karena ragu juga dingin yang menelisik perlahan karena aku tahu kepemilikan tak bisa aku pancangkan, antara aku dan kamu.

dingin.

Aku teringat sekali lagi, bagaimana aku menertawakan serta mencibir perempuan yang merangkul erat seorang lelaki, cibiran antara iri dan benci, tak tahu aku mana yang lebih dominan, aku hanya ingin mencibir, mungkin. Serta betapa aku kagum bila melihat sepasang renta, diantara lemah saling melindungi dan memberi rasa nyaman yang biasa, meski mata meredup namun kasih yang terpancar tak akan dusta.

Sekali lagi aku buka mesin pencari, merangkaikan huruf untuk membentuk urutan konsonan vokal pembentuk panggilanmu, kutekan pelan tuts kemudian memutar perlahan halaman, teliti aku mencari, berharap bisa sedikit mendapatkan informasi, yang semakin kucari aku semakin sadar, aku semakin tenggelam dalam arus ini, untuk entah kesekian yang keberapa. Aku tenggelam perlahan, nikmat, menuju mati rasa.

Kamu datang dalam mimpi, memberi senyum, kemudian pergi ketika mata terbuka.

Aku ingin bertemu, bukan untuk memiliki.

Itu saja..


--
ya, itu saja untuk saat ini.. bukan ungkapan atau keberanian, hanya kejujuran.

Saturday, September 5, 2015

salahrusak!

Yang mahal itu bukan ketika benar, tapi ketika sadar yang dilakukan salah dan berhenti melakukannya.

Namanya salah ya lebih banyak enaknya dibanding ngelakuin yang bener, yang bener ga bakal segampang itu buat konsisten dilakuin.

Gue belum kenal dia, bahkan ketemu langsung juga belum, tapi gue sadar, yang gue lakuin ini salah. Ada rasa penasaran yang bikin adiksi buat gue. bahkan alam sadar gue mengakui dia menarik. Gila!!!
Adiksi? jelas itu adiksi, karena degup ini lamat lamat berhenti, hingga tak berdetak sesaat ketika melihat, tak ayal rasio dan rasa tak lagi beriringan. bagiku kamu aditif, resiko, juga cari mati!

Ah, aku ingin menuliskan dirimu secara lebih, atau sekedar menumpahkannya di layar putih ini sekalipun tak akan kamu tahu, tapi apa untungnya bagiku?


--
`rusak saja!`, itu kata hatiku~

Thursday, July 23, 2015

So(si)al media.

Jangan biarkan sosial media merenggut kebahagiaan di dunia nyatamu, sementara kau membagi semua yang kau lakukan tanpa ada lagi rahasia kepada mereka yang belum tentu peduli kala kau sulit, demi eksistensi.
Engkau sibuk berbagi kepada dunia, sementara manusia yang sedang bersamamu tak kau hiraukan, disitu kita sedang beteman, katanya.
Bermisteriuslah sedikit, Kawan. Berbagilah ketika bahagia dan pantas untuk diberitakan. Bukan mengumbar setiap saat yang bukan pada tempatnya, ketika perlahan nyata berubah digital.

Perhatian itu bukan sekedar notifikasi 'like' atau 'love' di layar kotakmu..

_karena ada soal dan sial dalam sosial..

Wednesday, June 24, 2015

...

'kan bener, akhirnya jalan berdua. kaya gitu pake acara pretend dulu.'
haha, itu yang barusan aja kelintas di otak gue abis ngeliat temen gue jadian sama simantan. haha. gapenting. 
dan memang ternyata hidup makin kesini makin serius ya.. makin sering dapet undangan nikah dari temen temen gue, ntah temen smp, temen sma, temen tk, bahkan yang bukan temen gue  dengan cara yang macem macem juga, ada yang udah pacaran lama tapi ga nikah nikah, ada yang nikah sama kakak kelas yang notabene gapernah pacaran eh tau tau nikah, ada yang nikahnya gajelas, macem macem deh. ga kerasa banget waktu jalan cepet, waktu lari, friksi waktu yang nilainya makin lama makin kecil yang bikin makin sedikit waktu yang kerasa lama.

gue sendiri sekarang mulai ngejalanin hidup yang 'serius' itu. haha. anyway sejak terakhir posting gue, kayanya gue belum pernah bilang kalo gue sekarang udah menjalani keseriusan itu ya? ya ga ada yg peduli juga sih memang gue kerja apa, tapi yaudahlah minimal gue peduli. intinya, gue sekarang udah kerja. gue sekarang udah jadi DOSEN!! hahah!

dosen??

iya, dosen..

oh. okay..

udah gitu aja sih. udah mulai masuk ke babak baru hidup gitu gue, yang biasanya ngerusuhin dosen, biasanya ngomongin dosen, biasanya niruin dosen, sekarang gue yang jadi objeknya. huhuhuh. dari yang biasanya asal asalan sekarang harus banyak nata diri, yang biasanya ngomong seenaknya sekarang harus lebih jaga perkataan sama emosi, yang biasanya ngelakuin apa aja semaunya sekarang harus lebih hati hati. tapi kalo soal unyu sama gantengnya sih udah gabisa ditawar lagi, ya harus tetep ganteng nan memesonaahhh! (Harus banget pake 'h', Cip?)
sebagai seorang dosen yang baik, gue masih harus banyak belajar memang, karena namanya dosen beda banget dibandingin jadi sekedar asisten dosen apalagi mahasiswa. tapi ya gapapa, memang gitu konsekuensi dari sebuah pilihan, bukan? yang paling penting harus selalu memperbaiki diri juga semakin banyak belajar dan menata diri (dan harus tetep jadi diri sendiri juga sih menurut gue).

Sumber: Google

--
dosen memang salah satu cara punya banyak koneksi juga belajar!

Friday, April 24, 2015

Tuhan memang baik, Dia ingatkan aku dengan banyak cara..
Ketika aku merasa sesuatu milikku, Dia mengambil kemudian memberiku milikNya yang lebih baik.
Ketika aku merasa telah membuat rencana terbaik versiku, perlahan Dia menggagalkan rencanaku dan memberi ganti yang lebih sempurna.
Ketika aku merasa tak ada lagi yang bisa kuharapkan, Dia menepuk pundakku dan memberikan tempat berharap yang paling nyaman..
Karena Tuhan memang baik, Dia selalu memperhatikanku..

Friday, April 17, 2015

Maling!

Peluhnya mengucur, pakaiannya 
sudah 
mulai basah oleh air 
badannya sendiri

Dalam kelam, ia mengendap-endap, tak
bersuara
ia menajamkan pandangannya,
memperhatikan
sekitarnya


"Malam ini harus berhasil!"

Thursday, April 16, 2015

medan magnet

Pada suatu ketika, kita akan saling mendekat, berotasi pada sudut yang sama
berpolarisasi seperti kutub utara dan selatan, saling mengisi,
menuju
tujuan yang sama
menjadi sangat dekat
tapi tak menyatu

hanya sangat dekat

Seperti medan magnet berbeda yang
tarik menarik, kita bertemu dan saling
mencari tahu
untuk
menjauh


Wednesday, April 15, 2015

Teduh Maret menyimpan
banyak
cerita yang belum
tersampaikan

Ibu, aku merasa
bersalah dengan 
apa yang aku lakukan
terpercik
senoda darah

pekat

Seringai
bengis dan tatapan
sebelah
mata ingin menjamah
menjajah
hati yang bebas

aku merah

resah

--
maaf, Maret..
"Au de dans"

katamu

aku duduk

merapal kata katamu

sekali lagi

tak tersentuh

--
"Dalam tiap kata di dalam puisi, terdapat nyawa yang hanya penulisnya saja tahu artinya apa.", katanya.

Thursday, February 5, 2015

Tami dan Kila

bon, je veux bien d'introduir cettes deux filles, elles sont mes amies. elles s'appellent tami et kila (bukan nama sebenernya)..
ntah kenapa tiba tiba gue pengen nulis soal mereka, yah, to be honest, ini sih hasil usilnya temen gue ngisi kuisioner (red: jebakan betmen) yang dikirimin tami ke gue ketika gue nyetir semalem dari surabaya ke semarang tanpa sepengatahuan gue yang berakhir gue dicengin sepagian ini sama mereka. eh ga cuma pagi ini ding, akhir akhir ini hidup gue sering banget direcokin sama mereka memang, haha. tapi tenang, ngerecokin dalam arti positip kok tam, kil. haha.
oke, sebenernya dua orang sahabat ini gue juga belum tau bentuknya gimana, yah, jangankan bentuk, mereka manusia apa bukan aja gue belum tau, dan sekalipun mereka manusia, gue ga yakin gitu mereka manusia (wanita) seutuhnya.. hmm. :|
awal mula temenan gue sama mereka sih sebenernya udah lama, tahun lalu pas gue jadi penyiar di Radio PPI Dunia, tami ini salah satu listener gue yg bawel, dan lumayan sering dengerin gue pas siaran, sempet juga gue ajak siaran di salah satu kesempatan siaran gue.
Nah, dari si Tami inilah gue kenal sama temen2nya, terutama para roommates-nya mulai amel, adel, anel, asel, awel, kila, dila, mila, nila, kisa, dan lainnya. banyak. dan mereka semua (termasuk gue) sama sama punya satu kesamaan, JOMBLO! haha.
yah, banyak hal gajelas dan gapenting yang kami obrolin, tapi ga jauh jauh dari status yang berujung baper sih. haha. si tami yang kayanya single padahal engga (atau mungkin menuju engga), si kila yang ngakunya single tapi ternyata suka flirting flirting (untung gue udah kebal sama flirtingan cewe, kalo cowo gatau deh) dan konon katanya sih lagi deket sama seorang pendeta muda gitu.. ahaha, intinya sih sekalipun single atau engga sukses deh buat kalian berdua menjalani status dan mencari arti dari jadi wanita seutuhnya, karena menurut mereka wanita seutuhnya itu adalah momen ketika udah punya pasangan, jadi kalo belum punya pasangan ya berarti belum jadi manusia seutuhnya. gue sih penasaran aja mereka ini sebenernya terbentuk dari tulang rusuk laki laki atau bukan sebenernya. haha.. (maaf sedikit dibuka disini ya, toh kalian namanya udah disamarin kan? :D)
tapi gimanapun mereka, mereka anaknya baik kok, pinter, jago english, punya cita cita tinggi, terus juga supel (yang ini beneran), sayangnya cuma satu, ribut banget kalo udah bedua, suka jejeritan juga, gue yang paling ketemu atau ngobrol via telpon juga skype aja suka cape denger mereka teriak teriak, apalagi kalo ketemu langsung, gue yang pendiem ini pasti bakal makin kicep. atau mungkin gue jadi sasaran bully mereka. ah nasib..
udah ah, itu aja, barusan aja gue  kelar ditelpon mereka cuma karena macet diperjalanan dari rumah kila ke kampusnya, gue yang sedari pagi cuma gegoleran di kasur menikmati pagi sambil nungguin hape yang sepi karena chat gue yang dibales lama terpaksa melek dan ngobrol sama mereka dengan suara serek serek seksi..
met ujian hari ini deh tam, kil, semoga lancar. terus buat cowo cowo yang lagi deket sama kalian jangan terus terusan di phpin, kasian atuh apalagi di flirtingin mulu sama kila. status itu kan sebenernya cuma status, yang penting yang dirasain sama orang yang lagi deket sama kalian kan? *azeg* :3
yak, terakhir mau gue kasih bonus foto salah satu dari mereka, taraaa!!

yah ini salah satu dari dua buron. hayo tebak ini siapa?? :))

--
tami sama kila ini asli baik loh walopun nyebelin! :))

Thursday, January 15, 2015

Ekonomi ke Surabaya!! :))

Yeay! Akhirnya gue ada kesempatan buat nulis lagi. Hahah. Posisi gue sekarang ondewei ke Surabaya dong! Hahahah. Ah ga kepikiran gue bakal ke Surabaya dalam waktu dekat ini. Terlebih ketika gang dolly udh ditutup, guepun makin gapunya alasan buat ke kota itu. HAHA.

Oke jadi gue jalan ke kota pahlawan itu sebenernya dalam niatan suci.. nyari jodoh! Haha. Jodohnya tapi dalam bentuk rezeki. Skalian ngebolang.. jalan jalan yang rencananya sekalian mampir ke Sragen, Solo, jga Jogja.. lkat nanti aja mana yg kesampean mana yg engaga hehe..

Perjalanan kali ini tadinya mau gue jalanin sendiri :') dan ternyata datanglah seorang makhluk bernama Vian yang gue ajak buat nyari jodoh d Surabaya dan entah kenapa  khilaf buat bareng gue ke Surabayanya. Jadilah kami duduk berdua unyu unyuan samping sampingan di kereta..

Ah!! Gue naik kereta! Dan kereta ekonomi! Hahaha. Yeah ini berita besar buat gue karena gue phobia gitu naik kereta ekonomi. Karena pengalaman gue pertama dan terakhir naik kereta ekonomi itu sekitar 5 tahun yang lalu ketika harga kereta ekonomi masih 20 ribu dimana masih banyak abang abang cangcimen cangcimen (kacang kuaci permen) dan orang orang duduk di lantai bersama semua bau pesing juga keringet yang melanda.. gue yang unyu ini kebetulan waktu itu duduknya di lantai dengan kondisi kereta jalan mundur. Walhasil itu bikin gue trauma. Cedih abang dek :') sejak saat itu, gue selalu naik bus... yang walaupun ekonomi ga akan ada ceritanya gue duduk di lantai bus sambil posisi ngadep belakang bus..

Yah itulah dia dulu ceritanya.. gue berangkat ke Surabaya berasa mau naik gunung soalnya bawa Sleeping Bag jga alas tidur karena rencananya gue bakal tidur di mushola atau SPBU ketika di Surabaya. Oiya, di kereta gue kebetulan ketemu sama temen pas kuliah yang namanya Puti,asalnya dari Lampung jga sama kaya gue tapi skrg tinggal di Surabaya. Kita liat apa dia terketuk hatinya untuk nawarin gue sama Vian numpang di rumahnya. Kalo engga yaudah fiks di mushola. Doain gais.. nanti gue apdet lagi.. bhay..

Sebelum udahan gue selfie dulu ah sama temen perjalanan gue ke Surabaya, masvianyangcelalucendili.. :))

--

Sunday, January 4, 2015

permisif untuk pergi

pagi ini aku sedikit terusik dengan beberapa hal yang tiba tiba datang terangsang nada di telinga juga huruf yang aku baca baru baru ini.. ah iya mungkin pula karena beberapa percakapan denganya beberapa waktu terakhir.

"am i a single fighter or just a loner?"

pertanyaan yang tak seberapa aku gubris ketika hal tersebut dibicarakan karena aku tahu jawaban dimana aku. pertanyaan yang menjadi sebuah pertanyaan lanjutan ketika aku membaca tulisan seorang teman.. 
mungkin benar aku menikmati keadaanku saat ini, ketidakpekaan, atau mungkin sekedar menyukai kebebasanku untuk melakukan apapun tanpa terikat, tanpa memikirkan orang lain apalagi memikirkan perasaan. di pikiranku hanya bagaimana caranya aku membahagiakan diriku dan juga memuaskan hasrat yang seringkali aku tahan ketika aku bersama siapapun diluar aku. aku bebas berlogika, bebas berbuat, tak terbelenggu dengan dunia luar, hanya aku dan duniaku, ah betapa menyenangkannya aku bisa menikmati duniaku tanpa batas, mengagumi diriku sendiri, memuji diri atas apa yang aku capai, dan bermain hanya dengan perasaanku sendiri, tak melibatkan orang lain terlebih merugikan orang lain.. tak akan..

namun ketika sudah tercemar dengan perasaan, logika akan berubah proses kerjanya, tertahan kolesterol perasaan dan kurang terlumasi oleh pikiran murni, lajunya akan sedikit terbeban untuk memikirkan orang lain. karena penumpangnya bertambah tak seperti biasanya, membuat terbiasa untuk mengalah demi sungging senyum. padahal duniaku sungguh keras, atau sebut saja aku orang yang keras agar aku tak terkesan menyalahkan selain aku.

dan aku tak ingin, ketika seseorang mengenal duniaku, dunia yang berbadai gersang, hujan sesaat dan kemarau panjang tiba tiba, aku tak ingin mereka hanya akan memberi raut muka tersirat pesan, "ternyata begini duniamu.." atau bahkan, "ah hanya segini duniamu?" pada dunia yang benar benar aku kagumi, dan kemudian pergi.

sebut saja beberapa nama yang sempat menambah warna ketika aku sedang asyik melukis duniaku. mereka datang, menambah rasa juga membuat beberapa nada lagu menjadi begitu berarti ketika didengarkan kembali. terbuai aku bernyanyi, berselimut dingin berteman dawai gitar. dan tak berapa lama ketika aku membukakan pintu duniaku sembari tersenyum, mereka hanya terdiam di pintu itu, melihat suasana tanpa ada keinginan untuk masuk, perlahan beringsut pergi. permisif aku melihat kepergian perlahan itu sembari tersenyum dari dalam, tanpa melambaikan tangan, tanpa ucap perpisahan, karena memang tidak ada perpisahan disana.


"akankah kamu bertahan? atau hanya sekedar perasaan nyaman sesaat yang berujung memilih untuk pergi seperti mereka?"

bertahan atau tidak, itu pilihanmu, karena aku sungguh menyukai duniaku, yang akan selalu aku nikmati betapapun berliku, terjal dan curamnya. akan aku jalani dengan atau tanpamu yang ingin berbagi dunia denganku, bahkan tanpa kamu perlu tahu..
toh kita sama, aku pergipun, kamu tak akan mencari bukan?

--
jangan berlari ketika hujan, nikmatilah. karena hanya ada kamu dan dirimu diantara hujan itu.
menurutku, kadar dari sebuah kekaguman atau kesukaan akan sesuatu itu sangat tergantung sejauh mana kita mengenal atau tahu sesuatu tersebut.. seiring kita mengenal sesuatu lebih baik, kadar suka kita akan terpengaruhi, mungkin akan membuat kita semakin nyaman dan tekun, atau justru membuat kita berhenti menyukainya. contohnya saja kegemaranku merawat kendaraan tua yang aku tekuni akhir akhir ini, semakin aku tahu semakin aku suka, ada hal yang semakin membuatku penasaran kenapa bisa begini dan begitu yang membuatku tak berhenti mempelajarinya.. 
tapi mengenai manusia, itu akan menjadi lebih rumit, karena manusia merupakan objek paling dinamis dan kompleks, tak tertebak dan tak dapat dimengerti secara sempurna, manusia sendiri bukan ilmu pasti dan merupakan sebuah ketidakpastian. menyukai adalah sebuah pilihan, bagiku.

--

Wednesday, December 10, 2014

Tahan sedikit saja. Nanti akan hilang sendiri. 

Tak perlu kau lepas, biarkan ia. Tetap berada dalam kotak besi tua itu. 

Sedikit saja kau lepaskan kunci, dia akan membabi buta, mengejar, melukaimu. Sementara kau bertanya-tanya, 'Mengapa?'.

Sebentar lagi, dia akan hilang sendiri..

--
Mungkin karena belum siap

Tuesday, December 9, 2014

suka diem diem, diem diem suka...

halo pagi di bulan desember,,  banyak draft yang gajadi gue selesein hari ini. tapi yaudahlah masih banyak waktu.. beberapa hari terakhir gue lagi banyak sibuk sama urusan bengkel ngurusin blue (bahkan postingan soal blue belum gue kelarin). terus juga akhir akhir ini banyak ujanan, sama terakhir weekend kmrn gue nginep di gunung.. ya bukan tendaan sih lebih ke nginep di villa di dataran tinggi gitu. tapi asik.. oiya, baik ujanan sama nginep di gunung gue lakuin bedua,, bedua sama blue..

gue kangen nulis, gue kangen jalan jalan sendiri, dan gue kangen ngerasain suka.. ya suka aja deh, ga harus jatuh cinta (huek).. yang sukanya diem diem jga gapapa.

ngomongin suka diem diem, sebenernya sih gue lagi kagum gitu sama seseorang, tapi dicuekin.. yah apa daya namanya juga diem diem, konsekuensinya ya didiemin juga. namanya gatau.. tapi gapapa, sekalipun gue diem diem gue tau kok dia ngelakuin hal yang sama kaya gue, dia juga diem diem sama gue.. tapi diem diemnya bukan suka atau kagum sama gue, tapi diem diem dia ngediemin gue sama diem diem dia nyuekin gue..  :|

well, suka diem diem itu ibarat lo mau makan tapi lo ga ada makanan.. laper kan? tapi lo males keluar buat beli makan. buat beli makan aja males apalagi masak. kebayang kan? (oke ini sebenernya pengalaman gue sebagai expert di dunia perkosan.. (per-kos-an loh buka per-kos-a-an)). yah begitulah kondisi suka diem diem. mungkin bakal banyak kode dilempar di udara, mungkin juga banyak kode keras. apalagi pas dia online.. tapi ya kadang percuma juga gue lempar kode, dia jga ga bakal tau, gue kepo dia, dia ga kepo gue. ya jadinya diem diem juga..

tapi di balik suka diem diem itu ada nikmatnya juga. nikmatnya itu ketika lo ga ditanggepin atas semua kode yang lo buat,. contohnya aja waktu lo nulis sesuatu di twitter, path, ataupun blog lo soal dia.. yang hasilnya udah hampir bisa dipastiin yang ga jauh jauh sama kaya rumput yang bergoyang.. ga bakal dipeduliin.. ya wajar sih, path gue ga temenan, twitter gue ga difollow, apalagi blog kusam ini.. jadi yaudahlah terima aja.. mending gue temenan sama om ebiet buat tau gimana caranya ngobrol sama rumput..

satu konsekuensi yang patut lo tau dari suka diem diem., yaitu bakal jatuh cinta sendirian, begitupun ketika patah hati, lo juga bakal patah hati sendirian.. (oke itu berarti dua konsekuensinya)

ketika lo suka diem diem.. lo bakal bisa senyum senyum sendiri dan tiba tiba nulis ini itu.

#np TheRain - Belum Gila


--