Monday, May 15, 2017

Senista itukah? Hingga aku dikunci dan tak boleh lihatmu lagi?
Bahkan bukan hanya aku. Sebegitu dibencikah?

Bila masalah ada di aku, perlukah kau kupinjamkan belati untuk menghujam?
Atau kau lebih suka gunakan pisau bedah agar bisa menikmati menyiksa pelan-pelan?

Padahal dengan diam itu cukup sudah.
Masih kau tambah menjauh beri jarak.
Tak hanya aku, tapi keluarga.
Padahal aku yang bermasalah.

Cukuplah buat aku rasa bersalah, cukuplah aku yang kau aniaya.
Mungkin cahayaku terlalu redup, terlalu takut untuk berhadap dengan sang surya.

Tanpa antiklimaks kau diam dan senyap.
--

Saturday, May 13, 2017

Gambir

Duduk disini, mungkin lebih dari 12 jam yang lalu, masih.
Ntah sudah berapa pasang mata yang melihat, mulut yang menanyakan arahku kemana.
Aku hanya jawab dengan senyum dan kata, 'aku sedang menunggu..'
'Siapa?', telisik mereka.
'Dia, yang mungkin tak tahu aku disini.'

Merekapun tertawa.

Ternyata ini rasanya menunggu.
Dingin, tak dipedulikan.
Bahkan lambung meronta tak terasa, aku baru makan kemarin.

Ditemani botol air mineral kosong dan tas berisi sepotong baju.
Juga kecamuk yang tak henti melanda.
Antara menghubungimu dan kabari aku disini.
Atau nikmati perasaan menanti yang pasti tak pasti.

Bungkam

Ternyata aku sepengecut itu..
Bahkan untuk ucap sepatah katapun aku tak berani..
Padahal sudah kau angkat di ujung sana dan berucap, 'halo'..

Lidahku mati rasa.
Refleksku hanya memutuskannya.
Aku tak mampu berpikir lagi, seperti tak punya otak.

Padahal itu suara yang aku nanti.
Padahal itu teduh yang aku cari.

Tapi nyatanya aku tak mampu sampaikan apapun....
Aku hanya pengecut.
Tak pantas.

Thursday, May 11, 2017

Pinastika

Sebut aku munafik, mengharap namun tak mungkin memiliki.
Tak seharusnya lelaki berair mata, bila terjadi, tak pantaslah ia untuk jadi tempat bersandar wanitanya.
Tapi ternyata separah ini..
Sial..

Aku bukan lelaki yang mudah percaya dengan ajakan manis ini itu, apalagi yakin dengan sosok wanita..
Bagiku hubungan yang dilabeli 'serius' hanya akan merusak fokus bangun masa depan.
Mengubah perspektif dan buat waktu terbuang untuk satu sosok yang belum jelas akan jadi apa.
Aku lebih disuka disebut penyendiri dan cerita semua masalah pada tembok putih diam.
Toh, orang tak akan perduli soal aku hari ini makan atau tidak, bahagia atau tidak, lebih baik aku bungkam.

Namun nyatanya..
Pertahanan yang aku bangun sedari lama agar tak jatuh hati termasuk denganmu akhirnya runtuh untuk kau susupi.
Kau usap perlahan hati, kau masuki, dan kau penuhi dengan cerita, angan, dan mimpi.
Hingga aku tak awas dengan kemungkinan akan dirimu pergi.
Dan akupun jatuh terlalu dalam, percaya akan pondasi yang kita bangun kini.

Jadikanmu bagian dari dunia penyendiriku, bahkan kutitipkan harapan padamu.
Jadikanmu semangat untuk membangun waktu yang lebih baik nanti, tak susah seperti sekarang ini.

Tapi,
Aku terlalu lama berhangat dengan angan, lupa ada dingin yang siap menusuk harapan.
Aku terlalu larut bahwa mimpi kita sama, yang tetiba saja kau datang bawa realita soal beda.

Pesanmu yang terakhir, 'aku bahagia, dulu..'
Berbahagialah, selalu..

foto yang tak kubagi, karena dokumen pribadi.
img src: dokumen


--
'if it's love, it doesn't hurt, right?'

Wednesday, May 10, 2017

Hijrah

Tak lagi aku mengenalmu.

Asing.
Seperti orang baru.
Kaku.

Hijrah, katamu..

--
Ps. Tongsengnya lama

Monday, May 8, 2017

mercusuar mimpi

Ternyata cita-cita masih memercusuar tinggi.
Untuk buat bangga orangtua yang mengasihi .
Untuk buat mereka tak lapar berhari-hari.

Bukan hanya memikirkan perut sendiri, itu yang semalam kita pelajari.
Bukan hanya mengedepankan ego, harusnya kita saling peduli dan semangati.
Bukan hanya mencari pemuas nafsu, tapi lebih dari mimpi..
Agar dapat berbagi.

Munafik bila aku tak ingin segera bersama pendamping, pembuat tenang hati.
Yang membuka lebar tangan ketika aku pulang sehabis pergi,
Untuk dipeluk dan disenyumi.
Mungkin diri harus bersabar lebih dari ini.

Belajar mengikhlaskan, walau setengah jiwa merana rintih

Karena ternyata mimpi ada, masih.
Untuk melihat dunia lebih dari ini.
Untuk lebih banyak manfaat kuberi.

Untuk merasa jatuh cinta
lagi..

Cabo Da Roca - Cascais

--
The Rain - Hingga Detik Ini :")

Saturday, May 6, 2017

Iri sendiri

Aku malas melihat media sosial yang penuh bahagia. Mungkin aku iri mereka bebas mencari sedang aku sendiri..
Mungkin karena ada iri dalam sendiri. Baiknya lihat lebih dalam lagi.
Tak terkekang masalah, berbahagia dalam mencari, ketika bertemu tak takut ditinggalkan karena lihat isi asli.

Atau aku yang tidak bersyukur?

Aku dengar malam ini ada suara dengkur setengah tersengal.. ketika kuhampiri hatiku nelangsa melihat nyata. Sesuatu yang aku miliki sekitar 6 tahun lalu kini tak mungkin kembali. Bahkan, aku tak tahu bagaimana hadapi ketika salah satu pergi.

Sederhananya, aku inginkan damai. Tak ragu memilih.

Tapi nyata berkata lain. Inilah hidupku.
Yang perlu orang tahu aku baik dan bermutu.

Selamat malam, Rindu.
Suatu saat aku ingin bersandar dan mengeluh di pundakmu..

--

Friday, May 5, 2017

Kutu Buku

Memandang wajah lesu para penimba ilmu.
Mungkin jenuh dengan aktivitas membaca buku.
Lebih ingin bermain ketimbang membangun pondasi masa yang nanti berlalu.

Ujian tengah yang mungkin terlalu baku.
Sibuk dengan permainan ini itu.
Yang lebih menyenangkan dibanding mendengar ceramah tak mutu.
Mungkin belum tersandung butuh untuk isi perut anak istrimu.

Agen perubah zaman menjadi maju.
Pengisi kemerdekaan dengan pikiran yang lebih baru.
Bukan apatis namun pemrotes birokrasi yang tak pandang bulu.
Apa kita harus malu?

Mungkin kita harus malu pada Tuanku.
Pada Tuhan yang tak merugi bila tak disembah hamba sepertimu, sepertiku.

--
UTS

Thursday, May 4, 2017

Mungkin memang begini caraku bercerita. Kesan tak menghargai karena aku justru berbagi dengan tulisan dan membagikan pada dunia tentang yang kurasa. Bukan justru padamu yang menunggu cerita hariku.

Tapi itulah aku dan egoku.

Wednesday, May 3, 2017

Merengkuh rindu

Tak ada lagi tangan yang biasa menggenggam.
Tatap lekat penuh kasih.

Tak ada lagi perjuangan untuk nanti.
Tinggal berjuang untuk diri.
Untuk masa depan, bukan hari ini.

Terpisah jarak.
Tak bertemu fisik.
Tak lagi berkomunikasi.

--
Pergi

Tuesday, May 2, 2017

Sekali lagi

Kalau aku boleh cerita dengan clarias yang berenang tak kenal waktu.
Aku mau cerita soal kamu.
Soal kamu yang sering aku curhatkan pada Tuhanku.
Soal kamu yang beri semangat cuma karena lihat foto di hpku.

Kamu marah mungkin.
Karena waktuku kurang untuk beri komunikasi.
Karena lidahku selalu sinis tak pandai beri puji.
Cuma bisa tulis sana sini lalu menyimpan bangga hati.
Atau sekedar bikin draft lalu simpan peluk hingga waktu ketemu nanti.

Tapi.
Kamu.
Berpaling.
Pergi.

Setahumu,
Rinduku mungkin tak semenggebu kamu.
Tapi kamu harus tahu, legam kena terik ini kusiapkan agar kamu nanti tak perlu susah kerja untuk sekedar beli susu.
Atau menahan seguk tangis sembari menahan cibir dari sepupumu.
Mulutku mungkin tak selalu kata rindu.
Tapi lantun doa tak pernah absen selalu kusampaikan pada Tuhanku..
'Semoga kamu jodohku..'

Bilapun tidak.
Aku bangga bisa punya mimpi yang kubangun sendiri.
Untuk bisa punya istri
Juga punya anak nanti..

Hidup tak akan selamanya sulit.
Terima kasih sempat bertahan dan jadi tempat berhenti.
Sekalipun hati sering sesak karena sempit.
Sekalipun akhirnya pergi karena tak kuat menanti.

'Karena kasih tak akan menyakiti', katamu.

--
Selamat pergi, sekali lagi..

Thursday, April 20, 2017

Karena rindu adalah rasa yang jadi penyemangat luar biasa untuk mengejarmu.
Kadang tak perlu aku berkata atau kusampaikan padamu.
Cukup kurasa, dan siapkan masa depanku.
Untukmu.

Harusnya rindu menjadi rasa positif untuk kita.
Tapi bila nyatanya hanya jadi benih curiga, terlebih pemicu saling luka.
Untuk apa aku tak pejam hingga larut malam siapkan pondasi ini.
Untukmu?

Aku tak peduli dengan apa kata mereka tentang tulisanku.
Karena tulisan adalah buah pikir perangkai kata, tiap mereka punya jiwa.
Berlayarlah, karena aku membiarkannya tumbuh dewasa di pikiran masing-masing yang membaca.

Layaknya malam yang meneduhkan.
Hujan yang menenangkan.
Aku bersiap bekerja kembali malam ini.

Sampai jumpa saat kita bertatap muka, Rindu..

always
src: private.

--
tak perlu menggebu. bila rindu, doaku untukmu.

Gendut yang penting sehat

Menggendut!
Gue nggendut cuy, beberapa bulan belakangan gue naik 18kg, dan itu parah! padahal tahun lalu gue masih kuat-kuatnya fitness, jogging, diet karbo, dan lain-lain.
Rutinitas kerja bikin gue gabisa kontrol waktu makan gue. Tapi gue bahagia sih. Yang paling bikin gue bahagia adalah gue bisa aja malem-malem jam 12 bikin mie goreng dua porsi pake nasi! -____-

Ada yang bilang pas badan melebar itu artinya lagi bahagia.. Hmm, lemme think,. bahagia sih iya. Mungkin karena gue seneng dengan kegiatan gue sekarang, ngebangun bisnis gue sendiri! hehe.. Sudah menuju besar dan harus besar, karena banyak yang berharap. Bukan harapan palsu tapi.. hmm

Okelah, gue belum mandi. Cuma lagi kepikiran aja sama perut yang makin maju ini. Yang pada akhirnya orang yang sayang sama gue ga bakal banyak ambil pusing gue gendut apa engga, selama gue sehat dan bahagia.

X

--
'i love people who don't judge other people', Maroon5 - Daylight video clip.

Monday, April 17, 2017

Karena sejenak melepas penat dari rutinitas pekerjaan itu bisa memicu semangat luar biasa.
kita dengan ambisi masing-masing.
Dengan takdir yang berbeda hingga kini, tapi disatukan dalam pertemuan-pertemuan tak terduga.
Aku merindukanmu, sahabat. Dimana aku bisa menyayang tanpa paksaan, menggenggam hangat, tak kurang, tak lebih.

--
dua bulan lagi, ya?
Andai ada yang bisa melukiskan perasaan bertumpuk jadi satu..
Bahagia disertai degup jantung yang mengencang..
Takut, ragu, dan cemburu jadi satu.
Tak mungkin ini jatuh cinta,
karena tak mungkin seberkali-kali ini.

Mungkinkah kamu?
Penghangat kala minus derajat,
Pemberi bara semangat kala jenuh meningkat.

Masih ingat kala 'ku bangun jam 2 pagi hanya untuk mengucap,
'selamat menjalani hari.'?

--
sandar nyaman, kamu.

Tuesday, April 4, 2017

patah hati di negeri orang

Lo tau rasanya patah hati di negeri orang rasanya gimana? Damn, gue masih inget banget rasanya sekalipun patah hatinya udah lewat sekitar 4 tahun yang lalu. Gue juga gangerti kenapa bisa tu rasa patah hati masih aja keinget. 'mungkin belum move on lo cip!', itu sih yang orang bakal bilang ke gue kalo gue cerita soal patah hati ini. Tapi engga juga sih, gue udah lama gila move onnya, selain itu gue jauh lebih bahagia sama gue yang sekarang juga bersyukur ama apa yang gue punya,. Tapi ya itu, patah hati kali yang kemarin itu bener-bener bisa bikin ngebekas. *ceileh*

Setelah gue analisis menggunakan beberapa metode mengenai kenapa patah hati waktu gue di Prancis bisa kambuh sewaktu-waktu, berakhirlah pada beberapa kesimpulan..
1. Gue mungkin beneran suka sama satu sosok yang bikin ketagihan, tapi akhirnya diputusin yang bikin gue gabisa move on.
2. Ada beberapa pemicu yang bikin gue inget lagi sama kondisi ketika gue di Prancis, contohnya aja dengerin lagu yang biasa gue dengerin waktu itu, atau liat-liat ulang foto lama (foto gue di Prancis ya, bukan foto sama mantan. foto sama mantan udah ga ada. eh ada sih, cuma gatau ada dimana).
3. Gue kangen sama kondisi disana, bukan sama patah hatinya. Karena sekalipun disana rasanya total lonely dan susah ngebaur, tapi ya jadi punya semangat buat bertahan hidup, buat struggle buat ngejer apa yang dimau.
4. Kayanya itu aja dulu biar ge kebanyakan analisis.

Oke, dari  kemungkinan kenapa gue bisa inget sama rasanya patah hati sampe sekarang, gue ngerasa kayanya kemungkinan nomor 3 yang paling bisa diterima akal gue. karena gue udah move on bahkan udah sama yang lebih baik saat ini. nomor 2 juga lebih baik dibanding nomor 1 karena memang biasanya gue tiba-tiba inget rasanya sakit hati juga pedih tak berujung waktu tiba-tiba keputer lagu patah hatinya. hahaha.

Yaudahlah, intinya sih, patah hati itu menyenangkan, sekalipun gue gasuka patah hati terus-terusan, tapi ada kalanya lo harus ngeliat ke bawah biar ga nyandung, kan? hehe. Sebenernya tulisannya pengen gue bikin lebih mutu sama enak dibaca, tapi karena keterbatasan waktu yaudahlah sejadinya aja. Maap kalo kurang ngenakin tulisannya, semoga ga bikin orang-orang salah paham. he he he he.

patah hati, semacam persimpangan, dimana pada akhirnya lo harus milih ke arah mana, kan?
img src: pribadi


--
ps. lagi-lagi tulisan ga mutu karena gue lagi dengerin lagu lama
pps. gue bingung mau S3 tahun ini atau tahun depan. :(
ppps. alhamdulillah usaha lancar.

Friday, March 31, 2017

merah jambu

penghujung bulan kita bertemu.
masih dengan senyum yang sama namun hati yang beda.
Tak lagi menggunakan daster, tapi dengan hangat yang sangat tak asing bagiku.

sekilas kita bicara mengenai cerita dulu, kala aku dan kamu masih muda.
pertemanan yang lewati tahun keempat, kita hanya empat kali temu muka, anggap kita bertemu satu tahun satu kali.

sekali lagi, aku kagum.

bukan merah jambu, hari ini kamu serba hitam.
dewasa yang rekah, tertempa masalah.
merantau yang membahagiakan.
aku masih belum puas dengar ceritamu.

Indah yang tak termiliki, bagiku,

aku tak sanggup menatapmu lebih dalam.
Aku takut terjebak lagi dalam tatap mata itu, tak bisa keluar.

rengkuh, genggam, usap.
terima kasih.

kita tak bersama, tapi saling bahagia cerita soal angan, harapan, dan takdir yang begitu lucu.
aku bersama dia, kamu bersamanya.
pun aku lebih berbahagia dengan milikku saat ini.

beberapa menit ternyata cukup mengganti tahun yang berlalu.
kita bukan untuk berpasangan, tapi selalu saling berbagi.
karena sahabat tak akan lekang.

hingga waktunya kita bertemu lagi, cerita perjalanan hidup yang tak tentu.
sampai nanti, merah jambu.

--
ada kalanya dua garis dipertemukan di satu titik untuk bersilangan, bukan sejajar bersama..

Saturday, February 18, 2017

kalo gue bisa ngulang waktu

Pernah kepikir ga sih apa yang bakal lo lakuin kalo bisa ngulang waktu? kalo lo diberi kesempatan memperbaiki kesalahan-kesalahan lo atau balik ke momen-momen paling bahagia yang pernah lo alamin?

Kalo gue sendiri dikasih pertanyaan itu, beberapa hal yang bakal gue jawab malam ini adalah..

Thursday, February 16, 2017

Angin, debur ombak, dan hujan.

FEBRUARI!

Yah, akhirnya gue ngelewatin Januari hanya dengan dua tulisan aja, haha! Sayang banget sebenernya waktunya lewat gitu aja tanpa nulis karena banyak yang pengen gue share, mulai dari ngelewatin tahun baru yang ga ada apa apa, kebodohan gue, rintisan bisnis plus kesibukan gue sekarang ini, sampe cerita ngisi acaranya anak-anak Ikamala. Selain cerita yang ga kesampean, gue juga udah terlanjur mengiyakan permintaan beberapa orang buat mulai nulis lagi (disitu gue merasa bersalah karena belum bisa nepatin omongan. maaf.). Gue kadang menyayangkan cerita-cerita yang ga kerekam disini buat dibaca ulang pas tua nanti. Well, kapasitas ingatan otak yang minim bikin gue gabisa inget semua cerita bodoh yang bikin sadar betapa serunya hidup ini. hehe.

Selain menurunnya intensitas nulis cerita, gue ngerasa makin sedikit nulis tulisan sok puitis (yang terakhir kali gue main ke Semarang jadi bahan cengcengan) atau iseng bikin nada dari tulisan-tulisan gue.  Tapi ya beginilah menjadi 'dewasa', dimana waktu luang makin sempit tersita sama pekerjaan. But hey! seharusnya seimbang kan antara kerja sama main, bukan banyak kerja kurang main? Iyasih, sebenernya mainnya masih banyak, di luar aktivitas ngajar sebagai dosen, waktu gue kepake buat ngerintis bisnis perikanan juga event planner, harapannya sih biar bisa segera mapan, wahaha. Kapan-kapan deh gue ceritain soal ini.