There is a saying in Japan:
"You can close your eyes to the things you don't want to see. But, you can't close your heart to the things you don't want to feel."
Dulu denger lagu bisa tiba-tiba galau. suka tiba-tiba pikirannya kemana-mana. Bisa senyum-senyum sendiri karena mungkin lagi ngerasa suka sama seseorang. Bisa juga jadi getir karena tau rasanya ga dibales itu gimana. Hehe.
Hari ini aku berbagi dengan anak-anak muda yang mau lanjut studi dengan merantau. Menyenangkan sekali rasanya bisa lihat antusiasme muda yang belum tau beratnya mendewasa. Hehe. Eh, ga berat sih, cuma butuh kebiasaan saja.
Mungkin akan kuceritakan besok mengenai hari ini. Bahwa berbagi dengan anak muda adalah sebuah kebebasan, dimana aku bisa dengan leluasa mengintip lagi bagian-bagian mana yang kuinginkan untuk kupilih sebagai inti memori. Menjadi pendewasa dan peluruh lara.
Menjadi muda dan berbangga, berkata besar tanpa takut akan dunia. Menyenangkan rasanya menjadi diri yang tak takut mengapa. Mendewasa dengan bahagia, penuh asa, dan tak perlu rasa curiga.
--
Darmajaya, URL 2024
berusaha mengerjakan semuanya sebaik mungkin saja tak cukup. haruslah dengan segala usaha dan kebaikan yang sesuai dengan harap sekitar.
Menyenangkan karena ada perubahan, menyebalkan karena terus berjuang.
Biarlah, toh akan terasa manis akhirnya nanti kala lihat masa lampau..
--
Ternyata sudah februari... Bulan favoritku, katanya..
Hanya mengurus satu ruang saja, dimana semua kebutuhanku terpenuhi. Dari sebuah layar yang tidak perlu terlalu besar. Sebuah kotak musik yang bisa kunyalakan kapan saja. Setumpuk buku gimik agar aku terlihat rajin membaca, juga kasur tak terlalu besar dimana aku bisa melepas penat dan bermimpi setiap harinya.
Sebentar lagi akan kurasakan kembali semua aroma perjuangan itu, tak perlu berbagi, menjadi seorang introvert seutuhnya yang memakai topeng ekstro kala keluar kandang.
Ah, ruangan yang kuharap akan begitu nyaman nanti.
--
di antara jenuh berpikir dunia dewasa begitu menyebalkan..
Tak kusangka, kata-kata sederhana dari seorang kecil belum bertanggung jawab atas dosa bisa buat hati sepatah ini..
Merayakan kesedihan dengan cara yang lebih positif. Aku memilih jalan itu saja. Kenapa banyak yang bertanya bagaimana mengejar diri yang kini betul terlalu banyak kebersyukuran dan tidak terlalu banyak protes dengan keadaan? Penerimaan seringkali disalahartikan ketidakberanian atau bahkan bentuk kekalahan dan ketidakmampuan. Padahal seringkali penerimaan seringkali menjadi solusi terbaik dari beragam masalah dan keributan di benak diri.
Tak perlu mempermasalahkan kekurangan orang, hidup pada akhirnya adalah sebuah prioritas dan bentuk pelajaran. Mengenai pilihan serta pengejaran sebuah asa. Mimpi yang selalu kita yakini dalam asas kehiduipan.
Merayakan kesulitan seringkali menjadi jalan yang kulalui karena permaslahan yang silih berganti menghampiri tak lain hanya sebagai alat tempa untuk menjadi lebih tajam dan berarti. Jadi terima saja segara masalah yang tak lain adalah tungku penempaan diri.
Pandai besi tak akan menempa bahan lembek untuk dijadikan alat perang terbaik. Senjata terbaik pasti berasal dari bahan terkuat dengan proses tempa berkali-kali. Jadi siapkan diri sebagai bahan terbaik untuk menjadi senjata paling kuat!
--
Biarkanlah diriku hidup di bayangmu, meski kau tak sadari itu~~
Muter terus lagunya....
Kemarin aku bertemu dengan pengusaha muda. Saat ini masih ikut dengan pamannya yang merupakan seorang general contractor terkemuka di Lampung. Segala kegiatan yang berhubungan dengan pengaspalan jalan di satu kabupaten di Provinsi Lampung merupakan kegiatan yang dia tangani di tahun 2023.
Jangan ditanya berapa besaran angka yang dikerjakan hanya dalam satu tahun di proyek tersebut. Angkanya fantastis! Sebagai gambaran, dalam kondisi tersebut, pengusaha muda yang kuceritakan barusan saja sudah mampu membeli rumah, kendaraan roda empat, serta proses membangun tambang batu baru di salah satu lokasi yang nantinya akan menyuplai kebutuhan dari pamannya tersebut. Terbayangkah berapa? Hehe..
Luar biasa memang, kala kemampuan bertemu dengan privilege. Kebetulan dia memiliki ketertarikan di dunia usaha, dan memiliki paman yang juga merupakan pesohor kegiatan-kegiatan pembangan jalan di suatu daerah besar.
Segera saja cerewetku tak berhenti. Bagaimana aku bisa tahan melihat potensi muda seperti ini? Segala yang dipunya merupakan impian hampir 90% teman kuliahnya aku yakin. Dia mengamati seksama dan terus memendam diri. Kupikir memang tidak semua muda dapat dan ingin bersaing kini. Terlalu dinikah merasakah zona nyaman? Padahal dengan potensinya, kupikir mampulah dia untuk menjadi setidaknya staff ahli kementerian. Sudah barang tentu dengan polesan dari beberapa mentor dan pengalaman belajar tambahan juga tempaan di dunia teknis.
Tapi sudahlah, mungkin karena pertemuan jg di waktu tidak prime time obrolan kami hanya ngalor-ngidul tanpa arah. Waktu istirahat membuat kami segera berbenah untuk pulang.
Satu hal yang kuyakini: Privilege merupakan hal yang seringkali jadi poin utama kesuksesan. Namun tentu, tanpa adanya kesiapan, segala kesempatan untuk menjadi beruntung akan menjadi basi, lalu ditangkap oleh orang lain.
Maka, banyak-banyaklah bersiap agar memiliki kemampuan untuk beruntung. Hehe.
Selamat malam, Dunia...
--
ah, padahal aku masih inign menulis lebih banyak. Hanya kantukku tak tertahan.
Bertemu singkat lalu jatuh hati. Tulisan lirik perjuangan, yang berujung kegagalan. Hal yang tentu bisa buat ingat dan hidup di ingatan seumur hidup..
--
Ah terlalu banyak kebahagiaan kulewatkan, begitu banyaknya. Ya.. Begitu banyaknya. Selalu terbangkitkan dan diingatkan kembali oleh sekedar nada indah penuh semangat seperti yang sedang berdendang di telingaku kini.
Tak perlulah bersedih hati karena mimpi yang sudah terlewat dan tak tergapai. Mungkin karena terlalu tinggi? Tenanglah, mimpi tak akan pernah terkubur lalu mati. Ia hanya terlalui karena tak tersampaikan apa yang kau siapkan. Ia akan mengejarmu lagi nanti. Percayalah. Sekalipun kau kubur sedalam perut bumi, mimpimu akan bangkit sekali lagi untuk menghantui...
Ah iya, aku hari ini bertemu dengan atase pendidikan Jerman! Ah. Jerman dengan segala kenangannya. Memang aku mungkin belum siap meninggalkan segala bahagia dan menghadapi realita. Pak atase mendengarkan dengan seksama apa yang kuceritakan dan mimpi yang sempat terlewati. Beliau dengan senyum khas manusia-manusia bumi yang tak berhenti mimpi, mendukung dan kembali mengingatkan bahwa hari ini ada sekumpulan pengalaman yang dijalani dengan berdarah-darah untuk jangan berhenti.
Aku terlalu bersemangat namun penuh kesibukan untuk menceritakannya sekarang, mungkin akan kuceritakan nanti dalam waktu dekat yang lebih senggang ya...
Oiya, Aku pernah juga bertemu dengan atase pendidikan Prancis, yang juga merupakan kolega beliau, sudah kusampaikan juga dengan keyakinan tinggi bahwa aku akan mengalahkan atase Prancis tersebut. ehehe. Terlalu pongah kah??
Masih ada beberapa PR menulis juga masih ada pertemuan dengan mahasiswa bimbing setelah ini. Aku sedikit lelah karena full bekerja hari ini. Hanya terselip jalan-jalan siang untuk recharge energy yang berakhir tidak sesuai harap. Tapi sudahlah, Tuhan tidak pernah memintamu untuk selalu berhasil. Tuhan hanya memintamu untuk berusaha dan berikan yang terbaik saja. Tinggalkan yang menyakiti, perbaiki diri, kejar mnimpi.
Aku besok akan daftar tes skolastik dan teh bahasa asing! Ah semoga masih ada seat untukku berkerja dengan baik. Aamiin. Biaya untuk jadi hebat tak sedikit, berfokus saja pada hari ini, besok persiapkan dengan baik karena masih misteri.
Baiklah, aku teruskan menulis jurnal dulu ya, serta tak lupa materi pertemuan dengan mahasiswa bimbing yang terlalu antusias untuk tak kupenuhi. Yes, mari bersemangat!!!
--
Biarkanlah diriku hidup di bayangmu walau kau tak sadar itu - Missing Madeline
ps. harus mulai kuhapus playlist-playlist galau demi kesehatan mental sepertinya.. hmm...
Apalah artinya status tinggi, punya segala, terlihat hebat, serta sangat diingini tapi nyatanya menyalahi kodrat? Hingga seperti memilih lari dari tanggung jawab. Kebanggaan dari apa yang ingin dicapai? Sementara, yang ditinggalkan pada dasarnya adalah titipan yang sesungguhnya. Jadi sudahlah, memang pada intinya hidup adalah pilihan, dan berdasar pilihan-pilihan tersebutlah konsekuensi akan dihadapi. Siapkah?
--
Nafas benciku terlahir saat kemunafikan dirimu terungkapkan - D'masiv
Perasaan kemarin kemarin nulis di sini enak-enak aja tapi gatau kenapa sekarang mulai kerasa berat. Mungkin ga lain karena yang di rumah pakai komputer model lama, jadinya harus aga sabar nungguin loadingnya. Buat gue yang gasuka nunggu memang kelemotan menunggu loading adalah hal yang menyebalkan. Tapi di sisi lain ya buat pelajaran lebih sabar aja, plus milih-milih program yang dibuka biar lebih efisien bekerjanya. Ga semuanya dibuka yang buat lemot karena RAMnya kecil dan procie yang memang udah bukan jamannya hehehe. Mau beli RAM dari kemarin-kemarin kok ya sayang rasanya. Mungkin akan segera gue beli, bulan depan mungkin. Hehehe,. Bulan ini duitnya buat pelatihan aja dulu sama seminar nasional.. Hehehehehe
Kemarin tersadarkan betapa kepemilikan dapat berakhir pada kekangan. Jabatan dan kepercayaan hanya sementara, sedangkan relasi selamanya. Jadi berbuat baik sajalah selama masih bisa berbuat baik. Ketikapun tak disukai karena tak mau menabrak aturan tak apa, itu artinya masih dijauhkan Tuhan atas mereka yang tidak baik-baik..
Semalam aku bertemu dengan anak-anak muda itu. Kurasa aku iri pada mereka.
Pada kebebasan yang tak berarti.
Pada masalah yang selalu diyakini akan terselesaikan.
Serta semangat yang tak padam terus menyala besar.
Sementara pandangan kagum tak berhenti, aku merasa kecil karena merasa sangat jauh dari tahu apa yang kuingini.
Sepanjang perjalanan kembali, pikiranku melayang tak berhenti.
Betapa masa muda betul lah yang paling membahagiakan...
--
Hari terakhir tahun ini. Pada akhirnya hal paling utama yang harus kuhindari adalah berhutang. Utamanya adalah hutang budi. Karena aku sadar aku bukan orang yang bsa mengatur mood dan terus tersenyum.
Hari ini, hujan sepanjang hari. Di sela mimpi tadi aku mendapat inspirasi. Telah ingin kutulis tapi malas menghampiri. Terlupakan. Sekali lagi.
Hey! Aku berhasil temukan lagi tempat curhat! Wkwkw, selain di sini aku punya satu tempat untuk menceritakan segala isi kepala. Lumayan menyenangkan berbagi di sana, sempat intens hingga dua tahun lalu. Namun seiring pekerjaan aku jarang menuang isi pikiran, selain waktu yang sempit, agak sulit juga mengaksesnya. Semalam aku baru saja iseng membuka-buka dan menyenangkan! Selain diingatkan untuk menulis, juga segala hal random bisa pop-up tiba-tiba. Ah, penutupan tahun yang begitu menyenangkan!
Bersilih November datang dengan guyuran air langit membasuh kemarau panjang. Hadirnya disertai ribuan syukur rasa manusia dahaga sebab panas berkepanjangan.
Aku menilik dari kejauhan titik demi titik jatuh ke bumi, buih basa terhirup dengan indah. Aroma yang begitu kunanti setelah sekian lama. Perjalanan panjang yang melelahkan tentu selalu terbayarkan oleh sehari yang membahagiakan. Kita sepakat bahwa semua terlihat mustahil hingga segalanya tercapai.
Tak berubah, hanya saja lalu lalangnya buat rindu melihat kaca masa lalu dengan rintihan tersembunyi di sudut kamar sembari beberapa bulir kristal mata menemani hati yang terkoyak. Mantra-mantra penutup luka mengisi ulang harap bahwa esok kan lebih cerah seiring matahari menyambut pagi menyapa seraya melambaikan yakin bahwa akan lagi bertemu dengan gelap malam. Kegagalan dan tersungkur dalam puruk adalah hal biasa, tak perlu berheran rasa karena akhirnya kita akan menemui lagi apa apa yang akan buat kecewa.
Rasa hanyalah rasa. Aku tak mampu menggali memori apa yang indah di Bulan ini. Padahal aku percaya, tiap waktu punya cerita...
--
Segera pergi, berganti bulan lagi. Aku segera lagi mengejar waktu berpindah yang kutunggu. Dinginnya sudah lama tak kurasa, hangatnya terlebih lagi. Membumbung tinggi burung beserta harap yang tak terkejar tinggi. Aku menapaki ruang bergerak yang tak lagi menunggu. Sudah terlalu lelah dengan segala administrasi, tapi hanya ini yang bisa kulakukan sementara aku mengejar mimpi.
Selamat tinggal bulan yang pernah menjadi waktu paling kucemasi, mengena pergi dan perpisahan tak tersatukan lagi...
--
When we're young, we meet people, then they become our friends, and then we think that it's going to last forever. But with the time, most of them go away, and it's not our or their fault, it just happens. Although, in the end, the memories never go away; it can be a simple habit, or a moment. liking it or not, they stay with us.
--
mikasa
Sudah tak perlu banyak berpikir. Sudah tak perlu banyak berusaha. Pada akhirnya melakukan apapun akan percuma. Merupa ulang diri dengan segala solek agar terlihat baik, nyatanya semakin menjelaskan diri betapa buruk sosok di balik topeng riya.
Tubuhnya lelah, hatinya patah. Menyadari bahwa tak ada satupun keburukan berubah indah. Justru merekatkan sulaman lalu satu per satu. Memuat daya baru dengan tertayih, untuk habis tak bersisa.
Sang baik tentu akan lebih pas bersanding pada yang baik. Berproses tak perlu diganggu. Pulang dengan otomatis hanya takut kehilangan indah sesaat yang semu dan menista dia.
Betullah, lebih baik diri ini menerima nyata saja. Sudah jelas, salahmu fatal, dan tak termaafkan.
-
![]() |
| Aku bareng Ega. Src: Dokumen pribadi |
Ga, aku kangen. Hehe. foto ini diambil tahun 2017, waktu itu aku ke Semarang ntah buat main atau sekedar ngelepasin penatnya urusan hidup. Rumahmu sudah seperti rumahku juga, orangtuamu pun sudah kuanggap orangtuaku. Pernah kuajak berantem walaupun aku yakin kalo kena sekali aja aku digebuk dia pasti akulah yang bakal pingsan haha. Untunglah waktu kuajak berantem dia ga mau, mungkin doi tau aku selemah itu hahaha.
Perjalanan kuliahku ada aja dianya. Bahkan ospek jurusan pertama kali di Jepara waktu itu, aku nginep di rumah Ega sama si Babas. Dianter sama Om Gurun ke kampus sementara motor baskoro kutitip di rumahnya. Pertama kali aku masuk Excelso Cafe ya sama dia ditraktir sama bapaknya. Begitu banyak cerita yang kulewatin. Waktu dibonceng sepulang kuliah pake revo merahnya, aku kerepotan karena harus ngangkang di belakang. Haha. Indah sekali ya, Ga..
Tau ga sih, beberapa tulisan di blog ini utama mengenai persahabatan atau kegalauan nikahmu sering kumuat di sini. haha. Mungkin kamu gatau lah ya, dulu pas aktif nulis aja aku gapernah cerita suka nulis. Banyak cerita waktu aku di Prancis, termasuk curhat kita bertiga baskoro sering kumasukin ke sini buat pengingat. Bahkan waktu kita ngegame Dota bareng baskoro sama Naafi juga kumuat. Haha.
Sayang, cerita ini udah gabisa aku ceritain ke kamu lagi. Karena you harus pulang ke Allah 2019 lalu. Benar-benar mendadak. Saking kagetnya, bahkan bingung mau ngapain, pecah tangisku setelah sekian tahun tak pernah keluar sedikitpun..
Ga, sekarang kalau rindu dan inget kamu juga segala kebodohan kita di masa lalu, aku cuma bisa kirim doa sembari harap bisa lagi ketemu di surga nanti. Orang baik memang selalu dipanggil lebih dulu, ya. Semoga aku lebih lama dari kamu bukan berarti karena aku lebih buruk, ya. Hehehe.
Tenang di sisi Allah, semoga diberikan tempat yang terang dan nyaman, Ga. Sampai ketemu lagi ntah di mimpi atau di akhirat nanti.
Terima kasih, Ga. Buat segala cerita goblok itu..
--
![]() |
| Indahnya menggoda. Src: dokumen pribadi |
sudah seharusnya segala senyum adalah sebuah keikhlasan. bukan karena adanya paksaan atau terselubung niat lain. terulas bahagia tanpa takut akan hari esok. begitu nyala semangatnya hingga segala keluh dunia terpendam sendiri, seluruh masalah terhadapi cukup dengan diri. begitu sumringah atas apa yang terjadi. terkunci pada suatu gedung hingga menyusuri dingin musim dingin dengan sungging senyum sepanjang pedestrian terlalui.
si poni dengan cengir kuda. begitu bisa dia bawa suasana. tak perlu satupun manusia tau hatinya seperti apa. hanya yang ia butuhkan tempat untuk berbahagia. untuk sendiri. untuk membersamai dirinya. karena dia sadar, segala yang ia lakukan hanya untuk dirinya kini. bukan untuk lain apalagi mengenai orang lain. tak pernah bertendensi, tak pernah mengharap kembali. biar, biar saja dia bahagia dengan dirinya saja. cukup segala memori disimpan, tanpa satupun mengintip dan terbuka hati.
mantranya hanya satu, 'sedikit lagi..'
--
menangislah, kan kau juga manusia. mana ada yang bisa berlarut-larut berpura-pura sempurna...
Terlalu banyak surprise hari ini. Akupun bingung harus memulai cerita darimana. Aku bahagia, tapi ntah bagaimana dengan masa depan. Khawatir tentu ada, tapi mengena aku yang terbiasa dengan hal menyebalkan, kukira aku akan tetap bisa selamat. Tapi sudahlah, tak perlu banyak berpikir. Aku percaya saja semua akan baik-baik saja.
Satu lagi, tak perlulah semua ucap manusia didengar apalagi dimasukkan ke dalam qalbu. Melelahkan...
Semakin banyak alasan, semakin jelas terlihat. Aku sudah tidak mau lagi direndahkan apalagi dipikir tidak mampu. Sudah cukup aku merasakah hal itu, dan mungkin tak akan kujelaskan satu persatu. Cukuplah bicara sekali dua. Bila tak dipercaya lalu buat apa memaksa. Bila dibenci adalah sebuah kepastian, tak perlu berusaha bersolek agar terlihat cantik dan disukai.
Karena pada akhirnya yang menyukai tak akan meninggalkan. Yang menghormati akan tetap menempatkan diri.
Aku menunggu waktu tak bertemu denganmu.
--
aku dengan begitu banyak kesulitan menolak permintaan tolong. dengan kekurangan yang kumiliki saja aku sudah kepayahan. dan sudahlah, aku berusaha memakna dengan baik dan terang bahwa matahari saja tak selalu cerah asbab awan menghalangi sinarnya juga kabut tebal tak bolehkan ia menyentuh bumi.
Biarkanlah saja, aku ingin menghirup udara bebas langit biru itu..
--
Kata sederhana dan mudah diucap tapi tak semudah itu dilakukan. Kurasakan dementor berkali-kali datang sebab kegiatan. Aku sulit sekali merasa lagi. Hanyalah terseling sejenak untuk lalu bergerak lalu.
Kehilanganmu ternyata buat luka menganga. Terkilas balik awal bertemu, betapa kilau buat aku begitu bangga. Merawat dengan hati, menjaga agar tak tergores sedikitpun.
Begitu perih kurasa kala kudapati hantam keras buatmu lantak. Baru kinilah kumiliki perih karena tak bersama.
Berkatmu pula, masaki begitu indah dan menarik untuk diceritakan. Sebagai bahan bakar menjalani dewasa yang ternyata membutuhi energi luar biasa besar. Bila tidak, mesinmu mati dan akan tertelan di pusaran naif tak berwarna.
Aku menantikan dirimu kembali. Segeralah pulang.
Aku hanya menunggu kala tepat menyelesaikan segalanya. Kupikir aku cukup bahagia dengan apa yang tak kumiliki hari ini. Tak perlu bersua maupun bersuara. Aku cukup dengan diriku. Kenyamanan maupun kebahagiaan merupakan tanggung jawab diri yang jangan pernah tergantungkan pada orang lain. Karena kecewa merupakan hal yang pasti dari sebuah harapan pada manusia lain.
Bara semangatnya kini meredup lirih tapi ia lah yang akan membakar segala. Menjadi api besar di puncak jayanya kelak.
Aku cukup dengan diriku. Dan aku berterima kasihh pada diri luar biasa ini.
-
'Sekarang ini, cuma itu yang bisa kujadiin alasan untuk bangkit lagi. You know i'm so hopeless.', ujarku lirih.
Pandangan mata kami bertemu di antara lampu kota di ketinggian bangunan ini. Tatapannya kuat namun ada kilas sedih. Pertemuan tadi buat aku menyadari ada rindu terselip yang selalu disembunyikan, dengan berbagai alasan tertentu.
'Kita ga sama pasangan kita juga, kita ga akan nyatu, kamu tau kan?', jawaban spontan dengan nada berat yang terasa hingga ulu hatiku.
'Aku ga pernah bahas soal kita sih, hehehe. Aku cuma happy karena kita bisa ketemu lagi, dan itu udah lebih dari cukup buatku.', jawabku menggantung.
'Ah kamu mah...' jawabnya sembari mendekat..
Perlahan sekali. Bagai detik melambat. Aku ingin waktu memelan, bila perlu berhenti.
Dia mengistirahatkan beban pikirannya di pundakku..
--
'Karena sesungguhnya aku pun tahu, kita tak akan satu..'
Jalannya masih jauh, jadi energinya harus disiapkan lebih banyak
Banyak yang akan membicarakan, jadi ada baiknya tutup telinga rapat-rapat
Tidak banyak yang ingin dibagi, hanya ingin mencederai
Tak perlu banyak bergantung selain diri, nanti akan ada saatnya sebelum mati..
--
Waktu sempit, tugas rumah banyak, bergerak tak berhenti bukan lagi pilihan
Hari ini aku bertemu salah satu bimbingan skripsi. Pemenang salah satu Beauty Pageant Competition terkemuka di sini. Perbincangan berawal dari ketidaksengajaan bertemu dan ternyata menutup diri karena merasa berbeda level.
Ah, berat sekali memang berusaha baik pada orang lain. Ada perbedaan mendasar antara berbuat baik pada semua orang dengan menjadi people pleaser. Kupikir itu adalah hal yang memiliki perbedaan mendasar. Karena berbuat baik seringkali disalahartikan.
Tau beratnya? Ketika berbuat baik dan orang lain merasa yang kulakukan adalah sebuah keharusan. Bahan bakarny sudah hampir habis, tuntutan perbuatan baik terus tinggi. Kala sudah kehabisan, Burnout.
Egoisme menjadi kunci agar tetap waras menjalani hari. Tetap berusaha berbuat baik, namun perlu dipahami yang perlu diberikan kebaikan adalah diri sendiri, baru orang di sekita. Jangan sampai salah memprioritaskan, karena tak ada penopang terkuat lain selain dari diri ini.
--
'padahal aku masih melakukannya hingga saat ini..'
'Aku heran kenapa sih buat jelasin gitu aja mesti muter-muter dulu?', tanyanya dengan pandangan heran dan langsung menatap mataku. Sebuah pertanyaan di sela perjalanan pulang dari kantorku. Hari ini memang rekan kerjaku tak datang, jadilah aku mengajak dia menemani rapat. Kebetulan hari ini dia ambil day-off, sementara pekerjaanku tidak bisa ditunda jadilah aku meminta dia membersamaiku.
Ntah berapa pasang mata terkejut memandangi kami kala masuk kantor pagi ini. Aku mengerti betul apa yang ada di benak mereka. Karena belum pernah sekalipun aku terlihat bersama wanita ataupun dekat dengan siapapun di tempat ini. Aku si pekerja keras yang siang malam bekerja tiada henti, si hati batu karena kerasnya suara dan ingin.
'Oh, terus kenapa ga langsung aja gitu? I don't get why you explain too much to them? Mereka harusnya kan udah ngerti lah pertanyaanmu apa..', tak puas dengan jawabanku, dia memberondong dengan pertanyaan lebih banyak lagi.
Kembali aku takjub dengan kegigihannya ketika ingin mendapatkan sesuatu..
'Hahaha, that's why kamu menarik sekali di mataku dan semua orang di sini..', jawaban yang ternyata buat mukanya memerah semu.
'Dah ah, aku laper. Makan yuk.', ucapku singkat menutup sebelum dimulainya diskusi yang tak akan selesai dalam waktu satu jam itu.
Perjalanan pulang ini begitu menyenangkan, karena selain aku tak menyangka kembali bertemu lagi dengannya. Langit sore ini begitu indah sebagai bonus untuk kerja kerasku hari ini. Terima kasih, Kamu dan Langit.
--
'kamu masih aja ya suaranya radio banget..'
Masih banyak yang ingin kuceritakan padamu. Begitu buncah rasa bergejolak disertai adrenalin mengalir deras. Aku tak mau cerita hidup kali ini berakhir di titik. Kugambarkan menjalani kehidupan ini seperti mengerjakan skripsi, ketika belum selesai, jangan pernah mengakhiri tulisan untuk istirahat dengan titik, beristirahatlah dengan koma, karena akan lebih mudah melanjutkan tulisan bila terjeda. Titik berarti berhenti, koma adalah jeda istirahat sejenak.
Berkat perjalanan yang lebih dari pekerjaan beberapa hari terakhir, aku mendapatkan visi yang akan kujadikan motor aku bergerak lagi. Beberapa poin kesimpulan untuk diri ini adalah sebagai berikut:
- Usia boleh bertambah, tapi jangan matikan jiwamu. Karena sesungguhnya para jiwa mudalah yang mampu mengubah dunia. Jangan mudah menyerah pada keadaan. Bakar lagi semangat mudamu, beri umpan sebanyak mungkin agar kamu selalu lapar dan siap berperang!
- Lebih memercayakan segalanya pada diri, kurangi bergantung pada apa yang tak dikuasai. Bergerak sekuat mungkin, istirahat secukupnya. Tidurmu sudah terlalu banyak!
- Menjadi lebih baik dalam pengaturan waktu, karena hanya yang mampu mengatur dengan baiklah yang akan segera dibesarkan oleh waktu. Kita sama punya 24 jam, efisiensi dan efektivitas haruslah menjadi acuan utama pemanfaatan waktu. Ingat, bila tak bisa mengaturnya, maka waktulah yang akan membunuhmu!
- Mengurangi keluhan ketika menghadapi masalah, karena tidak akan ada yang memedulikan keluhanmu.
- Menghidupi mimpi, memupuk, dan memberinya makan sesuai kadar sembari memerhatikan ekspektasi, karena ekspektasi yang terlalu tinggi berdampak risiko mati akibat jatuh terlalu keras dari ketinggian.
- Mengatur ulang pola kerja, pola pikir, dan pola hidup. Apa yang kita lakukan hari ini, akan berpengaruh pada masa depan. Masa lalu hanyalah acuan, jangan hidup di sana.
- Last but not least, mari memantaskan diri untuk segala yang diingin, semua yang dikejar. keajaiban hanya diberikan pada yang pantas dan penuh persiapan.
Ya, aku meyakini Sudah cukup rasa puruk beberapa waktu terakhir, saatnya memanaskan mesin untuk terbang sekali lagi, this time, the destination not only to the top of the world!
| Iya iya, jidatnya udah makin lebar. sumber : dokumen pribadi cipta |
--
Kali ini, kita akan ke antariksa!! Kamu siap???
| Selalu menyenangkan kembali ke sini Sumber : dokumen pribadi Cipta |
Betul, sudah saatnya aku pulang kini.
Pada aku yang kusukai
Bukan aku yang sering kumaki dan kubenci
Pada aku yang melakukan apapun untuk diri
Menjadi aku dengan sisi terbaik
Tak perlu mengeluh dan menjadi sisi yang kuhindari
Terima kasih untuk pelajaran yang diberi
Karena aku sudah seharusnya mengejar mimpi
yang kukubur dalam dan bangkit dengan sesuka hati
Aku ingin mengejarnya, mendaki, mencari
Sekali lagi
--
Tujuan utama pengguna kacamata tentu agar melihat dunia lebih terang, lebih jelas, tak buram. Seringkali penggunaan kacamata berbeda tentu akan beda tujuan. Ada yang sekedar untuk bergaya, ada yang untuk memperjelas penglihatan, ada pelindung cahaya.
Apapun itu, perspektif pemakai menjadi penting. Hingga kadang kita lupa, cara melihat hidup seringkali seperti kala mengguna kacamata kuda. Tidak lagi terlihat kanan kiri, dunia hanyalah apa yang dilihat, apa yang dilihat itulah yang dipercayai.
Kadang kita lupa, bahwa dunia itu luas, kehidupan itu tak hanya berputar di sekitar kita. Seringkali kita menghakimi sesuai perspektif kita, sedangkan banyak masukan yang kita buang sekedar mempertahankan rasa juga hati. Bilapun mungkin juga alasan mempertahankannya adalah karena terlalu banyak luka. Seluka apapun, berusahalah untuk tidak melukai orang lain dengan sengaja. Kalaupun tak terelak, kurangilah lagi.
Coba lihat lagi dunia dengan menoleh kanan-kiri, mendongak, serta menunduk. Sesekali mencoba lihat belakang pun tidak salah. Karena siapa tahu, ada pandangan baru untuk kita menatap ke depan. Memperbaiki sikap, memperbaiki diri, memperbaiki apa yang mampu diperbaiki.
Kacamata kuda, bukan kita, tapi aku, sang dungu.
--
I remember the night we first met
we were so young i cant forget
how you kissed my face And you took me home
i remember the life years ago the air mattress on the floor
that was before, a life took control
oh how we lost our mind
when we fell in love that night
i never thought that i would ever leave your side
oh how we lost our mind when we fell in love that night
promise me you wont cry this is our last goodbye
when i was lost, i found you
when i was broke, you bought me shoes
you are my first, and damn it this hurts
now you got someone new, and i cant pretend to just be cool
i cant be your friend so this is the end..
--
oh how we lost our mind when we fell in love that night..
Bagaimana aku bisa berpindah? ketika ternyata putaran memori di kota itu terlalu indah. Kala persahabatan betul bisa buat tawa dan tangis bersama. Ketika dingin bukan lagi masalah karena selalu ada masalah yang lebih berat utamanya mengenai sepi dan depresi. Lagu champs-elysees yang kita nyanyikan bersama diiringi gitar terpetik oleh kawan dari negara seberang buat buncah bahagia bikin lupa masalah yang ada di luar kamar yang begitu hangat ini.
Bagaimana aku bisa lupa? Sekalipun tenggelam dalam kesibukan dan kenyataan bahwa aku semakin jauh dari masa lalu dan juga memori, ingatan itu segera saja kembali segar bagai bernyawa dan hidup kembali. Aku butuh semangat-semangat itu hari ini. Hari-hari dimana aku terus berusaha dan membangkit mimpi. Bahwa akulah yang hanya bisa kupercaya untuk mengarung hari dan masa depan.
Bagaimana aku bisa tak bahagia? karena semua tak terbeban, bersahabat tanpa kebutuhan, belajar tanpa keterpaksaan, bernyanyi tanpa memikirkan pekerjaan besok apa, bersemi rasa tanpa berpikir akan berpisah.
Segera kembali, segera bertemu, segera pulang. Karena mungkin bukan disini..
--
Ada lagi tempat nyampah baru! kira-kira kita cobain apa engga ya? Hehe.
Oh iya, sedikit aku lupa, ada beberapa perspektif baru kudapat beberapa waktu itu. Ya, biasalah. terkait kesiapan dan kekuatan juga arah untuk masa depan. Tak kusangka aku mendapati kembali semangat itu, hal yang betul tak kusangka.
Tak terlupa pula beberapa strategi harus kuperbaiki. Karena ternyata menyenangkan banyak orang hanya akna menjadi katak dalam tempurung. Padahal, dulu aku melihat diriku adalah seorang penguasa. Biar, biarlah ku tak akan banyak pikirkan hal itu. Sudah saatnya melakukan banyak hal, karena tanggung jawab tak sekedar pada sekitar, tapi paling utama adalah pada diri sendiri dan masa depan.
Mari, berkekuatan lagi!
--
Untuk kopi pahit dan aroma pagimu.. :)