Monday, September 29, 2014

Story of a murderer..

Aku bertemu dengannya malam ini. Di kala seorang ibu akan berangkat tidur dan aku diminta berbincang sedikit dengannya. 'Urusan bisnis' begitulah mereka berkata padaku. Aku menurut..

Aku beringsut pelan dari peraduan dengan sedikit lemas dan malas. Ya, hari ini aku lelah menunggu suatu hasil. Hasil yang cukup membuat berat beberapa hariku ke belakang. Aku berjalan pelan, mencarinya, dan kemudian akupun duduk bersila. Pertama kalinya kuperhatikan dia..

Dia berbadan besar, tingginya tak jauh beda denganku, namun berbadan gempal disertai otot kasar dan raut wajah yang tertempa keadaan, keras, berat, awas..

Pertama kami bertemu pandang, aku melihat di matanya ada api menyala di sana, panas yang dihasilkan kuduga mampu melelehkan baja dengan sekali sentuh, serta aura semangat membara tersampaikan padaku.. aku diam, memperhatikan, mendengarkan kemana arah dia akan berkata dan berpikir..

Hmmm, otakku terlalu penuh dengan semua spekulasi ketika pembicaraan kami mulai bergulir, satu, dua, tiga, dan seterusnya. Dia banyak bercerita, menumpahkan pikirannya. Kami berputar di tempat yang sama dan aku hanya meladeninya dengan senyum dan tawa serta celetuk kecil khas seorang aku yang tak banyak berbasa basi..

Ketika arah pembicaraan mulai serius, berganti aku memberikan pertanyaan. Aku banyak bertanya, ya aku banyak bertanya. Aku ingin menggali lebih dalam sorot mata serta nyala semangat itu. Sejauh mana ia menginginkanku. Aku sebutkan saja keraguanku, serta rasa penasaranku. Aku ingin dengar sejauh mana dia bisa menjelaskan dan logikaku akan terpuaskan..

Hingga kami sampai kepada sebuah percakapan. Pengakuan akan dirinya, masa lalunya... Aku terdiam. Mendengarkan.. Sunyi.. Aku tak kuasa bergerak hingga napasku tertahan, aku berjengit.. Hitam.. Kelam.. Aku terbayang banyak hal..

Ah, dunia ini luas. Aku hanya terlalu sombong mengatakan dunia ini sempit, hanya selebar daun jati.. padahal tidak, aku hanya menempurungkan diriku. Terlalu banyak hal yg aku belum tahu.. Terlalu asyik aku berbincang dengan diriku dan melihat dunia melalui jendela indahku..

Aku terbayang koper, tangan, baju berbercak merah, saluran air, dan hal mengerikan lainnya. Aku naif dengan memikirkan bahwa rasakulah yang terpenting di dunia. Sedangkan orang lain merasa pahit ketika aku merasa akulah yang paling pantas dibahagiakan..

Ya.. Dunia ini luas dan aku mempunyai rasa yang sempit.. Sangat sempit.. Terima kasih untuk pelajaran yang baru aku dapat hari ini..

--
Banyak cara untuk 'mematikan'..

Sunday, September 28, 2014

Perlahan jawaban atas pertanyaan mulai terlihat. Mulut dan sikap terkuak pelan. Mana yang jujur mana yang munafik. Aku memilih jujur atas lidah dan perbuatku. Lebih baik aku menanggung malu dibandingkan aku bermain sandiwara membangun citra demi para penontonku, atau parahnya lagi lawan mainku..

Sungguh benar dibalik semua perbuatan akan ada motif yang mendorongnya. Entah jeratan ekonomi, gengsi, atau sekedar menjaga agar terlihat 'wah' serta suci. Sejauh manakah kesucian buatmu??

Sebaiknya bangkai tersimpan, akan terpapar juga sangitnya. Bau yang membuktikan secara gamblang apa yang telah dikerjakan, atau sekedar diucapkan. Dan aku mengerti sekarang apa yg tersimpan, kau sembunyikan rapat rapat itu.. 

Aku tau sekarang..

--

Harga sebuah terjun bebas

Dalam hidup banyak hal kita temui mengenai harga, dan pastinya tidak melulu soal materi. Banyak hal seperti penghargaan, dihargai, menghargai, dan lain sebagainya.. harga.. ya sesuatu yang seringkali orang lupa, tidak peduli, cuek, yang menimbulkan sikap tidak menghargai..

--

...

Perdebatan kecil kamipun berlangsung. Aku yang dengan gigih mempertahankan opiniku dan satu lelaki sahabatku mempertanyakan dimana pikiranku. Aku yg keukeuh mengatakan aku belajar dari jatuh, dia yang menyatakan kebodohanku dan meminta aku untuk egois serta berhenti menyakiti diri..

Yaa, aku memilih terjun bebas, tak peduli akan ada apa setelah ini. Mengenai batas putih biru coklat abu di mata dan deras angin menderu di telinga.. aku bahkan tak menggunakan parasut untuk menyelamatkan diri agar tak mati. Aku membiarkan bumi yang keras menungguku. Aku menjatuhkan diri untuk membentur tanah yang akan menghentikanku dengan keras, tulang yang patah atau remuk, sakit yang aku terima, lalu mati atau lumpuh..

Dan aku belajar dari situ, semakin sakit aku jatuh, (itu berarti) semakin luar biasa usaha yang telah aku lakukan atas apa yg menjatuhkanku, yang membuatku semakin menghargai apa yang sudah aku lalui..

--

Bahagia dan duka sudah satu paket bukan? Seperti biji kopi, brewer, dan ampas. Ada pahit yang memabukkan disana, membuat adiksi yang membuat pecintanya kembali meminumnya. Sekalipun pahit, paling pas dinikmati saat panas, bukan dingin, atau sekedar kopi tanpa rasa..

Ya, seperti aroma yang secangkir kopi timbulkan. Aromamupun masih melekat  bagai kau sedang merengkuhku. Aroma aneh namun menenangkan. Aromanya saja sudah mampu membuatku pusing setengah melayang. Apalagi jika aku mencicipimu panas panas secara perlahan. Aku pasti akan langsung mencandumu!

--

Aku saat ini sedang terjun bebas, tanpa harap bayaran sebuah dataran hijau pemuas mata yang aku temukan setelah melewati garis awan, atau seseorang yang akan menangkapku untuk menahan aku agar tak menghantam tanah coklat atau merah..

Aku masih melihat garis tipis mega itu, mencoba menerawang ada apa dibaliknya.. adakah pemandangan itu, atau mungkin kamu??

--
Aku yang sedang terjun bebas

Monday, September 22, 2014

aku bergetar, tremor.. ketika menekan tuts itu,,

sesak,.

seperti pemantik api, tanpa besi dan briket pantikan tak akan terhasil..
percikpun tanpa gas tak akan membuat nyala..

dan semunya, tanpa jari manusia, korek api takkan mampu memberi api..

--

Sunday, September 21, 2014

sendal jepit, jaket biru, dan baju semalam..

Sejuk, atau mungkin dingin lebih tepatnya.. kebiasaan yang bukan kebiasaanku aku keluarkan kembali..
Kususuri perlahan aspal yang sangat aku kenal ini, tiga ratus enam puluh hari genap aku mengenalnya, dia yang menjadi saksi bisu perjalananku, dan keluh kesah selama aku disini.
Perlahan kamu akan lenyap menjadi udara, dan akan mengalir perlahan menjadi angin yang menyejukkan bagi siapa yang kamu inginkan.

Mengarus deras aku bertanya padanya, kuatkah alasanmu?
Karena perlahan yang pasti, kita menuju pergi, pergi ke antah berantah berkalang tanah..

Aspal ini dingin, aku merasakan mati sepi, sama seperti mereka yang tak pernah berterima kasih padanya, padahal ia memudahkan kita..

Terima kasih, telah mendengarkan cerita ini, mungkin ini terakhir kali aku berjalan dan bercengkrama sepagi ini...

--

Friday, September 19, 2014

Kadang ada beberapa hal yang lebih baik ditahan tanpa diungkapkan, seperti kesal.

Ini administrasi, bukan soal mental. Mentalny terbelakang. Batu.


--
Kota ini amis..

Sunday, September 7, 2014

cerita perahu kayu (lapuk)

Dia ada untuk perlahan menjadi lapuk, kemudian tenggelam...
Ya, dia bernama perahu kayu..

Bila dibandingkan dengan perahu kayu, aku akan lebih memilih menjadi perahu kertas,,
ia lebih mudah dibuat, tak perlu keterampilan khusus, walaupun hanya sebentar berlayar dan terlalu cepat tenggelam, namun akan ada lagi yang menciptakan, menempa senyum sekilas dari pembuatku..

dia diam melihatku..
Sedangkan aku.. aku sesosok perahu lapuk dari kayu.. aku dibuat perlahan, dengan ketelitian, untuk terus menerus menyapa membuih menyatukan biru dengan warna coklatku. yang kemudian perlahan pula aku akan melapuk dan berkarat pada sisi sisi besi penyatu.. tak lama dari itu aku akan ditinggalkan, tersangkut di karang, dan akan tenggelam sendirian... menyakitkan bukan??

Selama hidupku, aku tak akan lelah membelah ombak, membantu para nelayan memiliki mata pencaharian.. namun adakah yang memikirkan nasibku? ketika diawal mereka bangga memilikiku, dan seiring berputar waktu aku akan terus berlayar, membuat rusuk penyanggaku melemah, kulitku tak sekuat dahulu, hingga akhirnya aku memiliki lubang halus di sana sini... ya, mula mula mereka akan menambal, ketika sudah bosan memperbaiki,, aku kembali ditinggalkan.. dibiarkan mengapung bersama ombak, angin, dan hujan, mereka yang akan selalu setia menemani menempuh kesendirian..

Dan lazuardi? ia hanyalah saksi, yang selalu bisu dan akan melihat di kejauhan,, dari awal kelahiran yang diakhiri kematian, dia terus akan melihat.. bukan untuk menyapa, ya, hanya melihat saja.. memperhatikan.. karena hanya itulah yang dia bisa lakukan.. diam, tak beralibi..

Aku, yang melapuk mati perlahan.. perahu kayu menuju ajalku..

--

abai

abai?
satu perlahan menoleh, berhenti

ketika tali temali janji tak akan pernah tertepati,


gigil dingin dini hari
aku sadar, kita akan tetap berlari,
tanpaku kamu terus berlari,
tanpamu aku terus berlari,

berluap tanya, menyublim mimpi,

seperti putih kertas coklat melempam terabai..

sudah sudah lagi..
celotehmu tak lagi berdengung di kepala ini..

--
tulisan itu ntah untuk siapa, aku menulis bukan untuknya, mungkin kamu, atau mereka.. bisa saja..

Monday, September 1, 2014

perpus yang adem adem basah..

yeah, posisi gue di kampus ini sebenernya. dengan kondisi yang adem adem basah gitu.. sebenernya ga adem basah juga sih, sejuk malah sebenernya ini perpus kampus gue. dan gue lagi duduk di spot favorit gue, gue di lantai tiga, dimana gue bisa bukan jendela dan ngedenger suara angin berhembus, fyuusshhh~~

jadi gue disini niatan sucinya mau nyiapin presentasi gitu sebenernya, tapi ya tetep ajalah, namanya manusia ada aja kurangnya, yang tadinya semangat membara tiba2 hilang tertiup angin karena ada aja halangannya.. dari laptop yang gamau nyambung sama internet, terus hape gue tiba2 dipinjem orang, ada yang mau dijemput, ketambahan gue jomblo (oke case yang ini sebenernya bukan masalah sih, gue cuma pengen sharing aja), dan masih banyak lagi..

ini lagi ngeblog gue ceritanya..

Sunday, August 31, 2014

tips jalan jalan hemat!

Ini sih sebenernya judulnya dibuang sayang .. ceritanya gue abis siaran soal tips nge-backpack yg murah gitu.. selain siaran, gue sharing di twitter jga soal gimana caranya backpack yg hemat berdasar pengalaman sama browsing browsing. dan gue jadi pengen share juga di blog gue soal beberapa tips yg siapa tau bisa membantu yg pengen backpack murah dan ga ribet! :D buat yg mau ngasih tambahan bisa banget loh! :D ini semuanya cuma copas dari apa yg gue twitt yak. selamat membaca :D

yuhuu,, SS @ciptaweje on the air.. semangat pagi dr eropa dan semangat beraktivitas buat semuanya! merapat ke radioppidunia.org yuks!:D

ah, bahas soal gimana tips backpack yg murah yuks. yg suka jalan jalan segera deh nggabung ke radio! ada ss @ciptaweje disana :D

#1 less is more! gausah bawa barang kebanyakan, yg selain ngerepotin justru bikin kamu kena charge bagasi sob! 

#2 leave valuables at home! gaperlu lah bawa2 kalung emas atau cincin gede gede kalo mau backpack ala mahasiswa.. 
karena kalo bawa barang berharga justru bikin kamu susah nantinya. dan bisa bisa ngebahayain diri kamu.. 
kuncinya sih bawa barang secukupnya aja, karena selain ga berat, keamanana selama perjalanan itu prioritas!

#3 let someone know. ketika kamu jalan2, infoin ke orang2 terdekat kamu kalo kamu bakal kemana dan brpa lama
jgn sampe kamu dicariin karena orang2 gatau kamu kemana, dan itu bikin khawatir. khawatir itu gaenak lho sob. :| 

kembali, nanti..

aku mungkin akan merindukanmu kembali, nanti..
ketika aku berada di batas sadar dan lelap,,

ya, aku tak akan selamanya hidup di dalam mimpi ataupun selamanya nyata..
mungkin aku hanya sekilas genggam di buku jarimu atau seulas senyum yang kau sukai dulu.
dimana bahagia selalu menjadi putih penenangmu dan penat selalu sepekat hitam..

kita mungkin sedang berlari dari kenyataan, seperti aku yang menghindari percakapan mengenai beda dan kamu yang menghindari kejelasan kita..
ah ya, seperti perahu kayu kecil tak berlayar, ia terombang ambing oleh angin penyebab deras gelombang..
langit mungkin saja nampak biru, namun kencangnya aliran udara siapa yang tahu..

samudra mungkin saja luas tak berombak, namun bisa jadi di suatu pantai ia berubah menjadi air pelahap darat..
seperti sedih terselimut senyum dan 'tak apa'.
atau bahak keras penyongsong muram durja..

terlalu banyak kata.. aku hanya sedikit merindu, izinkan aku..
mengenai kamu yang hadir dalam waktu, dan aku yang mencoba sinis bertopeng pilu..
aku akan terbiasa, perlahan..

aku mungkin akan merindukanmu kembali, nanti..
ketika aku sadar kamu sudah bersama mimpimu, dan berlari..
dan mulai bertanya pada diriku sendiri, 'nyatakah ini, atau mimpi?'.

mimpikah ini?

--
terlalu banyak mungkin..

Saturday, August 30, 2014

hai kamu,, yang sepertinya tak perlu aku sebutkan namanya siapapun kamu. karena akupun menganggap kamu tak akan pernah membaca tulisan sampahku kali ini. sekalipun iya, apa peduliku, 'siapa kamu?', itulah kata yg akan terlontarkan dari rongga pembentuk bunyi mu.. aku baru sada menyudahi obrolan kita, ntah, aku malas berbicara denganmu, aku lebih memilih berbicara dengan yang lain saja sepertinya,, siapapun kecuali kamu.. dengan muka malaikatmu, aku jengah.

--

dan aku berhenti menulis untuk beberapa saat, menghela nafas, kembali melihat file berekstensi .jpg itu untuk sekedar menampar diriku menyadarkan diri mengenai apa yg sebenernya terjadi dan akan kembali terjadi..

--

itu beberapa waktu lalu, ketika aku merasa benci dan,, ah sudahlah.. apa gunanya memikirkanmu, kita akan segera kau akhiri bukan.. :) kita yg aku tak tahu kapan ada kita itu. mungkin ini belum berada di tengah

--

ah kembali lagi aku merasakan itu.. padahal baru saja hilang.. padahal baru saja aku tenang.. aku sudah tahu dari awal permainanmu, aku sudah tahu, ketika awal kita bertemu.. aku nikmati, karena aku tahu, kita sama sama dingin dan butuh dihangatkan.. dan kita melihat ada perapian serta meja berhidangkan makanan hangat untuk mengisi rongga di perut, karena kita kelaparan..

--

karena  useless itu berarti sia sia.

--

_teman dekatmu

Tuesday, August 26, 2014

putus.

Demi semua waktu yang kita habiskan bersama..
Tak menyangka begitu cepatnya kita berpisah.
Ketika aku keluar kata kata 'putus' dari bibirku..
Bukan ini yang aku harapkan~

--

Heuh, kondisi gue lagi sedih bangets ini.. beneran aja.. gue aja ga nyangka barusan nulis kata kata sok puitis buat doi.. Jadi kemarin kan gue ke Brest kan.. suasananya ujan.. pas banget buat dengerin lagu mellow slow ditemenin ujan sepanjang perjalanan gue di Brest kota sejuta bunga.. semuanya baik. semuanya nyaman.. gue ngerjain laporan di kantor lama gue juga sembari ditemenin doi..

sampe pas pulang.. gue masih yakin dia baik baik aja...
di jalan pas gue nunggu orang buat balik ke Nantes, gue liat dia.. dan meluncur begitu saja kata 'putus'..
sebelah kirinya udah ga ada.. :(
gue gatau .. gue ga ngapa ngapain dia.. beneran aja..
:(
ah udahlah.. banyak gantinya memang, tapi kenangan gue sama doi selama kami bareng itu bener bener ga kegantii..
dadah headset unyu seadanya tapi berarti buat gue.. walopun gue sering ngeduain, tapi.. ah udahlah.. ga kuat gue.. selamat jalan set, selamat berpisah...
nanti malem rencananya gue ngadain tahlilan buat melepas kepergian dia... ada yg mau ikut?

Monday, August 25, 2014

4.5 jam perjalanan Nantes Brest..

Jadi gue baru aja sampe Brest (lagi). Ini kedua kalinya dalam waktu satu minggu ini. Goks mmg, bolak balik.. cape sih.. sekali jalan antara 3.5 sampe 5 jam tergantung naik kendaraan apa dan rutenya gimana. Perjalanan gue kali ini gue pake kereta, naik di Nantes, terus pindah di Redon buat ke arah Quimper,  dari Quimper pindah kereta lagi buat ke Brest. Dan perjalanan 4.5 jam pun berakhir.. gue berangkat dari Nantes jam 06 45 sampe di Brest jam 11.15. Goks..

Hal yang ga berubah dari Brest itu dingin sama ujannya! Padahal baru juga Summer, belum kelar malah. Eh disini udah dingin aja.. 12°C gitu dong. Sem banget.. padahal di Nantes masih lumayan panas.. tapi yaitulah Brest. Membawa kenangan bersama hujan dan bulir air yang berujung ke samudra.. (ini ceritanya gue sok puitis dikit)..

skrg gue posisi di Tram menuju kantor lama gue buat nemuin profesor yg cantik nan baik. Si itin! Yeah! Dan ga dinyana nyana depan gue cantik banget!! Gue sampe terperanjat manjat manjat ngeliatnya. Manis gitu.. pas gue liat matanya cuyyy.. deeemmmm!! Lembut banget. Selembut pantat bayi baru dibedakin.. gue lumayan lama ngeliatin dia.. dan dia membalasnya dong! Membalas ngeliatin juga! Tapi bukan ngeliatin gue yg lagi nulis blog tapi mamas samping gue yg sebenernya biasa aja dan jauh lebih oke gue..

Ah udah ah. Turun tram dulu. Ujan. Daahh. Muah!

Friday, August 22, 2014

Kalau itu menyenangkan, kenapa tidak kamu ambil saja tanpa banyak pikir panjang?

Wednesday, August 20, 2014

aku ingin membaca kembali buku itu, sama seperti aku ingin mengetahui ada apa dibalik awan putih tak bergeming itu, adakah mesin pembuat hujan disana? ataukah sekedar terlalu berat masanya sehingga dia menjadi kelabu dan sendu?

aku tahu sedikit terlambat aku menyadari ketika aku sendiri tak tahu kemana arahku, ketika aku sulit membulatkan tekad dan meneguhkan diri.. aku ingin berbagi namun aku tahu semua memiliki masalah masing masing, bahkan diantara yang lemahpun mereka masih berusaha menahannya sendiri, bukan serta merta mencari tempat bersandar dan menangis, tak lemah seperti aku, aku hanya mencari alasan dan alasan agar kekalahanku diterima khalayak dengan baik..

denting tuts piano merdu teriring melodi abu abu, aku menikmati itu. menyenangkan dan merindu haru.. jelas aku menahan diriku, dan mengabadikan.. dalam satu watktu aku bersedia mencari langit yang abu dan biru, karena tanpa abu tak akan ada air yang turun menemui bumiku, menjadi basa dan senandung rindu bagi yang merasakan semu dalam kalbu.. tanpa biru tak akan adan rangkai warna me ji ku hi bi ni u..

ah aku ingin memuaskan dahagaku akan hasrat membaca.. karena sudah lama ternyata terakhir kali aku menikmati barisan kata tanpa menyangsikan apa yang aku lakukan setelah ini..

barisan katamu mungkin bukan untukku, tapi aku menikmati setiap baris kata menjadi kalimat lalu paragraf perangkai cerita yang kau tenun itu..
sesekali aku ingin menjadi bahan berceritamu, sekalipun aku tak tahu kapan itu, waktu yang tak kunjung terpasu...

--

Tuesday, August 19, 2014

Rencana belajar bersama..

oke, sebelum gue lanjutin ceritanya, buat yg belum tau siapa itu Bunga (ini bukan nama penjahat atau korban kekerasan) silakan baca cerita gue soal si bunga di Pertemuan pertama , biar sama sama enak aja sih *duh apasih cip*.. okelah, kita lanjut ceritanya gimana gue bisa tau soal si Bunga yang ternyata udah punya pacar.. *jadi butiran dandruf*..

--

Yak, dan aku akhirnya tahu ternyata kamu sudah punya pasangan, bukan merpati atau sekedar monyet ternyata, tapi benar benar manusia.. Aku mengetahui kabar sedih ini ketika aku berusaha mendekatimu, mendekati bukan dalam artian untuk menjadi seorang pacar,, karena aku hanyalah pemuda desa dengan kelebihan di perut saja, jangankan menjadi pacar, kamu melempar senyum-manis-bikin-meleleh yang ternyata kamu tujukan untuk sahabatmu yang duduk di sampingku saja sudah cukup membuatku tersenyum sendiri hingga kamu bertanya, 'cip, lo gapapah??' dengan pandangan muka setengah heran setengah ga ngerti.. oke maybe, i'm kind of a freak for her.. :| tapi gimanalah, senyumnya itu loh, istilahnya mungkin roro jonggrang ga bakal jadian sama sangkuriang kalo liat senyum dia ini.. eh roro jonggrang cewe ya? ah gitulah, intinya senyumnya krenyes krenyes gitu dan aku sebagai remaja polos berkulit coklat yang terlalu matang ini ternyata bisa juga merasakan apa itu cinta *kemudian muntah*

Sunday, August 17, 2014

setengah terjaga

satu,, dua,, tiga botol sudah aku habiskan.. ah ini menuju botol keempat,, botol pemicu kreativitas yang ternyata lumayan ampuh memompa otak ini untuk bekerja dan sedikit membuatku melupakan emosi yang meluap luap sedari pagi tadi.. ntah berapa hal yang sudah aku lakukan untuk melampiaskan kekesalanku, mulai dari menulis bermacam hal, membeli game yang ujungnya aku sesali, makan yang tiba tiba berubah sedikit (walaupun berkali kali), bahkan memaksa tidur yang tak kunjung berhasil. haha.

yah, mau diapakan lagi? aku masih punya satu slot siaran esok hari yang harus aku tunaikan.. sedang memikirkan bagaimana caranya aku memajukan slot siaran ketika aku ingin tidur, tapi waktuku di pagi hari begitu berharga jika aku ganti dengan bersiaran, lebih baik aku merangkai kata ini, kata yang sesekali menjengkelkan namun aku sayang.. bagaimana tidak, ia masa depanku yang aku tak tahu sebenarnya dia berjenis kelamin apa.. aku hanya ingin sedikit tidak gugup menghadapinya dan menyulam huruf perhuruf lebih baik lagi..

di setengah kesadaranku ini, aku masih ingin menulis dan membagi sedikit apa yang aku rasakan, menahan emosi sembari berusaha memikirkan kata apa lagi yang harus aku letakkan selanjutnya. hahaha. baiklah aku harus kembali menulis, ayo botol selanjutnya harus memberiku energi yang berlebih, terjaga hingga pagi! :D

--
setengah tidur

Friday, August 15, 2014

Pertemuan pertama kita, Bunga..

Bunga, sebelum aku memulai cerita ini, aku ingin meminta maaf terlebih dahulu padamu, karena terbatasnya ingatanku aku yakin akan ada beberapa hal yg aku salah mengingatnya. Bahkan mengenai pertemuan pertama kita, jujur sudah mulai samar aku mengingatnya. Mungkin aku yang sudah mulai tua disertai keriputku *uhuk*.. jadi bila suatu saat kamu tak sengaja membuka blog usangku ini dan menyadari ternyata bunga dalam cerita ini adalah kamu, aku meminta maaf ya sekalipun ini bukanlah hari lebaran...

Hmm.. aku mulai dari mengapa aku bisa bertemu denganmu mungkin.. aku hanyalah anak sekolah biasa yang selalu terjebak berpindah pindah daerah kala itu. Ya,, ini semua karena tuntutan pekerjaan dari ayahku yang mengharuskan beliau berpindah dari satu tempat ke tempat lain. hal ini menyebabkan aku sulit mendapatkan teman dekat. Namun akupun bersyukur karena hal itu aku jadi banyak mendapatkan teman baru. Termasuk kamu..

suasana sekolahku sekitar 10 tahun yang lalu.. :)
Ya, aku hanyalah murid baru di sekolah menengah pertama di salah satu sekolah swasta di Bandar Lampung. Aku pindah pada tingkat dua. Aku masih ingat aku ditempatkan di kelas 2G, kelas yang katanya unggulan kedua di sekolah kala itu. Walaupun aku hanya remaja mungil dengan muka kucel juga tampang pas pasan, aku merasa senang dengan kelas baruku. teman pertamaku bernama... ah tak penting untuk aku ceritakan di postingan ini, aku sedang ingin menceritakanmu.. yang ketika aku pertama kali masuk kelas, kau duduk tak jauh dariku. Lebih tepatnya dua bangku ke kanan satu meja kedepan. Silahkan dibayangkan sendiri. Yang pasti itu merupakan bangku dimana kamu duduk. Sejak perkenalan kita aku senang melihat punggungmu. Tenang, punggung yang terbalut seragam kok. Karena kebetulan kau selalu memakai seragam ketika pergi ke sekolah.. haha.

Tertuju namamu, Bunga..

Jadi di sore yang cenderung malam ini aku terlibat percakapan bodoh bersama seseorang yang sering aku bagi bagi mengenai kebodohan (aku lebih senang menyebutnya kelebihan) ku. Dia baru saja bertemu dengan orang yang (pernah atau mungkin masih) berarti untuknya. Seperti biasa aku selalu teasing mengenai dia dan orang itu, yah memang bukan untuk apa apa, hanya saja bahasan mengenai masa lalu selalu saja menjadi topik seru untuk dijadikan bahan melucu. sama seperti aku dan gadis berkendaraan silver berplat BE itu yang seringkali membuatku berpura pura galau atau sekedar merasaninya (bahasa jawa yg berarti membicarakan seseorang)

Percakapan bergulir cukup seru hingga tiba tiba pikiranku tertuju kepada sesosok nama pemilik senyum manis itu.. dia yang menjadi cerita tak tertulis di lembaran cerita khususku. Dia, bu dokter itu..

Baiklah, aku ingin bercerita mengenai dia mulai saat ini. Aku beri nama juga label bunga saja agar lebih mudah menyebutkan namanya sekalipun bukan yg sebenarnya. Jelas identitasnya aku rahasiakan dengan samaran, aku ingin menjaga privasinya hahaha.

Selamat bertemu di label bunga ya pembaca abu abu. :)

Ink bunga, sama seperti namamu. :)