Friday, September 22, 2023
Friday, September 15, 2023
tanpa tendensi
sudah seharusnya segala senyum adalah sebuah keikhlasan. bukan karena adanya paksaan atau terselubung niat lain. terulas bahagia tanpa takut akan hari esok. begitu nyala semangatnya hingga segala keluh dunia terpendam sendiri, seluruh masalah terhadapi cukup dengan diri. begitu sumringah atas apa yang terjadi. terkunci pada suatu gedung hingga menyusuri dingin musim dingin dengan sungging senyum sepanjang pedestrian terlalui.
si poni dengan cengir kuda. begitu bisa dia bawa suasana. tak perlu satupun manusia tau hatinya seperti apa. hanya yang ia butuhkan tempat untuk berbahagia. untuk sendiri. untuk membersamai dirinya. karena dia sadar, segala yang ia lakukan hanya untuk dirinya kini. bukan untuk lain apalagi mengenai orang lain. tak pernah bertendensi, tak pernah mengharap kembali. biar, biar saja dia bahagia dengan dirinya saja. cukup segala memori disimpan, tanpa satupun mengintip dan terbuka hati.
mantranya hanya satu, 'sedikit lagi..'
--
menangislah, kan kau juga manusia. mana ada yang bisa berlarut-larut berpura-pura sempurna...
Tuesday, September 12, 2023
Thursday, September 7, 2023
Terlalu banyak surprise hari ini. Akupun bingung harus memulai cerita darimana. Aku bahagia, tapi ntah bagaimana dengan masa depan. Khawatir tentu ada, tapi mengena aku yang terbiasa dengan hal menyebalkan, kukira aku akan tetap bisa selamat. Tapi sudahlah, tak perlu banyak berpikir. Aku percaya saja semua akan baik-baik saja.
Satu lagi, tak perlulah semua ucap manusia didengar apalagi dimasukkan ke dalam qalbu. Melelahkan...
Wednesday, September 6, 2023
Semakin banyak alasan, semakin jelas terlihat. Aku sudah tidak mau lagi direndahkan apalagi dipikir tidak mampu. Sudah cukup aku merasakah hal itu, dan mungkin tak akan kujelaskan satu persatu. Cukuplah bicara sekali dua. Bila tak dipercaya lalu buat apa memaksa. Bila dibenci adalah sebuah kepastian, tak perlu berusaha bersolek agar terlihat cantik dan disukai.
Karena pada akhirnya yang menyukai tak akan meninggalkan. Yang menghormati akan tetap menempatkan diri.
Aku menunggu waktu tak bertemu denganmu.
--
Friday, September 1, 2023
Friday, August 25, 2023
aku dengan begitu banyak kesulitan menolak permintaan tolong. dengan kekurangan yang kumiliki saja aku sudah kepayahan. dan sudahlah, aku berusaha memakna dengan baik dan terang bahwa matahari saja tak selalu cerah asbab awan menghalangi sinarnya juga kabut tebal tak bolehkan ia menyentuh bumi.
Biarkanlah saja, aku ingin menghirup udara bebas langit biru itu..
--
Wednesday, August 16, 2023
Monday, August 14, 2023
Move on
Kata sederhana dan mudah diucap tapi tak semudah itu dilakukan. Kurasakan dementor berkali-kali datang sebab kegiatan. Aku sulit sekali merasa lagi. Hanyalah terseling sejenak untuk lalu bergerak lalu.
Sunday, August 13, 2023
Nda
Kehilanganmu ternyata buat luka menganga. Terkilas balik awal bertemu, betapa kilau buat aku begitu bangga. Merawat dengan hati, menjaga agar tak tergores sedikitpun.
Begitu perih kurasa kala kudapati hantam keras buatmu lantak. Baru kinilah kumiliki perih karena tak bersama.
Berkatmu pula, masaki begitu indah dan menarik untuk diceritakan. Sebagai bahan bakar menjalani dewasa yang ternyata membutuhi energi luar biasa besar. Bila tidak, mesinmu mati dan akan tertelan di pusaran naif tak berwarna.
Aku menantikan dirimu kembali. Segeralah pulang.
Saturday, August 12, 2023
Mabuk
Thursday, August 10, 2023
Aku hanya menunggu kala tepat menyelesaikan segalanya. Kupikir aku cukup bahagia dengan apa yang tak kumiliki hari ini. Tak perlu bersua maupun bersuara. Aku cukup dengan diriku. Kenyamanan maupun kebahagiaan merupakan tanggung jawab diri yang jangan pernah tergantungkan pada orang lain. Karena kecewa merupakan hal yang pasti dari sebuah harapan pada manusia lain.
Bara semangatnya kini meredup lirih tapi ia lah yang akan membakar segala. Menjadi api besar di puncak jayanya kelak.
Aku cukup dengan diriku. Dan aku berterima kasihh pada diri luar biasa ini.
-
Wednesday, August 9, 2023
'Sekarang ini, cuma itu yang bisa kujadiin alasan untuk bangkit lagi. You know i'm so hopeless.', ujarku lirih.
Pandangan mata kami bertemu di antara lampu kota di ketinggian bangunan ini. Tatapannya kuat namun ada kilas sedih. Pertemuan tadi buat aku menyadari ada rindu terselip yang selalu disembunyikan, dengan berbagai alasan tertentu.
'Kita ga sama pasangan kita juga, kita ga akan nyatu, kamu tau kan?', jawaban spontan dengan nada berat yang terasa hingga ulu hatiku.
'Aku ga pernah bahas soal kita sih, hehehe. Aku cuma happy karena kita bisa ketemu lagi, dan itu udah lebih dari cukup buatku.', jawabku menggantung.
'Ah kamu mah...' jawabnya sembari mendekat..
Perlahan sekali. Bagai detik melambat. Aku ingin waktu memelan, bila perlu berhenti.
Dia mengistirahatkan beban pikirannya di pundakku..
--
'Karena sesungguhnya aku pun tahu, kita tak akan satu..'
Tuesday, August 8, 2023
Jalannya masih jauh, jadi energinya harus disiapkan lebih banyak
Banyak yang akan membicarakan, jadi ada baiknya tutup telinga rapat-rapat
Tidak banyak yang ingin dibagi, hanya ingin mencederai
Tak perlu banyak bergantung selain diri, nanti akan ada saatnya sebelum mati..
--
Waktu sempit, tugas rumah banyak, bergerak tak berhenti bukan lagi pilihan
Nuy
Hari ini aku bertemu salah satu bimbingan skripsi. Pemenang salah satu Beauty Pageant Competition terkemuka di sini. Perbincangan berawal dari ketidaksengajaan bertemu dan ternyata menutup diri karena merasa berbeda level.
Ah, berat sekali memang berusaha baik pada orang lain. Ada perbedaan mendasar antara berbuat baik pada semua orang dengan menjadi people pleaser. Kupikir itu adalah hal yang memiliki perbedaan mendasar. Karena berbuat baik seringkali disalahartikan.
Tau beratnya? Ketika berbuat baik dan orang lain merasa yang kulakukan adalah sebuah keharusan. Bahan bakarny sudah hampir habis, tuntutan perbuatan baik terus tinggi. Kala sudah kehabisan, Burnout.
Egoisme menjadi kunci agar tetap waras menjalani hari. Tetap berusaha berbuat baik, namun perlu dipahami yang perlu diberikan kebaikan adalah diri sendiri, baru orang di sekita. Jangan sampai salah memprioritaskan, karena tak ada penopang terkuat lain selain dari diri ini.
--
'padahal aku masih melakukannya hingga saat ini..'
Monday, August 7, 2023
- mimpi di bulan juni -
'Aku heran kenapa sih buat jelasin gitu aja mesti muter-muter dulu?', tanyanya dengan pandangan heran dan langsung menatap mataku. Sebuah pertanyaan di sela perjalanan pulang dari kantorku. Hari ini memang rekan kerjaku tak datang, jadilah aku mengajak dia menemani rapat. Kebetulan hari ini dia ambil day-off, sementara pekerjaanku tidak bisa ditunda jadilah aku meminta dia membersamaiku.
Ntah berapa pasang mata terkejut memandangi kami kala masuk kantor pagi ini. Aku mengerti betul apa yang ada di benak mereka. Karena belum pernah sekalipun aku terlihat bersama wanita ataupun dekat dengan siapapun di tempat ini. Aku si pekerja keras yang siang malam bekerja tiada henti, si hati batu karena kerasnya suara dan ingin.
'Oh, terus kenapa ga langsung aja gitu? I don't get why you explain too much to them? Mereka harusnya kan udah ngerti lah pertanyaanmu apa..', tak puas dengan jawabanku, dia memberondong dengan pertanyaan lebih banyak lagi.
Kembali aku takjub dengan kegigihannya ketika ingin mendapatkan sesuatu..
'Hahaha, that's why kamu menarik sekali di mataku dan semua orang di sini..', jawaban yang ternyata buat mukanya memerah semu.
'Dah ah, aku laper. Makan yuk.', ucapku singkat menutup sebelum dimulainya diskusi yang tak akan selesai dalam waktu satu jam itu.
Perjalanan pulang ini begitu menyenangkan, karena selain aku tak menyangka kembali bertemu lagi dengannya. Langit sore ini begitu indah sebagai bonus untuk kerja kerasku hari ini. Terima kasih, Kamu dan Langit.
--
'kamu masih aja ya suaranya radio banget..'
Sunday, August 6, 2023
Perjalanan spiritual
Masih banyak yang ingin kuceritakan padamu. Begitu buncah rasa bergejolak disertai adrenalin mengalir deras. Aku tak mau cerita hidup kali ini berakhir di titik. Kugambarkan menjalani kehidupan ini seperti mengerjakan skripsi, ketika belum selesai, jangan pernah mengakhiri tulisan untuk istirahat dengan titik, beristirahatlah dengan koma, karena akan lebih mudah melanjutkan tulisan bila terjeda. Titik berarti berhenti, koma adalah jeda istirahat sejenak.
Berkat perjalanan yang lebih dari pekerjaan beberapa hari terakhir, aku mendapatkan visi yang akan kujadikan motor aku bergerak lagi. Beberapa poin kesimpulan untuk diri ini adalah sebagai berikut:
- Usia boleh bertambah, tapi jangan matikan jiwamu. Karena sesungguhnya para jiwa mudalah yang mampu mengubah dunia. Jangan mudah menyerah pada keadaan. Bakar lagi semangat mudamu, beri umpan sebanyak mungkin agar kamu selalu lapar dan siap berperang!
- Lebih memercayakan segalanya pada diri, kurangi bergantung pada apa yang tak dikuasai. Bergerak sekuat mungkin, istirahat secukupnya. Tidurmu sudah terlalu banyak!
- Menjadi lebih baik dalam pengaturan waktu, karena hanya yang mampu mengatur dengan baiklah yang akan segera dibesarkan oleh waktu. Kita sama punya 24 jam, efisiensi dan efektivitas haruslah menjadi acuan utama pemanfaatan waktu. Ingat, bila tak bisa mengaturnya, maka waktulah yang akan membunuhmu!
- Mengurangi keluhan ketika menghadapi masalah, karena tidak akan ada yang memedulikan keluhanmu.
- Menghidupi mimpi, memupuk, dan memberinya makan sesuai kadar sembari memerhatikan ekspektasi, karena ekspektasi yang terlalu tinggi berdampak risiko mati akibat jatuh terlalu keras dari ketinggian.
- Mengatur ulang pola kerja, pola pikir, dan pola hidup. Apa yang kita lakukan hari ini, akan berpengaruh pada masa depan. Masa lalu hanyalah acuan, jangan hidup di sana.
- Last but not least, mari memantaskan diri untuk segala yang diingin, semua yang dikejar. keajaiban hanya diberikan pada yang pantas dan penuh persiapan.
Ya, aku meyakini Sudah cukup rasa puruk beberapa waktu terakhir, saatnya memanaskan mesin untuk terbang sekali lagi, this time, the destination not only to the top of the world!
| Iya iya, jidatnya udah makin lebar. sumber : dokumen pribadi cipta |
--
Kali ini, kita akan ke antariksa!! Kamu siap???
Kekaguman
Aku tak banyak berkata-kata pada pertemuan pertama. Aku takjub pada halus senyum dan rangkaian kata baik, hingga paparan yang sangat teratur. Berbeda dengan kami yang semau-mau, tanpa persiapan, dan suka mengerjakan tepat sebelum waktu. Kupikir hanya aku yang merasa bahwa ada percikan hangat di dada serta terpompanya semangat untuk berbuat lebih dari ini..
| Selalu menyenangkan kembali ke sini Sumber : dokumen pribadi Cipta |
Betul, sudah saatnya aku pulang kini.
Pada aku yang kusukai
Bukan aku yang sering kumaki dan kubenci
Pada aku yang melakukan apapun untuk diri
Menjadi aku dengan sisi terbaik
Tak perlu mengeluh dan menjadi sisi yang kuhindari
Terima kasih untuk pelajaran yang diberi
Karena aku sudah seharusnya mengejar mimpi
yang kukubur dalam dan bangkit dengan sesuka hati
Aku ingin mengejarnya, mendaki, mencari
Sekali lagi
--
Monday, July 31, 2023
Mengguna Kacamata
Tujuan utama pengguna kacamata tentu agar melihat dunia lebih terang, lebih jelas, tak buram. Seringkali penggunaan kacamata berbeda tentu akan beda tujuan. Ada yang sekedar untuk bergaya, ada yang untuk memperjelas penglihatan, ada pelindung cahaya.
Apapun itu, perspektif pemakai menjadi penting. Hingga kadang kita lupa, cara melihat hidup seringkali seperti kala mengguna kacamata kuda. Tidak lagi terlihat kanan kiri, dunia hanyalah apa yang dilihat, apa yang dilihat itulah yang dipercayai.
Kadang kita lupa, bahwa dunia itu luas, kehidupan itu tak hanya berputar di sekitar kita. Seringkali kita menghakimi sesuai perspektif kita, sedangkan banyak masukan yang kita buang sekedar mempertahankan rasa juga hati. Bilapun mungkin juga alasan mempertahankannya adalah karena terlalu banyak luka. Seluka apapun, berusahalah untuk tidak melukai orang lain dengan sengaja. Kalaupun tak terelak, kurangilah lagi.
Coba lihat lagi dunia dengan menoleh kanan-kiri, mendongak, serta menunduk. Sesekali mencoba lihat belakang pun tidak salah. Karena siapa tahu, ada pandangan baru untuk kita menatap ke depan. Memperbaiki sikap, memperbaiki diri, memperbaiki apa yang mampu diperbaiki.
Kacamata kuda, bukan kita, tapi aku, sang dungu.
--
Tuesday, July 25, 2023
I remember the night we first met
we were so young i cant forget
how you kissed my face And you took me home
i remember the life years ago the air mattress on the floor
that was before, a life took control
oh how we lost our mind
when we fell in love that night
i never thought that i would ever leave your side
oh how we lost our mind when we fell in love that night
promise me you wont cry this is our last goodbye
when i was lost, i found you
when i was broke, you bought me shoes
you are my first, and damn it this hurts
now you got someone new, and i cant pretend to just be cool
i cant be your friend so this is the end..
--
oh how we lost our mind when we fell in love that night..
Sunday, July 23, 2023
Debby Ryan si Blair
Wednesday, July 19, 2023
Dans une soiree
Bagaimana aku bisa berpindah? ketika ternyata putaran memori di kota itu terlalu indah. Kala persahabatan betul bisa buat tawa dan tangis bersama. Ketika dingin bukan lagi masalah karena selalu ada masalah yang lebih berat utamanya mengenai sepi dan depresi. Lagu champs-elysees yang kita nyanyikan bersama diiringi gitar terpetik oleh kawan dari negara seberang buat buncah bahagia bikin lupa masalah yang ada di luar kamar yang begitu hangat ini.
Bagaimana aku bisa lupa? Sekalipun tenggelam dalam kesibukan dan kenyataan bahwa aku semakin jauh dari masa lalu dan juga memori, ingatan itu segera saja kembali segar bagai bernyawa dan hidup kembali. Aku butuh semangat-semangat itu hari ini. Hari-hari dimana aku terus berusaha dan membangkit mimpi. Bahwa akulah yang hanya bisa kupercaya untuk mengarung hari dan masa depan.
Bagaimana aku bisa tak bahagia? karena semua tak terbeban, bersahabat tanpa kebutuhan, belajar tanpa keterpaksaan, bernyanyi tanpa memikirkan pekerjaan besok apa, bersemi rasa tanpa berpikir akan berpisah.
Segera kembali, segera bertemu, segera pulang. Karena mungkin bukan disini..
--
Friday, July 14, 2023
Tuesday, July 11, 2023
Ada lagi tempat nyampah baru! kira-kira kita cobain apa engga ya? Hehe.
Oh iya, sedikit aku lupa, ada beberapa perspektif baru kudapat beberapa waktu itu. Ya, biasalah. terkait kesiapan dan kekuatan juga arah untuk masa depan. Tak kusangka aku mendapati kembali semangat itu, hal yang betul tak kusangka.
Tak terlupa pula beberapa strategi harus kuperbaiki. Karena ternyata menyenangkan banyak orang hanya akna menjadi katak dalam tempurung. Padahal, dulu aku melihat diriku adalah seorang penguasa. Biar, biarlah ku tak akan banyak pikirkan hal itu. Sudah saatnya melakukan banyak hal, karena tanggung jawab tak sekedar pada sekitar, tapi paling utama adalah pada diri sendiri dan masa depan.
Mari, berkekuatan lagi!
--
Untuk kopi pahit dan aroma pagimu.. :)
Sunday, June 11, 2023
Saturday, May 20, 2023
Ya, hidup bergulir dengan segala kejutannya. Hal menyenangkan dan menyebalkan tak berhenti berganti. Menuai satu mimpi, mati mimpi yang lain, tumbuhlah asa baru. Tak pelak berjuta mulut serta pasang mata mengomentari. Biar sajalah mereka memberi rasa dan karsa. Aku terus berjalan dengan kepercayaanku. Tak perlulah mencari masa lalu atau apa yang menjadi rahasia diri. Karena kupikir aku cukup berbahagia dengan kelam yang kupunya. Terlepas dari gelap, tentu aku ingin memuat beragam kisah baru. Bersama semangat redup yang nyaris mati, aku terus bergerak dalam gamang. Tunggu, sebentar lagi akan kuhajar semua bentuk caci yang buat aku merundung diri.
Sunday, April 30, 2023
Bilapun tulisan ini tidak disukai, aku akan tetap menyukainya. Karena bagaimanapun mereka adalah buah pikir carut marut yang tak pernah didengar manusia. Cukup jadi aliran tulis yang bermuara pada lampau tak bertepi.
Pergipun, biarlah mereka menjadi memori, tak untuk dikenang orang lain. Akan kujadikan temanku saja, menemani sepi, berkalang mimpi. Tak perlulah jenuh, peluh, dan keluh menyertai dan terbagi pada manusia. Selama aku punya aku, aku akan bisa mencipta bahagiaku.
Friday, April 28, 2023
Sedasa
'oke, aku sayang sama kamu'
adalah pembuka percakapan kita selang beberapa waktu saling menjalani kehidupan masing-masing. Pembicaraan singkat yang kupikir bukanlah hal aneh bagi kita. Kita selalu saling pergi, tapi untuk waktu tertentu akan mengisi dan saling menceritakan pengalaman masing-masing.
Kupikir elegi kita sudah selesai di epilog cerpen yang t'lah kulupakan sejak lama. Kala kulihat sematan di jari manismu tersombongkan dengan sangat indah di media sosialmu.
Kau tak berubah sama sekali, masih dengan ketegaran hati, bongkahan logika melindung rasa yang rapuh agar tak terlihat lemah. Berhasil menipu siapapun yang tak melihatmu dengan hati.
--
'kita akan bertemu lagi, meskipun di kejauhan...'
Wednesday, April 12, 2023
CJ
Sudah berganti April, bulan yang spesial. Kalau kata Fiersa Besari di penggalan awal lagunya, 'Coba tanya hatimu sekali lagi..'
Selalu ada hal baru di bulan ini. Dua bulan terlewat dari terakhir kali aku menulis.
Di tengah hari ini, menyeruak banyak rasa. Kala tak terlalu ambil pusing dan mengegokan diri.
Cipta dan Jati, satu raga dengan dua personalia. Cipta yang brengsek dengan segala keteguhan diri, percaya, serta tak pernah berhenti berlari. Berkebalikan dengan Jati yang ingin semua selalu dalam kontrol. Sosok ingin sempurna yang seringkali tak menerima ketidaksempurnaan dirinya.
Gulatan diri tak berhenti di sana. Aku meraung akan kosongnya jiwa atas dua pribadi berbeda.
Aku ingin sendiri saja, tanpa banyak tuntutan, tanpa banyak kebingungan.
Wednesday, March 1, 2023
Menyadari siapa diri akan lebih baik dibanding berjalan tanpa arah seraya mendongak hingga terjungkal oleh kerikil. Menyenangi diri dan mengusahakan yang terbaik dengan segala kelebihan serta kurangnya hati dan rasa adalah sebab baik dari masa depan yang tidak seburuk kini.
Berencana saja tidak cukup, karena implementasi seringkali tidak sesuai harap.
Berusahalah dengan lebih baik, karena dengan adanya usaha cukup dan tak berhenti, mungkin suatu hari kau akan berbahagia. Bilapun tidak, mungkin belum saatnya dirimu berbahagia.
Monday, February 27, 2023
Wednesday, February 22, 2023
Biru lalu langitmu
Hentakan nada memacu jantung, terbuang sudah gelisah lara yang tak perlu di kala bekerja.
Sedu sedan merekah seiring tatap bertemu, kita bukan tak sama, hanya saja tidak dapat padu.
Bermain watak sudah cukup, tak perlu hingga jadi dasamuka.
Berdendang mengena nada yang pernah saling kita tukar tanpa asa.
Mengerjap kembali semua ingin dan rindu.
Aku terengah-engah menemukan dirimu.
Seperti hela deru kuda berlari dengan sekuat tenaga, seperti itu pula aku jalani hidup.
Aku hanyalah pengecut yang mengaku-aku.
Tak lagi berencana menjadi sang pucuk di langit luas, cukup menjadi lebih baik dari aku yang kemarin hari.
Dengan segala perih dan keinginan untuk bangkit sekali lagi.
Aku ingin lagi melihat biru langit syahdu hanya dengan diri.
Memejam mata, menghirup udara sisa
Di tengah keterpurukan ini, aku masih memiliki memori.
--
Tuesday, February 21, 2023
Kadang kita hanya lupa posisi saja. Sering merasa bahwa kita sama dengan lainnya. Padahal, jelas tiap orang memunyai tempatnya masing-masing. Namun, ketika terbawa suasana yang kurang tepat, justru buat kurang nyaman, justru buat kita merasa sejajar, bahkan lebih tinggi.
Pahamilah, bahwa dengan merasa rendah dan bisa bawa diri akan jauh lebih bisa buat nyaman dan tak terterpa angin besar.
Monday, February 20, 2023
Menyenangkan sekali rasana berbicara pada diri sendiri.
Sembari memandang kardus kosong dengan sedikit ada lubang di ujung kotak.
Menyadari bahwa tanpa mimpi, diri ini kehilangan arah.
Mencoba sekali lagi, menggali asa yang pernah kukubur sedalam-dalamnya.
Untuk kujadikan tujuan, untuk berangkat sekali lagi...
Tuesday, January 24, 2023
Semenjana
Semudah itu dentuman irama meruas senyum di bibir ini.
Selalu sama, berkerjap kembali pada masa-masa silam.
memang tak selalulah kesedihan membersamai, begitupun bahagia yang datang dan pergi.
Tak perlulah berusaha terlalu keras bila hati memang sedang berat-beratnya. Sesekali terduduk lemas dan merasa segala peluh tak terbayar adalah sebuah kewajaran.
Sering kita merasa hebat dan bisa melakukan segala, sementar semesta tak mendukung dan terus menyetir ke arah kehancuran, kelam, dan tidak ada lagi secercah sinar akan harap yang biasa datang hampiri.
Biar saja patah, biar saja tak mampu terbang tinggi lagi.
Biar saja egoku lemah
Biar saja aku tak lagi bergerak demi raih
Biar saja seperti ini, tak memaksa diri.
Semenjana saja..
Menikmati dunia, mendengarkan alam, menyenyumi segala yang lewat dan tak pulang...
Aku sedang merasa cukup, jengah, dan tak puas.
--
Wednesday, January 4, 2023
Mindfulness
Menyadari bahwa dalam hidup ini kita tak memiliki apapun ternyata membuat enteng. Tak berat dan tak sulit.
Mencoba berkata pada diri untuk sudah mengejar wreda yang sudah tua ini. Untuk apalagi? Toh sekejap saja kita akan pulang. Hanya berkain putih tak bawa duniawi.
Kali ini aku begitu tenang dan ikhlas. Tak berat
Wednesday, November 2, 2022
Wednesday, October 19, 2022
Friday, October 14, 2022
Bara Hati
Tiba-tiba aku membara,
kurasa ada sedikit rasa tertikam, tidak dari belakang, namun langsung menusuk ulu hati.
Sedikit lagi terkena jantung.
Hanya, aku tak akan terlalu banyak berpikir
bergerak, dan bergerak.
Tak peduli lagi dengan apa kata nyinyir orang, aku adalah nista yang mereka tak pernah ingin kenal.
Sekali lagi, aku akan bangkit.
Sekali lagi, aku akan berlari.
Tak perlulah bersama
Sendiri saja cukup
Aku, dan diriku.
Saturday, October 1, 2022
Tuesday, July 12, 2022
Berkejaran dua makhluk bersama, kicau dengan riang mereka bernyanyi. Terbang ke sana ke mari tanpa peduli apa itu administrasi.
Tak perlulah penghuni lain alam ini tahu, betapa merdu tarian rindu. Disertai angin melalu tanpa peduli mereka buat sarang indah pada salah satu dahan randu.
Wahai dua jiwa pemilik sayap yang tak pernah merasa terkekang waktu, Bolehkah kami iri padamu? Sedikit saja..
--
Friday, July 8, 2022
Kontemplasi
Thursday, June 30, 2022
Sesederhana malas mengerjakan,
Bukan karena penuhnya pekerjaan, bukan karena banyak yang dipikirkan.
Hanya sebab banyak alasan, mencari celah terlihat punya kelebihan.
Padahal hanyalah aku yang penuh kekurangan.
Diri yang semakin larut pada rumitnya jalanan.
Padahal selalu lurus dan diberikan pilihan kiri atau kanan, dan sesekali menemukan persimpangan.
Sesederhana malas mengerjakan..
Thursday, June 16, 2022
Nyatanya menulis di sini berbeda rasanya dengan menulis di catatan pribadi. Yang kulakukan beberapa tahun belakang ini. Ada sebuah kepuasan dari melampiaskan rumitlogi, ilmu yang berhubungan dengan kerumitan hidup ini (Jati, 2022).
Biarlah berkaca pada masa lalu merupakan sebuah kebiasaan yang harus mulai kusadari. Karena kita yang tahu, apakah kita selalu memperbaiki diri dan jadi lebih baik dari kemarin, atau sekedar terengah engah mengejar ketertinggalan dari ritme manusia lain yang selalu diperbandingkan. Hingga buat jengah, lalu tidak bahagia.
Cukuplah kegiatan-kegiatan kecil mulai mengisi sibuk hari, buat senang hati. Pencapaian yang tidak perlu hebat dan tinggi, tapi mampu lambungkan ria rasa yang seringkali terlupakan demi pemenuhan ingin manusia. Kita lupa, bahwa bahagia itu selalu sederhana, dan tak lama.
Berbahagialah, karena bila hari terisi dengan duka, tak sepeserpun waktu bisa terbeli dengan segala usahamu itu..
Karena hari terus berjalan, sementara hati sering terlupakan..
--
Friday, June 10, 2022
Memberanikan Diri
Derap jantung berirama lebih cepat, ntah kenapa tidak pernah berubah. Lantunan lagu-lagu di telinga begitu lekat.
Di antara tugas diberi, keinginan untuk memenuhi harap, serta lelah di ujung hari. Nyatanya begitu mudah rapuh hati ini.
Ketika pulang bukan lagi sebuah penantian, tak lagi jadi pelepas letih, dan pengganti peluh sepanjang hari, lalu akan kemana lagi?
Mungkin tidak harus selalu terceritakan apa yang dirasa. Cukuplah selalu memberi dan memberi, bercerita pada diri, tentang hari, tentang hati.. Karena dewasa ini, bukan lagi mengenai kesenangan tapi mengenai pemenuhan harapan orang lain, yang terlalu tinggi. Kurasa bahkan menembus langit dan tak terlihat lagi. Karena kesempurnaan adalah sebuah keharusan, cela adalah sebuan hina yang tak boleh terjadi.
Aku lelah sekali..
--
Dari ketinggian sebuah menara, aku memandang jauh. Tak pernah seharipun mengeluh. Karena aku tahu aku sekuat itu. Sekalipun dahi ini sering bertemu keras pembatas tempat berteduh. Tapi ada hangat tiap kurasakan musim dingin di bawah nol derajat itu.
Kini di negara tropis yang mendapat rezeki hangat matahari sepanjang tahun aku begitu rasa kedinginan. Begitu pilu hingga tulang kurasa. Ntah kenapa.
--
Aku beranikan diri untuk menulis lagi di sini, buku catatan kusam yang tak kusambangi karena harus menjaga hati. Padahal dia salah satu tempat yang bisa menampung penat, tanpa harus bercerita, tanpa orang harus mengerti apa yang sedang terjadi. Satu-satunya yang mau menerima kusutnya otak ini, agar aku meracau dan tak harus masuk ke hati.
Karena, aku lelah sekali..
--
Thursday, June 9, 2022
Overdosis
Senang atau bersikap tidak suka adalah sebuah pilihan.
Dan aku dipilihkan jalan ini, agar membersamai dan memberikan pelajaran, bagi mereka dan khusus bagiku.
Bila boleh memilih, aku ingin pergi, bersama dengan apa yang aku ingin, bukan selalu diberi masukan tanpa mempertimbangkan apa yang aku ingin, apa yang aku pikir.
Mungkin sudah overdosis tidak lagi saatnya diberi tapi diajak bicara, diajak untuk bertukar pikir, karena sudah ada sedikit terisi.
Tapi sudahlah, sebentar lagi akan pergi.
Yang penting, aku tidak depresi.
Saturday, May 21, 2022
Berat
Sunday, September 19, 2021
Menjalani Mimpi
Menjadi penyemangat di tiap pagi,
Selain secangkir kopi hangat yang beri semangat,
Senyummu adalah yang sering kurindu,
Memeluk erat seraya beri semangat.
Berbahagia, bersama, bercanda.
Menunggu layar bioskop terbuka dengan canda terselingi, hal yang sulit kita lakukan di kala pandemi
Pun berjauhan merupakan hal yang tak mudah untuk dilalui
Berjarak dan terhalangi
Merindukanmu bagai tanah kering kerontang menanti jatuh hujan yang tak pasti
Sesekali mendung menghitam namun rintik tangis langit tak kunjung buat basah bumi
Mungkin inilah cara Tuhan menguji,
Dengan perpisahan yang tak kuingini, sekalipun harus menahan segala rapuh dan lelah dengan duduk di sudut pilu.
Namun aku selalu tahu, rapalan doa menggetar Arsy selalu akan kulafalkan.
Hingga betul nafas ini berhenti
Maut menjadi awal yang abadi.
--
Selamat menjalani hari, berjalan mimpi..
Saturday, June 12, 2021
Dream Big, Chase Hard!
Pada salah satu tulisan, gue melihat bahwa mimpi akan sangat dekat bila segalanya mendukung. Support system sebagai penopang untuk mewujud mimpi ada.
Progress adalah segalanya. Karena tanpa adanya progress, mimpi sekecil apapun tidak akan tercapai. Sebaliknya, dengan progress yang segaris saja, suatu saat mimpi sertinggi langit akan bisa sampai.
Aku adalah seseorang yang begitu menghargai proses. Sebuah pencapaian hanya layak diperoleh bagi mereka yang berusaha.
Tapi semakin dewasa, seiring berkurangnya jatahku hidup di dunia, aku semakin menyadari bahwa sebuah pencapaian membutuhkan penopang, semakin banyak topangan dan dukungan, akan semakin mudah dan cepat untuk mencapainya. Memperbesar dan mempercepat pembelajaran dari waktu ke waktu.
Karenanya, kesempatan adalah salah satu hal yang begitu berharga.
Bermimpi besar merupakan sebuah privilege karena tidak semua orang mau dan berani bermimpi. Ada yang takut, ada yang tidak berani, bahkan tidak tahu cara bermimpi. Seringkali mimpi tidak terjadi karena kondisi lingkungan atau sekitar yang tidak mendukung. Contoh, seorang pemulung akan takut bermimpi menjadi seorang CEO karena dia sadar, untuk makan sehari-hari saja dia harus bekerja keras. Sementara bagi mereka yang memiliki kesempatan besar, dukungan yang luar biasa dari teman dan keluarga, justru menajadi malas dan memilih mematikan mimpi dengan berbagai alasan. Padahal nyatanya karena dia malas.
Berani bermimpi berarti berani mengeluarkan energi lebih untuk membangun dan menuju besar. Bila memang support tersedia, gunakan sebaik-baiknya. Bila belum ada? Buatlah sistemmu sendiri, jangan pernah mau kalah dengan keadaan.
Dan kemalasan.
--
--
Kusut
Sudah lama tidak kembali ke diary ini. hehe. Dulu begitu seringnya nulis karena merasa bisa merapikan otak dan merefleksi apa yang telah rumit dan dirasa berat.
Dengan menulis gue ngerasa semuanya bisa tertuang dengan baik. Tapi ternyata dalam prosesnya ada beberapa hal yang membuat gue kurang nyaman bercerita atau menuang isi otak di dunia maya. Hal yang tadinya bisa gue jadikan self-healing diri gue serta kekusutan pikiran, ternyata malah beberapa kali jadi masalah.
Yes, dan sekarang gue bahkan berat untuk menulis. Haha. Menertawakan diri sendiri masih jadi cara paling efektif gue melepas beban dan tidak perduli dengan sekitar.
Gue dulu pernah dapet komplimen dari seorang sahabat kalau tulisan gue penuh dengan energi positif. Sekalipun nulisnya galau atau bahkan cerita dengan beratm, selalu ada sisi positif yang gue angkat dari tiap tulisan, yah seengganya buat gue. Hehe.
Betul aja, dulu gampang betul cerita dan ambil cerita positif. Sekarang? Mungkin gue ga ngerasa hidup gue semenarik dulu. Ditambah ritme kehidupan yang jauh berubah dibanding kala muda dulu. Gue dulu muda, meledak-ledak, dan mudah marah! Haha. Sekarang masih mudah marah sih, tapi lebih bisa kontrol diri sih.
Kontrol diri, atau ga peduli? Kayanya gue butuh buat refleksi lebih banyak lagi deh hehehe.
Otaknya bahkan lebih kusut dari sebelumnya. haha
Monday, May 10, 2021
Untuk bangkit sekali lagi
Ya, akhirnya ketidaksemangatan akan menggerogoti para lemah dengan berbagai alasan untuk bangkit sekali lagi.
Tidak mudah memang untuk bangkit berkali-kali kala keterpurukan tak kunjung berhenti.
Tapi apalah artinya sakit bila tidak ada harapan sembuh: Menuju mati.
Aku bukan pejuang dengan kawanan.
Lebih baik berteman sepi dan berkawan lara namun selalu punya alasan untuk bangkit sekali lagi.
Bukan berarti aku harus tak bersahabat dengan yang mengelilingi.
Hanya aku tak mau berasa tinggi sementara mega menuju mendung atau cerah tak pernah terprediksi.
Terbaik adalah menyiapkan rencana terbaik untuk masa yang sulit.
Sekalipun telah berdedikasi, desing peluru menuju jantung tak henti-henti.
Aku hanya punya diri dan mimpi.
--
Monday, April 12, 2021
Tuesday, December 29, 2020
Aku pernah bermimpi: Menjadi seorang Profesor. Salah satu mimpi yang begitu kudamba kala masih menjadi seorang idealis bernama mahasiswa.
Menjadi seorang sabar mungkin memang bukanlah gayaku. Terutama bila harus terus bersinggungan dengan ekslusivitas dan hal yang begitu administratif. Keinginanku untuk mengajar kuat memang, tapi aku mundur bila terus didera rutinitas tanpa didukung oleh lingkungan yang baik. Iya, aku pecundang memang. Tapi keberpecundanganku bawa positif dengan apa yang kumiliki hari ini. Itulah hidup, ya?
Pernah kuberpikir bahwa kami adalah kumpulan orang pintar dengan kegiatan kosong. Kegiatan berujung pada gosip-gosip obrolan rumah bawa ke kantor. Ya aku tahu akan banyak yang mengecam dengan opini tersebut. Karena berangkat ke kampus untuk sekedar menggugur kewajiban dan menunggu pulang bagi sebagian kami bukanlah hal yang aneh lagi. Tapi di beberapa institusi, hal tersebut adalah hal lumrah dan merupakan rahasia umum.
Tidak, tak semua dari kami demikian, ada yang betul-betul beri sumbangsih tanpa mengharap apapun kecuali murid menjadi lebih baik. Menyedekah ilmu tanpa berpikir pamrih. Mereka kuanggap orang hebat sekalipun banyak hal buruk memecut orang-orang baik ini. Beberapa adalah role model untuk kuambil kebaikan dan landasan perjalanan hidup. Dan memang, orang baik akan selalu mendapat ujian yang lebih berat. Seperti kebanyakan mereka. Ada kala hatiku hancur, ketika kulihat kolega dekat menangis karena hal administratif atau yang cerita sesepele, 'orang baik tak ikut gerbong hanya akan dibuang'.
Begitulah kami, banyak hal tak terceritakan karena citra memang hal penting yang harus dijaga.
Mendapat gelar profesor mungkin bukan jalanku. Namun aku telah belajar banyak dari mereka, para profesor ilmu dengan atau tanpa gelar yang tersemat di nama meraka. Mereka yang tak berpamrih dan turut mengukir sosokku hari ini.
Selamat pada seorang guru dan pengayomku di sebuah institusi yang besok akan dikukuhkan gelar Guru Besar di depan namanya.
Ah, nyatanya sekalipun terus merundung, aku rindu suasana teduh saintifik itu.
--
Di sebuah kios ikan yang baru terbangun kemarin
Wednesday, December 9, 2020
Seharusnya
Thursday, November 5, 2020
Apatis
Beberapa media sosial saya tutup beberapa minggu lalu dari laman pintar saya. Bukan deaktivasi, hanya sekedar menghilangkan dari ponsel saja.
Hasilnya? Menyenangkan. Saya tidak harus buka instagram atau twitter untuk mengisi waktu kosong. Saya jadi lebih banyak gunakan waktu luang saya bersama Mbak Kenyo dan/atau mengisi dengan menghubungi beberapa kontak lama. Bila butuh hiburan? 9gag selalu jadi pilihan saya sejak satu dekade lalu. Hehe. Untuk menulis? Selalu ada ciptaweje dan cwjati yang siap ditumpahkan rasa selain mulut dan telinga.
Ternyata mengurangi hubungan dengan dunia luar bisa buat lebih fokus dengan apa yang sedang dikejar. Serta mensyukuri apa yang menjadi 'present' di hidup ini.
Bukan tidak mungkin saya akan menyambangi kembali dua aplikasi yang dulu banyak menyita waktu saya sekedar untuk mengikuti perkembangan hidup mereka yang saya ikuti. Itu biarlah nanti. Sekarang biarlah saya tenggelam dengan nikmatnya hadiah hari ini serta karunia persaudaraan dan persahabatan pada circle yang jauh lebih kecil.
Terima kasih.
--
Thursday, September 24, 2020
Saya penyuka senja. Begitu mengagumkan bisa melihat langit yang saya selalu kenal berwarna biru atau hitam beri warna jingga begitu memesona.
Seperti langit, kita sering kali beri warna umum untuk orang tahu. Namun selalu ada warna kelabu bahkan kelam yang tidak selalu orang suka. Beberapa mungkin akan bisa nikmatimu dengan warna hitam itu, tapi beberapa yang lain memilih untuk tidak hiraukanmu.
Namun senja selalu beri warna haru, ketika akan berpisah dengan warna menyenangkan. Seperti beri tanda bahwa ia akan pergi, sementara.
Yang tidak pernah kita tahu, kapan kita bisa bertemu lagi dengan senja seindah itu.
Karenanya, tiap tiap senja selalu spesial bagi saya, karena tidak selalu saya bisa nikmati dengan penuh kekaguman dan tenggelam dalam pikiran.
Thursday, September 10, 2020
Monday, July 27, 2020
Mengena asaku dulu.
Segala rahasia banyak kugembok disana. Mulai dari pengalaman lucu, puisi pertamaku kala SD dan kubacakan di depan kelas untuk tugas mata pelajaran bahasa indonesia yang kini sudah tak terbaca, beberapa kenang-kenangan dari beberapa teman, hingga kado ulang tahun yang baru kusadari ternyata aku punya pengagum ketika aku SMA! Haha.
Begitu menyenangkan bisa mengalirkan banyak kata dan menumpah segala isi kepala tanpa khawatir akan ada yang mencibir atau menyungging sinis sebab statusku yang tak jelas kini. Aku begitu bebas mengutarakan apa yang kumau dengan begitu egoisnya. Aku tak pernah takut mengena apa yang akan menimpa setelahnya. Bahkan, kurasa aku tak punya hati hingga tahun lalu. Egois dan bertemperamen tinggi kuyakin adalah dua sifat pas yang begitu lekat dengan sosokku.
Ada satu mimpi yang begitu jarang tercerita selama ini.
Bahwa aku ingin jadi seorang penulis. :)
Sebuah asa yang begitu menyenangkan bagiku. Dimana aku bisa menggores pena sesuka hati, menumpahkan segala buah pikir dan rasa untuk dialirkan sesuai dunia yang kubuat sendiri. Begitu banyak yang ingin kusampaikan namun begitu kusut dan butuh untuk diurai.
Aku merasa mampu untuk menggambarkan banyak dan memberi deskripsi dengan begitu detail mengenai banyak hal.
Bahkan beberapa pembaca abu-abuku kerap menanyakan dimana diriku kini. Coretan di kertas buram yang sering kulempar begitu saja menuju tong begitu sayang kuakui.
Begitu besar keinginan untuk lakukan dan merealisasi. Terlambatkah?
Sekalipun tidak, ada satu namun yang mengganjal tiap kali aku coba goreskan tinta pada tiap kanvas pikirku. Aku tak lagi sepercaya diri dulu..
--
Sunday, July 26, 2020
8kg!
Sebulan berlalu..
Dan akhirnya turun 8kg! wkwk. Ini sedikit banget sih! Dulu biasanya pas diet-dietan gini, 15 kilo sebulan itu biasa banget. Kalau sekarang terlalu banyak excuse juga kasih kesempatan badan buat ga cape kali ya(?) hahah.
Biarlah, yang penting daku senang dengan posisi badan yang tidak terlalu gembung ini. 20kgs to go, Cipt.
--
I love myself kalo kata orang-orang mah.
J
Thursday, July 2, 2020
Sunday, June 21, 2020
Sebuah foto yang dikirim oleh seorang sahabat kala suka duka. sahabat yang menyebalkan dan selalu siap mendengar cerita. Kini kami sudah mendewasa ternyata, bersama segala kesibukan dunia, kesibukan mengisi hari dan kebutuhan. Tapi cerita kebodohan yang telah terbuat selalu asik dijadikan bahan tawa kala jumpa.
Dia mengirimkanku ini.
Di tengah kantuk aku merasa pilu.
Masih dengan aku.
Dan semua semangat di masa mudaku.
Kacamata hijau yang selalu kubangga karena menyisa cerita di suatu pesta.
Baju v-neck yang kalau kupakai disini pasti buat dicerca.
Celana yang kubeli bersama seorang pebasket Nantes yang kebetulan satu kota.
Sepatu yang hilang di masjid kala aku kerja.
Topi yang tertinggal di bus bandara.
Tas yang menjamur karena tak terawat.
Serta cardigan abu-abu di suatu tempat di Jakarta.
Aku yakin salah satu kebahagiaanku kala itu adalah karena beratku tak menyentuh 80 kilogram kurasa.
Indah dan masih tersimpan rapi. Bersama segala memori yang menguak tak tertahan. Sekecil ingin lagi melihat indahnya biru langit di Eropa.
Menua itu menyebalkan kata mereka di sekelilingku.
Tapi tidak bagiku.
Karena memori selalu hidup bersamaku.
--
Jati
Saturday, June 6, 2020
Memuja Gelar
- ada yang setuju
- ada yang tidak setuju
- ada yang tidak peduli
Terlepas setuju tak setuju, bagi saya pencantuman gelar akademik bukan sebuah masalah. Pride? Bisa jadi. Aktualisasi? Boleh saja. Saat ini, bagi saya tidak penting. Tidak tahu besok ya. Ehehe.
Terserah, tiap pihak boleh berpendapat. Yang tidak berpendapat juga tidak masalah. Saya kala ini di golongan yang ketiga soalnya. Mau diberi atau tidak ya tidak masalah. Itu informasi kok. Mau diterima bagus, engga ya gapapa. Ga dicantumkan? Ya bukan sebuah masalah juga.
Karena semakin menua, saya semakin sadar. Bermasyarakat bahkan bernegara seringkali tidak memerlukan gelar untuk memilii suatu kualitas. Ada yang sudah bergelar doktoral di usia muda, tapi ketika terjun ke lapang masih harus belajar. Ada yang tidak memiliki gelar di bidang tertentu tapi nyatanya ahli di bidangnya. Gelar itu untuk menunjukkan ahli di bidang tertentu, capaian tertentu. Tapi menyoal kualitas? Tergantung batu asahan yang dipakai sepanjang perjalanan nafas ditarik-hembus.
Saya? Saya mencantumkan gelar. Hehe.
Hidup itu pembelajaran.
--
Preference. Gausah diributin.
Tapi kalau prefer ribut? Ya silahkeun...
Friday, June 5, 2020
Ring 1
Pantes aja sulit banget dicari. -
-
Eh iya, seorang pejabat dua hari yang lalu nelpon gue. Nanyain kabar dan gimana kesibukan sekarang.
Iya, gue juga aga heran dengan telpon yang masuk di jam 22.23 itu. Tapi ya namanya pejabat, kerja mulu sik. Jadi ya diantara Mbak Aisyah bobo (yang selalu) unyu, gue buru-buru ke luar kamar buat angkat.
'Assalamualaykum, Pak.' Gue memulai pembicaraan.
'Waalaykumsalam, Pak Jati. Wah sudah lama sekali saya tidak menelpon, kira-kira mengganggu kah?' Pertanyaan dari ujung sana yang jelas ga akan gue balas dengan jawaban 'Iya, Pak.'.
'Oh tidak pak, kebetulan ini baru selesai pekerjaan, lagi nonton TV.', Jawabku.
Pembicaraan berlanjut dengan bertanya kabar dan kesibukan. Singkat cerita beliau menanyakan mengena bisnis yang gue jalankan dan kondisi lapangan di Lampung. Ternyata beberapa pejabat melirik Lampung untuk lahan bisnis yang oke. Tapi (saat ini) mereka belum punya PIC.
Kok mereka tidak turun sendiri? Yah, orang lingkar dalam yang sibuk meng-Indonesia seperti mereka bukan tipe merintis dan memastikan usaha berkembang. Lebih mudah bagi mereka untuk memercayakan pada yang dipercaya. Dan kali ini, gue dikasih penawaran yang sulit gue tolak.
Singkat cerita, dalam waktu dekat kalau tidak berkesibukan, gue akan diundang ke Jakarta. Otomatis gue ragu bisa berangkat apa engga karena memang Covid19 ini bikin ga leluasa bergerak. Guepun bertanya, 'Lah kalo gapunya SIKM apa saya bisa ke Jakarta, Pak?' Tanya gue polos.
'Lho, kalau pejabat negara kan boleh, Pak? Hehe.' Balas enteng suara di seberang sana.
Seketika gue nyengir.
--
Monday, June 1, 2020
Halo, Yes.
Apakabar kembali?
Surat ini kubuat karena baru saja kudengar sajak dari seorang teman untukmu.
Yang aku pun tak tahu, kamu akan mendengar atau tidak.
Aku tak kenal sosokmu, tapi aku tahu rasanya jatuh dan goyah untuk berdiri.
Kontak pertemamu dengannya yang begitu buat berbunga.
--
Sunday, May 31, 2020
Segera Juni
Aku tak sabar lagi, menunggu kejutan apalagi yang akan kudapat selanjutnya.
Karena biasanya, setelah aku berencana, akan ada hal-hal seru yang kudapat tak lama..
--
Mei, aku padamu.
Friday, May 29, 2020
Thursday, May 28, 2020
Sering buat tidak siap ketika di bawah, terlalu yakin semua akan berlalu dengan aman saja.
Sementara jatuh selalu mengintai.
Besok aku ingin ke luar, cari ramai, cari sesuatu untuk dilaku.
Tak hanya berbaring malas dengan jendela tertutup.
Dari dunia.
--
Tuesday, May 26, 2020
Saya sedang bingung, tapi saya sadar saya butuh sesuatu yang baru. Sesuatu yang tidak melulu itu-itu saja. Saya melakukan itu sekitar 4 tahun ini. Tidak salah, tapi kurang tepat. Karena saya sadar kebahagiaan saya adalah ketika saya berkembang.
Saya selalu menyukai menjadi yang pintar, tapi saya tidak tahan selalu menjadi yang paling pintar di suatu tempat. Kenapa? Karena saya tidak berkembang. Dan itu menjemukan, membuat saya betul-betul stress dan merasa tidak bahagia.
Saya banyak berbagi, tapi saya merasa tidak mendapat banyak pelajaran baru. Tidak bersosial banyak, apalagi mendapat masukan dari mengamati cara hidup orang lain.
Saya butuh sesuatu yang baru, yang bisa membuat gairah ini bergelora. Mengejar dan bermimpi.
Ya, bagi saya mimpi itu begitu mahalnya. Karenanya tidak semua orang mampu memiliki mimpi.
Apalagi mewujudkannya.
--
Thursday, May 21, 2020
Waktu semua ini berakhir
Wednesday, May 20, 2020
mau apa
Sunday, May 17, 2020
Surat Pertama Untuk Aurum
Saturday, May 16, 2020
Bila langsung jadi besar, apakah itu bukan berarti bersiap-siap untuk jatuh?
Bagi yang sudah terbiasa dengan tinggi dan punya persiapan terjun bebas pasti akan lebih aman. Namun celakalah bagi mereka yang tenggelam dalam gelimang dan tak bersiap.
Jatuh itu pasti, apa persiapanmu?
--
Friday, May 15, 2020
Lewat Suara
Memulai apa? Semuanya!
Iya, memulai lagi menata diri juga hati, memperbaiki usaha dan sistem perusahaan, memulai lagi memastikan kehidupan di masa datang, dan mereset ulang list mimpi yang terlanjur tidak tercapai.
Banyak hal tertinggal. Gue terbuai waktu luang yang buat gue ga awas sama apa yang terjadi di sekitar kita. Bahkan gue terlindas oleh buai waktu berjalan, sibuk berlaku tak perlu sampai gue tau semua sudah jauh berlalu.
Salah satu mimpi itu adalah, gue pengen siaran lagi! Hehe. Segitu rindunya bersiaran dan menyapa pendengar. Beberapa tahun lalu bahkan gue sempat ketemu sama salah satu orang radio lokal buat nawarin kerja sama, atau seengganya buat diskusi deh. Tapi gue ilfeel karena ni anak songong banget! Haha. Salah satu kesempatan gue buat mengudara lagi akhirnya kandas. Yahh..
Tapi berkat covid ini, gue menjalin lagi silaturahmi dengan berbagai orang yang buat gue rasa lebih bebas. Nama-nama lama tempat nyantai ngobrol dan diskusi. Sampai akhirnya kesempatan mengudara ada lagi! Yes!
Kali ini ga lewat radio memang, tapi via podcast. Semacam Audio On Demand gitu yang rekam suara kita terus diunggah ke internet, setelahnya pendengar bisa listening ke podcast melalui platform-platform tertentu. Ini sudah minggu kedua gue mengudara. Menyenangkan!
--
Ps. Oh iya, gue sementara numpang dulu siarannya, sama Ex-penyiar Radio PPI Dunia juga! Yay!
Pps. Tenang, bakal punya podcast sendiri juga kok. Tunggu aja.. :*
Tuesday, May 12, 2020
Beliau tersenyum sedikit terkejut mendengar anak didiknya menyebut sebuah asa yang bukan main-main.
"Hmm.." terlihat kerut di dahinya seraya memilih kata-kata yang akan disampaikan pada muridnya ini. Sepertinya beliau tahu, mimpi ini bukanlah sesuatu yang mudah diwujud.
Akupun baru menyadari, hidup begitu tak tertebak.
"Udah, kamu fokus dulu aja buat berangkat. Perjuangan ini masih panjang, Cip. Dan berdarah-darah. Kalau nanti sudah pulang, kita ngobrol lagi"
-
Penggalan percakapan saya dan seorang dosen yang sudah saya anggap ayah ketiga saya di Semarang. Ruangan Administrasi Magister Manajemen Sumber Daya Pantai, Universitas Diponegoro
Aku baru menyadari saat ini, mengapa beliau menjawab saya seperti itu. Karena sejatinya hidup begitu berliku dan rumit. Semangatku tergerus waktu juga hantaman hidup. Keinginan tak sekeras itu lagi.
Tiba-tiba aku malu bahwa sering dengan pongah berkata pada para mahasiswa, bahwa untuk menggapai mimpi dibutuhkan energi besar sekali.
Satu hal yang lupa saya berikan kepada mereka, "Waktu begitu bengis menitiki segala kantung semangat yang pernah seorang manusia punya begitu banyak."
--
Sial, aku rindu pada nyala api dalam dada buat buncah semangat tak mudah mati.
Monday, May 11, 2020
Mimpi Besar
Begitu banyak mimpi terkubur satu persatu, aku bukan tak ingin wujudkan, namun hanya sedikit perlu waktu. Tergerus ekosistem dan realita yang seringkali menyebalkan.
Waktu kini berubah banyak, buat ego juga rasa membuncah sebab berat untuk tunjukkan wajah asliku. Aku hanyalah aku yang begitu ingin ucap rasa pada banyak orang.
Bahwa aku masih disini, masih menyimpan mimpi begitu rapat. Merapal ulang mantra-mantra lama yang kutaruh entah dimana. Kucoba kutambal ulang, sulam kembali. Agar lebih mudah bagiku tentukan arah. Aku selalu bersyukur, dari sebuah cobaan selalu ada harapan.
Kali ini, harapanku besar sekali. Sekalipun mungkin kondisi sudah berbeda. Tapi tak apa. Masih ada sisa satu tahun lagi untuk mewujud satu mimpi besar di kala muda.
--
Iya, satu tahun lagi..
Saturday, May 9, 2020
Tak Bisa Segala
Kita tak bisa terus memaksa diri meraup segala, bisa segala. Karena kita manusia.
Begitu banyak pilihan dan kesempatan, maka berbijaklah! Bijak dalam memilih dan menentukan arah masa depanmu. Memastikan kamu tidak tersandung batu kecil dan tajam yang bisa buatmu berdarah-darah dan kehabisan napas.
Gagal itu biasa, tapi bagaimana kamu bisa menghadapi segala susah dan mensyukuri semua masalah jadi lebih utama.
Lupakan sejenak beban karena pada akhirnya kita bukan Tuhan Sang Maha. Berkuatlah, berkuatlah...
--
