Monday, September 14, 2015

Ketiga

Detak,
Bila aku boleh sedikit mengulang waktu menuju beberapa hari lalu, kirim aku segera, pada waktu dimana degup berhenti sejenak karena harap, fatal yang kulakukan, aku melakukan pola berulang.
Aku yakinkan diri berkata, "Tapi kali ini berbeda." yang aku tahu itu hanya untuk menyenangkan diriku saja. haha. dasar Buta!!

Aku ingin sekali lagi merasakan jatuh cinta,
rasa yang meluap, terberi dan terbalas dengan kadar yang pas, tidak kurang, tidak lebih. Agar aku tak lagi iri melihatmu dengannya, tak lagi mencari namamu di media sosial untuk memastikan kau masih dengannya sementara aku menikam rasa dengan mata yang melihat visualmu dengannya.

Sekali lagi aku mencari sebuah nama yang aku hapal dengan sekali baca, kecerdasan kugunakan untuk menelusuri, hingga beberapa tahun lalu, sampai aku bosan dengan yang aku lakukan.

"Karena jingga tak pernah tinggalkan senja.", katamu.

Wednesday, September 9, 2015

senyum hitam putih

Rupa itu titipan Tuhan yang terkikis waktu. Lupakah kamu bahwa kencangnya kulit akan berganti kerut, sesaat lagi? Sekalipun tak lagi kesat, hati tak akan kunjung tua ataupun lekang.
Wajah yang kupandang itu hitam putih, beku, tak bergeming, pucat pasi, abadi.. namun tesungging senyuman suri yang diam terabai, Jangan lupa sisakan aku sedikit diazepam ketika kamu keluar dari ruangan ini. Karena aku tau medis tak dapat mengobati luka kasat. Titik air yang malu untuk turun dari langit siratkan aku harus berhenti berpikir, tenangkan diri. Sejenak.

Rasa merupakan tema yang mungkin tak akan pernah aku jengah menulis tentangnya, pola yang terus berulang dengan objek yang berbeda jelas tak akan membuatku bosan. Jenuh-berpindah sudah menjadi aturan yang membuat kita bertemu dengan nama baru pada suatu garis takdir. Titik temu antara dua pejalan waktu, mungkin akan bersatu atau berpisah, ntah sementara atau selamanya. Kepada kamu, September, menahan rasa adalah hal terbodoh yang dilakukan oleh seseorang yang bebas dan terbiasa melakukan apa yang diinginkan. Aku cuma tak ingin menyesal melihat kaus hitam yang kaukenakan itu dia pakai, biar sini aku saja yang menggunakan.

Monday, September 7, 2015

draft lama rasa baru

Bila ternyata aku suka kamu, itu bukan masalah, 'kan? Aku yang menjadi sulit lepas dari ponsel, atau sekedar menahan diri untuk tidak melihat profilmu. Aku menjadi tidak waras.
Sial!
Mengenai rindu, sedikit yang membicarakan.
Tak akan berguna membicarakan rindu. Selain pelaku, siapa yang tahu kadar rindu sesuatu?
Mengenai rindu, banyak yang merasakan, lebih banyak yang membiarkan.
Rindu itu seperti kamu, morfin bagiku. Mampu memberi ketenangan namun melemahkan di saat yang sama.

Sunday, September 6, 2015

Rasa memang tidak butuh kalimat tanya, dia hanya butuh sedikit keberanian serta kejujuran untuk dapat diungkapkan...

Mengenai rasa dan nyata seringkali tak adil, kurasa. Lihat saja kita, kekaguman yang disimpan begitu saja, dibiarkan membusuk dan menyatu kembali dalam kubur hati tanpa pengungkapan. Sering aku tersenyum paksa menunjukkan lukisan wajahmu di muka ponselku, getir, karena ragu juga dingin yang menelisik perlahan karena aku tahu kepemilikan tak bisa aku pancangkan, antara aku dan kamu.

dingin.

Aku teringat sekali lagi, bagaimana aku menertawakan serta mencibir perempuan yang merangkul erat seorang lelaki, cibiran antara iri dan benci, tak tahu aku mana yang lebih dominan, aku hanya ingin mencibir, mungkin. Serta betapa aku kagum bila melihat sepasang renta, diantara lemah saling melindungi dan memberi rasa nyaman yang biasa, meski mata meredup namun kasih yang terpancar tak akan dusta.

Sekali lagi aku buka mesin pencari, merangkaikan huruf untuk membentuk urutan konsonan vokal pembentuk panggilanmu, kutekan pelan tuts kemudian memutar perlahan halaman, teliti aku mencari, berharap bisa sedikit mendapatkan informasi, yang semakin kucari aku semakin sadar, aku semakin tenggelam dalam arus ini, untuk entah kesekian yang keberapa. Aku tenggelam perlahan, nikmat, menuju mati rasa.

Kamu datang dalam mimpi, memberi senyum, kemudian pergi ketika mata terbuka.

Aku ingin bertemu, bukan untuk memiliki.

Itu saja..


--
ya, itu saja untuk saat ini.. bukan ungkapan atau keberanian, hanya kejujuran.

Saturday, September 5, 2015

salahrusak!

Yang mahal itu bukan ketika benar, tapi ketika sadar yang dilakukan salah dan berhenti melakukannya.

Namanya salah ya lebih banyak enaknya dibanding ngelakuin yang bener, yang bener ga bakal segampang itu buat konsisten dilakuin.

Gue belum kenal dia, bahkan ketemu langsung juga belum, tapi gue sadar, yang gue lakuin ini salah. Ada rasa penasaran yang bikin adiksi buat gue. bahkan alam sadar gue mengakui dia menarik. Gila!!!
Adiksi? jelas itu adiksi, karena degup ini lamat lamat berhenti, hingga tak berdetak sesaat ketika melihat, tak ayal rasio dan rasa tak lagi beriringan. bagiku kamu aditif, resiko, juga cari mati!

Ah, aku ingin menuliskan dirimu secara lebih, atau sekedar menumpahkannya di layar putih ini sekalipun tak akan kamu tahu, tapi apa untungnya bagiku?


--
`rusak saja!`, itu kata hatiku~

Thursday, July 23, 2015

So(si)al media.

Jangan biarkan sosial media merenggut kebahagiaan di dunia nyatamu, sementara kau membagi semua yang kau lakukan tanpa ada lagi rahasia kepada mereka yang belum tentu peduli kala kau sulit, demi eksistensi.
Engkau sibuk berbagi kepada dunia, sementara manusia yang sedang bersamamu tak kau hiraukan, disitu kita sedang beteman, katanya.
Bermisteriuslah sedikit, Kawan. Berbagilah ketika bahagia dan pantas untuk diberitakan. Bukan mengumbar setiap saat yang bukan pada tempatnya, ketika perlahan nyata berubah digital.

Perhatian itu bukan sekedar notifikasi 'like' atau 'love' di layar kotakmu..

_karena ada soal dan sial dalam sosial..

Wednesday, June 24, 2015

...

'kan bener, akhirnya jalan berdua. kaya gitu pake acara pretend dulu.'
haha, itu yang barusan aja kelintas di otak gue abis ngeliat temen gue jadian sama simantan. haha. gapenting. 
dan memang ternyata hidup makin kesini makin serius ya.. makin sering dapet undangan nikah dari temen temen gue, ntah temen smp, temen sma, temen tk, bahkan yang bukan temen gue  dengan cara yang macem macem juga, ada yang udah pacaran lama tapi ga nikah nikah, ada yang nikah sama kakak kelas yang notabene gapernah pacaran eh tau tau nikah, ada yang nikahnya gajelas, macem macem deh. ga kerasa banget waktu jalan cepet, waktu lari, friksi waktu yang nilainya makin lama makin kecil yang bikin makin sedikit waktu yang kerasa lama.

gue sendiri sekarang mulai ngejalanin hidup yang 'serius' itu. haha. anyway sejak terakhir posting gue, kayanya gue belum pernah bilang kalo gue sekarang udah menjalani keseriusan itu ya? ya ga ada yg peduli juga sih memang gue kerja apa, tapi yaudahlah minimal gue peduli. intinya, gue sekarang udah kerja. gue sekarang udah jadi DOSEN!! hahah!

dosen??

iya, dosen..

oh. okay..

udah gitu aja sih. udah mulai masuk ke babak baru hidup gitu gue, yang biasanya ngerusuhin dosen, biasanya ngomongin dosen, biasanya niruin dosen, sekarang gue yang jadi objeknya. huhuhuh. dari yang biasanya asal asalan sekarang harus banyak nata diri, yang biasanya ngomong seenaknya sekarang harus lebih jaga perkataan sama emosi, yang biasanya ngelakuin apa aja semaunya sekarang harus lebih hati hati. tapi kalo soal unyu sama gantengnya sih udah gabisa ditawar lagi, ya harus tetep ganteng nan memesonaahhh! (Harus banget pake 'h', Cip?)
sebagai seorang dosen yang baik, gue masih harus banyak belajar memang, karena namanya dosen beda banget dibandingin jadi sekedar asisten dosen apalagi mahasiswa. tapi ya gapapa, memang gitu konsekuensi dari sebuah pilihan, bukan? yang paling penting harus selalu memperbaiki diri juga semakin banyak belajar dan menata diri (dan harus tetep jadi diri sendiri juga sih menurut gue).

Sumber: Google

--
dosen memang salah satu cara punya banyak koneksi juga belajar!

Friday, April 24, 2015

Tuhan memang baik, Dia ingatkan aku dengan banyak cara..
Ketika aku merasa sesuatu milikku, Dia mengambil kemudian memberiku milikNya yang lebih baik.
Ketika aku merasa telah membuat rencana terbaik versiku, perlahan Dia menggagalkan rencanaku dan memberi ganti yang lebih sempurna.
Ketika aku merasa tak ada lagi yang bisa kuharapkan, Dia menepuk pundakku dan memberikan tempat berharap yang paling nyaman..
Karena Tuhan memang baik, Dia selalu memperhatikanku..

Friday, April 17, 2015

Maling!

Peluhnya mengucur, pakaiannya 
sudah 
mulai basah oleh air 
badannya sendiri

Dalam kelam, ia mengendap-endap, tak
bersuara
ia menajamkan pandangannya,
memperhatikan
sekitarnya


"Malam ini harus berhasil!"

Thursday, April 16, 2015

medan magnet

Pada suatu ketika, kita akan saling mendekat, berotasi pada sudut yang sama
berpolarisasi seperti kutub utara dan selatan, saling mengisi,
menuju
tujuan yang sama
menjadi sangat dekat
tapi tak menyatu

hanya sangat dekat

Seperti medan magnet berbeda yang
tarik menarik, kita bertemu dan saling
mencari tahu
untuk
menjauh


Wednesday, April 15, 2015

Teduh Maret menyimpan
banyak
cerita yang belum
tersampaikan

Ibu, aku merasa
bersalah dengan 
apa yang aku lakukan
terpercik
senoda darah

pekat

Seringai
bengis dan tatapan
sebelah
mata ingin menjamah
menjajah
hati yang bebas

aku merah

resah

--
maaf, Maret..
"Au de dans"

katamu

aku duduk

merapal kata katamu

sekali lagi

tak tersentuh

--
"Dalam tiap kata di dalam puisi, terdapat nyawa yang hanya penulisnya saja tahu artinya apa.", katanya.

Thursday, February 5, 2015

Tami dan Kila

bon, je veux bien d'introduir cettes deux filles, elles sont mes amies. elles s'appellent tami et kila (bukan nama sebenernya)..
ntah kenapa tiba tiba gue pengen nulis soal mereka, yah, to be honest, ini sih hasil usilnya temen gue ngisi kuisioner (red: jebakan betmen) yang dikirimin tami ke gue ketika gue nyetir semalem dari surabaya ke semarang tanpa sepengatahuan gue yang berakhir gue dicengin sepagian ini sama mereka. eh ga cuma pagi ini ding, akhir akhir ini hidup gue sering banget direcokin sama mereka memang, haha. tapi tenang, ngerecokin dalam arti positip kok tam, kil. haha.
oke, sebenernya dua orang sahabat ini gue juga belum tau bentuknya gimana, yah, jangankan bentuk, mereka manusia apa bukan aja gue belum tau, dan sekalipun mereka manusia, gue ga yakin gitu mereka manusia (wanita) seutuhnya.. hmm. :|
awal mula temenan gue sama mereka sih sebenernya udah lama, tahun lalu pas gue jadi penyiar di Radio PPI Dunia, tami ini salah satu listener gue yg bawel, dan lumayan sering dengerin gue pas siaran, sempet juga gue ajak siaran di salah satu kesempatan siaran gue.
Nah, dari si Tami inilah gue kenal sama temen2nya, terutama para roommates-nya mulai amel, adel, anel, asel, awel, kila, dila, mila, nila, kisa, dan lainnya. banyak. dan mereka semua (termasuk gue) sama sama punya satu kesamaan, JOMBLO! haha.
yah, banyak hal gajelas dan gapenting yang kami obrolin, tapi ga jauh jauh dari status yang berujung baper sih. haha. si tami yang kayanya single padahal engga (atau mungkin menuju engga), si kila yang ngakunya single tapi ternyata suka flirting flirting (untung gue udah kebal sama flirtingan cewe, kalo cowo gatau deh) dan konon katanya sih lagi deket sama seorang pendeta muda gitu.. ahaha, intinya sih sekalipun single atau engga sukses deh buat kalian berdua menjalani status dan mencari arti dari jadi wanita seutuhnya, karena menurut mereka wanita seutuhnya itu adalah momen ketika udah punya pasangan, jadi kalo belum punya pasangan ya berarti belum jadi manusia seutuhnya. gue sih penasaran aja mereka ini sebenernya terbentuk dari tulang rusuk laki laki atau bukan sebenernya. haha.. (maaf sedikit dibuka disini ya, toh kalian namanya udah disamarin kan? :D)
tapi gimanapun mereka, mereka anaknya baik kok, pinter, jago english, punya cita cita tinggi, terus juga supel (yang ini beneran), sayangnya cuma satu, ribut banget kalo udah bedua, suka jejeritan juga, gue yang paling ketemu atau ngobrol via telpon juga skype aja suka cape denger mereka teriak teriak, apalagi kalo ketemu langsung, gue yang pendiem ini pasti bakal makin kicep. atau mungkin gue jadi sasaran bully mereka. ah nasib..
udah ah, itu aja, barusan aja gue  kelar ditelpon mereka cuma karena macet diperjalanan dari rumah kila ke kampusnya, gue yang sedari pagi cuma gegoleran di kasur menikmati pagi sambil nungguin hape yang sepi karena chat gue yang dibales lama terpaksa melek dan ngobrol sama mereka dengan suara serek serek seksi..
met ujian hari ini deh tam, kil, semoga lancar. terus buat cowo cowo yang lagi deket sama kalian jangan terus terusan di phpin, kasian atuh apalagi di flirtingin mulu sama kila. status itu kan sebenernya cuma status, yang penting yang dirasain sama orang yang lagi deket sama kalian kan? *azeg* :3
yak, terakhir mau gue kasih bonus foto salah satu dari mereka, taraaa!!

yah ini salah satu dari dua buron. hayo tebak ini siapa?? :))

--
tami sama kila ini asli baik loh walopun nyebelin! :))

Thursday, January 15, 2015

Ekonomi ke Surabaya!! :))

Yeay! Akhirnya gue ada kesempatan buat nulis lagi. Hahah. Posisi gue sekarang ondewei ke Surabaya dong! Hahahah. Ah ga kepikiran gue bakal ke Surabaya dalam waktu dekat ini. Terlebih ketika gang dolly udh ditutup, guepun makin gapunya alasan buat ke kota itu. HAHA.

Oke jadi gue jalan ke kota pahlawan itu sebenernya dalam niatan suci.. nyari jodoh! Haha. Jodohnya tapi dalam bentuk rezeki. Skalian ngebolang.. jalan jalan yang rencananya sekalian mampir ke Sragen, Solo, jga Jogja.. lkat nanti aja mana yg kesampean mana yg engaga hehe..

Perjalanan kali ini tadinya mau gue jalanin sendiri :') dan ternyata datanglah seorang makhluk bernama Vian yang gue ajak buat nyari jodoh d Surabaya dan entah kenapa  khilaf buat bareng gue ke Surabayanya. Jadilah kami duduk berdua unyu unyuan samping sampingan di kereta..

Ah!! Gue naik kereta! Dan kereta ekonomi! Hahaha. Yeah ini berita besar buat gue karena gue phobia gitu naik kereta ekonomi. Karena pengalaman gue pertama dan terakhir naik kereta ekonomi itu sekitar 5 tahun yang lalu ketika harga kereta ekonomi masih 20 ribu dimana masih banyak abang abang cangcimen cangcimen (kacang kuaci permen) dan orang orang duduk di lantai bersama semua bau pesing juga keringet yang melanda.. gue yang unyu ini kebetulan waktu itu duduknya di lantai dengan kondisi kereta jalan mundur. Walhasil itu bikin gue trauma. Cedih abang dek :') sejak saat itu, gue selalu naik bus... yang walaupun ekonomi ga akan ada ceritanya gue duduk di lantai bus sambil posisi ngadep belakang bus..

Yah itulah dia dulu ceritanya.. gue berangkat ke Surabaya berasa mau naik gunung soalnya bawa Sleeping Bag jga alas tidur karena rencananya gue bakal tidur di mushola atau SPBU ketika di Surabaya. Oiya, di kereta gue kebetulan ketemu sama temen pas kuliah yang namanya Puti,asalnya dari Lampung jga sama kaya gue tapi skrg tinggal di Surabaya. Kita liat apa dia terketuk hatinya untuk nawarin gue sama Vian numpang di rumahnya. Kalo engga yaudah fiks di mushola. Doain gais.. nanti gue apdet lagi.. bhay..

Sebelum udahan gue selfie dulu ah sama temen perjalanan gue ke Surabaya, masvianyangcelalucendili.. :))

--

Sunday, January 4, 2015

permisif untuk pergi

pagi ini aku sedikit terusik dengan beberapa hal yang tiba tiba datang terangsang nada di telinga juga huruf yang aku baca baru baru ini.. ah iya mungkin pula karena beberapa percakapan denganya beberapa waktu terakhir.

"am i a single fighter or just a loner?"

pertanyaan yang tak seberapa aku gubris ketika hal tersebut dibicarakan karena aku tahu jawaban dimana aku. pertanyaan yang menjadi sebuah pertanyaan lanjutan ketika aku membaca tulisan seorang teman.. 
mungkin benar aku menikmati keadaanku saat ini, ketidakpekaan, atau mungkin sekedar menyukai kebebasanku untuk melakukan apapun tanpa terikat, tanpa memikirkan orang lain apalagi memikirkan perasaan. di pikiranku hanya bagaimana caranya aku membahagiakan diriku dan juga memuaskan hasrat yang seringkali aku tahan ketika aku bersama siapapun diluar aku. aku bebas berlogika, bebas berbuat, tak terbelenggu dengan dunia luar, hanya aku dan duniaku, ah betapa menyenangkannya aku bisa menikmati duniaku tanpa batas, mengagumi diriku sendiri, memuji diri atas apa yang aku capai, dan bermain hanya dengan perasaanku sendiri, tak melibatkan orang lain terlebih merugikan orang lain.. tak akan..

namun ketika sudah tercemar dengan perasaan, logika akan berubah proses kerjanya, tertahan kolesterol perasaan dan kurang terlumasi oleh pikiran murni, lajunya akan sedikit terbeban untuk memikirkan orang lain. karena penumpangnya bertambah tak seperti biasanya, membuat terbiasa untuk mengalah demi sungging senyum. padahal duniaku sungguh keras, atau sebut saja aku orang yang keras agar aku tak terkesan menyalahkan selain aku.

dan aku tak ingin, ketika seseorang mengenal duniaku, dunia yang berbadai gersang, hujan sesaat dan kemarau panjang tiba tiba, aku tak ingin mereka hanya akan memberi raut muka tersirat pesan, "ternyata begini duniamu.." atau bahkan, "ah hanya segini duniamu?" pada dunia yang benar benar aku kagumi, dan kemudian pergi.

sebut saja beberapa nama yang sempat menambah warna ketika aku sedang asyik melukis duniaku. mereka datang, menambah rasa juga membuat beberapa nada lagu menjadi begitu berarti ketika didengarkan kembali. terbuai aku bernyanyi, berselimut dingin berteman dawai gitar. dan tak berapa lama ketika aku membukakan pintu duniaku sembari tersenyum, mereka hanya terdiam di pintu itu, melihat suasana tanpa ada keinginan untuk masuk, perlahan beringsut pergi. permisif aku melihat kepergian perlahan itu sembari tersenyum dari dalam, tanpa melambaikan tangan, tanpa ucap perpisahan, karena memang tidak ada perpisahan disana.


"akankah kamu bertahan? atau hanya sekedar perasaan nyaman sesaat yang berujung memilih untuk pergi seperti mereka?"

bertahan atau tidak, itu pilihanmu, karena aku sungguh menyukai duniaku, yang akan selalu aku nikmati betapapun berliku, terjal dan curamnya. akan aku jalani dengan atau tanpamu yang ingin berbagi dunia denganku, bahkan tanpa kamu perlu tahu..
toh kita sama, aku pergipun, kamu tak akan mencari bukan?

--
jangan berlari ketika hujan, nikmatilah. karena hanya ada kamu dan dirimu diantara hujan itu.
menurutku, kadar dari sebuah kekaguman atau kesukaan akan sesuatu itu sangat tergantung sejauh mana kita mengenal atau tahu sesuatu tersebut.. seiring kita mengenal sesuatu lebih baik, kadar suka kita akan terpengaruhi, mungkin akan membuat kita semakin nyaman dan tekun, atau justru membuat kita berhenti menyukainya. contohnya saja kegemaranku merawat kendaraan tua yang aku tekuni akhir akhir ini, semakin aku tahu semakin aku suka, ada hal yang semakin membuatku penasaran kenapa bisa begini dan begitu yang membuatku tak berhenti mempelajarinya.. 
tapi mengenai manusia, itu akan menjadi lebih rumit, karena manusia merupakan objek paling dinamis dan kompleks, tak tertebak dan tak dapat dimengerti secara sempurna, manusia sendiri bukan ilmu pasti dan merupakan sebuah ketidakpastian. menyukai adalah sebuah pilihan, bagiku.

--

Wednesday, December 10, 2014

Tahan sedikit saja. Nanti akan hilang sendiri. 

Tak perlu kau lepas, biarkan ia. Tetap berada dalam kotak besi tua itu. 

Sedikit saja kau lepaskan kunci, dia akan membabi buta, mengejar, melukaimu. Sementara kau bertanya-tanya, 'Mengapa?'.

Sebentar lagi, dia akan hilang sendiri..

--
Mungkin karena belum siap

Tuesday, December 9, 2014

suka diem diem, diem diem suka...

halo pagi di bulan desember,,  banyak draft yang gajadi gue selesein hari ini. tapi yaudahlah masih banyak waktu.. beberapa hari terakhir gue lagi banyak sibuk sama urusan bengkel ngurusin blue (bahkan postingan soal blue belum gue kelarin). terus juga akhir akhir ini banyak ujanan, sama terakhir weekend kmrn gue nginep di gunung.. ya bukan tendaan sih lebih ke nginep di villa di dataran tinggi gitu. tapi asik.. oiya, baik ujanan sama nginep di gunung gue lakuin bedua,, bedua sama blue..

gue kangen nulis, gue kangen jalan jalan sendiri, dan gue kangen ngerasain suka.. ya suka aja deh, ga harus jatuh cinta (huek).. yang sukanya diem diem jga gapapa.

ngomongin suka diem diem, sebenernya sih gue lagi kagum gitu sama seseorang, tapi dicuekin.. yah apa daya namanya juga diem diem, konsekuensinya ya didiemin juga. namanya gatau.. tapi gapapa, sekalipun gue diem diem gue tau kok dia ngelakuin hal yang sama kaya gue, dia juga diem diem sama gue.. tapi diem diemnya bukan suka atau kagum sama gue, tapi diem diem dia ngediemin gue sama diem diem dia nyuekin gue..  :|

well, suka diem diem itu ibarat lo mau makan tapi lo ga ada makanan.. laper kan? tapi lo males keluar buat beli makan. buat beli makan aja males apalagi masak. kebayang kan? (oke ini sebenernya pengalaman gue sebagai expert di dunia perkosan.. (per-kos-an loh buka per-kos-a-an)). yah begitulah kondisi suka diem diem. mungkin bakal banyak kode dilempar di udara, mungkin juga banyak kode keras. apalagi pas dia online.. tapi ya kadang percuma juga gue lempar kode, dia jga ga bakal tau, gue kepo dia, dia ga kepo gue. ya jadinya diem diem juga..

tapi di balik suka diem diem itu ada nikmatnya juga. nikmatnya itu ketika lo ga ditanggepin atas semua kode yang lo buat,. contohnya aja waktu lo nulis sesuatu di twitter, path, ataupun blog lo soal dia.. yang hasilnya udah hampir bisa dipastiin yang ga jauh jauh sama kaya rumput yang bergoyang.. ga bakal dipeduliin.. ya wajar sih, path gue ga temenan, twitter gue ga difollow, apalagi blog kusam ini.. jadi yaudahlah terima aja.. mending gue temenan sama om ebiet buat tau gimana caranya ngobrol sama rumput..

satu konsekuensi yang patut lo tau dari suka diem diem., yaitu bakal jatuh cinta sendirian, begitupun ketika patah hati, lo juga bakal patah hati sendirian.. (oke itu berarti dua konsekuensinya)

ketika lo suka diem diem.. lo bakal bisa senyum senyum sendiri dan tiba tiba nulis ini itu.

#np TheRain - Belum Gila


--

Thursday, November 27, 2014

Menulis hujan

Jadi kondisinya saat ini gue lagi tiduran sambil  bertelanjang dada di kamar kosan gue yg ga seberapa besar tapi nyaman luar biasa. Di sudut kamar masih nempel bendera FC Nantes, klub sepakbola yang gue suka tapi ga gue fanatikin. oke itu intermezzo aja. Kondisi di luar lagi turun hujan dengan suaranya yg bener bener khas. Yg walaupun udara ga panas, ini kipas di kamar gue tetep aja ga gue matiin. Sebenernya ini aga dingin sih mengingat suhu yang turun karena hujan ditambah kipas angin, plus gue yg ga pake baju. Oke ini salah satu kondisi mager gue yg bener bener males gerak yg lebih milih kedinginan dibanding harus gerak buat matiin kipas.

sumber : google.com
Ah andai aja ini kipas ada remote control-nya, mungkin kipas ini udh gue matiin daritadi itupun kalo remotenya kejangkau. Kalo engga ya tetep aja kipasnya bakal muter muter.. oiya yg muter muter baling balingnya bukan kipasnya. Kalo kipasnya sih diem aja muterin baling baling. Kalo bolang baling itu sih nama salah satu makanan yang enak dimakan pagi pagi ditemenin kopi. Tapi lebih enak cakwe dibanding bolang baling sebenernya. Oiya kopi itu sebenernya temen alternatif, gue sebenernya lebih suka ditemenin keluarga atau pasangan (wanna be) pas makan bolang baling atau cakwe. Tapi berhubung gue merantau, dan belum punya pasangan alhamdulillah jadilah si kopi yang paling pas nemenin gorengan. Oiya kopinya bisa juga disubtitusi sama teh atau susu jahe. Tergantung keperluan dan kesukaan. Kalo gasuka susu jahe jga bisa susunya aja atau jahenya aja. Yg penting udah jadi minuman. Jangan pulak kau makan itu jahe sama baling baling nya. Udah jahenya pedes, kipas anginnya juga bakal gabisa dipake soalnya baling balingnya lo makan..

Oke tadi sebenernya cuma basa basi juga sih. Gue sendiri lagi bingung mau nulis apa. Tadi pagi gue sebenernya mau minta tanda tangan dekan gue buat pengesahan thesis gue. Tapi sayang surat pengantarnya ga ada nama doinya, aga aneh memang ketika lo mau minta tanda tangan tapi lo ga nyantumin namanya. Tapi yaudahlah namanya juga hidup, kaya cabe, udah tau pedes tapi tetep juga dijalanin namanya juga suka... oke, itu sebenernya bukan soal hidup tapi soal cinta yg katanya bisa bikin buta, padahal menurut gue justru cabe lah yang bisa bikin lo gelap mata atau minimal berkunang kunang. Tapi tetep aja orang lebih milih rasa jatuh cinta ketimbang cabe. Gue gatau alasan mereka, mungkin mereka lelah..

Ah ini ujannya perlahan mereda tinggal rintik rintik sisa aja yang masih jatuh untuk bersuara menghasilkan nada sendu merayu membuai kelabu mega. Memanja telinga..

Gue teringat seseorang yang berkata berdosa bila tak menulis ketika hujan turun.. kata katanya lebih oke sih tapi intinya ya gitu. Makanya gue tiba tiba pengen nulis. yah walaupun gajelas tapi gapapa. Gue mungkin butuh mejem bentar siapa tau ada yang tiba tiba ngetok pintu kamar buat anter makanan. Gue pengen susu jahe sama gorengan...

ini foto benderanya..

--

Wednesday, November 19, 2014

Rakit temanku..

Karena teman datang dan pergi. Yang bertahan itulah yang sejati.

Persahabatan bukan diuji dengan intensitas tinggi namun seberapa jauh kita merasa rindu dan membicarakan sesuatu kembali. Berputar, kebanyakan mungkin di hal yang itu itu saja. Tapi yasudahlah, yang terbaiklah yang akan bertahan dan saling mempertahankan.

Makin kesini aku makin merasa kehilangan banyak teman.. makin sibuk dengan kegiatan masing masing untuk kemudian tenggelam menghilang.. sekalinya muncul hanya sebentar, dan ketika mereka berada di permukaan aku pasti akan menyempatkan mengayuh rakitku untuk sekedar berucap salam dan bengcengkrama sebelum mereka kembali menghilang..

Biasanya akulah yang mendayung untuk mendekat. Kadang aku mengikuti arus sembari melihat ke dalam air siapa tau ada yang menyadari rakitku dan kemudian menyembul keluar untuk mengucapkan salam. Namun aku lelah selalu mendayung. Sesekali aku ingin diam dan memperbaiki rakitku, siapa tau ada yg berkenan membantu. Sekalipun tidak, rakitku adalah tanggung jawabku, tidak baik bila aku mengharap bantuan orang lain memperbaikinya. Sesekali wajarlah namun bila tercandu, apa jadinya??

Sesekali mendayung aku tetap fokus pada rakitku, sembari menunggu aku menyiapkan kopi panas serta beberapa ransum, siapa tahu ada yang tertarik untuk berbicara panjang lebar sembari menikmati kopi panas diatas rakitku. Sampai bertemu, aku menunggu.. :)

Wednesday, November 5, 2014

ID - EN

"i'm coming home to you, every night.."

dingin pre spring kota itu kembali terasa malam ini, di kota yang selalu panas ini.. perjalanan yang tak teralu lama memang, namun berbekas..

ah kamu, bukan hanya kamu juga kota itu, hanya saja lagu ini selalu mampu membuatku merasa musim semi yang ntah kapan lagi aku rasakan..

pekat, tak selalu hampa, aku merasakan lelahan lilin terbakar api dari sumbu. hangat..

disertai angin menusuk, aku belajar sedikit kata baru,, kata tak berguna namun mengundang senyum.. di dataran pasir bertemu air salin..

aku tak ingin ini aku tulis kembali,
aku tak ingin..

karena mungkin kamu bukan tempat aku pulang,
namun selalu ada yang terukir dari apa yang terlewati, rasa, cerita,
atau mungkin kita..

..

hai kamu, aku telah bosan berkata aku bosan menuliskan sesuatu atas dasarmu,
padahal itu dusta..

bacalah, dan bosan..

--


Saturday, November 1, 2014

merah, kau kenakan hari ini.
padanan merah, hitam, merah,, terlihat pas untukmu.
dan kita berbincang di sore ini,
sembari menahan batuk aku mencoba mengerti arah pikiranmu..
ya, aku awalnya hanya terbaring di kasur mengistirahatkan diri sebelum kau jenguk..

biasanya kita berbincang lepas seperti layaknya seorang teman, pergi ketika sibuk, datang ketika ada yang harus kita saling bagi atau perlu untuk yang lain ketahui..
namun tidak di sore ini,
kita mengobrol serius, hal yang sangat jarang kita lakukan selama ini..

aku masih menerka arah bicaramu..

hingga,,

'maaf, aku termakan dengan apa yang aku katakan dahulu..', katamu..

aku tertegun, aku takut kehilangan sosok sahabatku ini.
sesak, aku hanya tersenyum, tersadar batas yang kau berikan padaku dulu justru kau langgar sendiri..
dan aku masih diam disini tak ingin melewati batas yang dulu tersepakati tak sengaja itu..

'aku tak akan melompati pagar menuju halamanmu ketika sudah kau peringatkan aku..'
'maaf..'

--
ada hati terpatahkan hari ini..

Friday, October 24, 2014

Tiga musim berlalu..

Jika kamu mencari gambar yg baik dalam tulisan ini, kamu tak mungkin akan menemukannya, karena aku bukanlah seorang penggambar yang baik. Sekalipun ada itu pasti aku ambil dari coretan tangan lain atau sekedar pengabadian mataku melalui teknologi yang mereka sebut kamera.

Aku bukan pelukis yang ahli, karena aku hanya mengerti warna dan paduannya namun jarang aku bertemu cat minyak dan bercengkrama dengan mereka. Aku lebih senang melihat orang melukis sementara aku memerhatikan kuas di tangannya menari, atau sekedar mengagumi dan menikmati hasil lukis pada kanvas yang seringkali aku tak mengerti. Ya, aku tak mengerti namun aku menikmati..

Ingin aku mahir menggambar, melukis, agar aku dapat menuangkan apa yang aku rasa ke ruang lain selain huruf dan angka. Aku ingin mengabadikan apa yang aku lihat dengan padu spektrum penghasil putih.

'When will i see you again?' Berulang terputar lirik lagu itu di ruang dengarku..

Ada hati yang menunggu disini.. seperti untai nada pembangkit memori, kala suhu rendah musim dingin berganti semi. Dinginnya masih terasa nyata melekat di epidermis ketika aku dalam perjalanan pulang dari tempatku bekerja, yang biasa aku isi dengan mendengarkan lagu dan membayangkanmu.

Aku rindu aromamu, betapa nyamanmu, temperaturmu, namun sayang karena kita hanya dipertemukan hanya untuk tiga musim berlalu..

--
Aku rindu melihatmu bersemi dan menggugurkan daun..

Friday, October 3, 2014

Berbagi mimpi

-Mimpi-

Bagiku mimpi merupakan privasi. Sesuatu yang ingin kau capai di dunia ini, bisa kau sebut cita-cita mungkin, atau sekedar khayal tinggi.
Dan aku tipe yang berbagi mimpi..

Ah membagi mimpi. Kata kerja yang berarti menghapus batas privasi pada yang aku percayai, yang aku rasa dekat di hati, dan aku yakini merasakan pula kedekatan kami.

Namun (mungkin) sebatas aku. Bukan kami.

Ya, aku membagi searah. Hanya searah. Yang berbarti tak bertimbal balik. Dari sisiku dan tidak sebaliknya.

Dari seseorang aku belajar satu hal agar jangan terlalu mudah membagi mimpi. 'Jaga ia agar tersampaikan pada orang yang tepat, orang yang kau percaya, orang yang kau anggap dekat bahkan seperti keluarga..'

Aku terlambat menyadari pentingnya prinsip ini. Karena aku adalah seorang pemimpi. Karena aku terlalu mudah percaya.

Ketika semua sibuk berencana dengan kenyataan aku justru sibuk melayang dalam serbuk sari bunga tidur yang sebentar lagi hilang. Ketika semua terjelaskan realita aku masih berenang di danau artifisial hasil pemikiranku sendiri.

Percuma aku bermimpi, membagi, ketika mimpiku tak dipedulikan, satu perlahan pergi, satu yang lain tak diam di sisi. Sibuk sendiri. Aku menunggu, namun diam tak diperdulikan. Aku selalu mencari hingga aku takut yang sering aku cari bosan dengan aku yang itu itu saja.

Biarlah aku diam, tak mengganggu, siapa tahu suatu saat mereka sadar akan aku, lalu mulai menekan tuts kecil mencariku. Dan bila memang kemudian hilang pergi, maka benar kedekatan itu hanya dari sisiku, bukan kami. Dan aku akan tetap diam, membuka lebar tanganku serta dada dan bahu, siapa tahu suatu saat mereka akan kembali. Siapa tahu?

Aku tiba-tiba takut berbagi mimpi. Karena sang nyata benar sangat kejam ketika mimpi selalu membuai meninabobokan..

Aku terbuai sungguh, karena aku seorang pemimpi..

Pemimpi yang sendiri. Dan seharusnya aku menjaga mimpiku sendiri..

--
Cek kembali, itu memang saling atau sekedar mimpi...?

Thursday, October 2, 2014

Lagu kesukaanku, juga kamu (untuk dia)

Why are you my remedy?
Why are you my clarity?

Cause we both know how this ends..

--
Still fight..

Wednesday, October 1, 2014

Invisible

Hidup selalu penuh dengan kejutan, bukan?

Beberapa hari yang lalu, aku baru saja kembali menginjakkan kakiku di tanah air ini. Negara yang selalu aku rindukan sekalipun sering aku bandingkan dalam hati segala lebih kurangnya. Maafkan aku, tapi itulah hakikat aku sebagai manusia yang cenderung membandingkan sekalipun aku tak menyadarinya.. Namun belum genap satu minggu aku disini. Berbungkus bungkus bingkisan aku terima dan aku buka satu persatu. Isinya selalu membuatku termangu. Baiklah, aku ceritakan isi bingkisan itu.

Hal pertama yang aku rasakan ketika keluar dari bandar udara Soekarno-Hatta hanya satu. Sesak! Aku merasakan udara yang memenuhi rongga paru-paruku relatif lebih terpolusi dan tak bersih. Ditambah lagi para kuda besi yang tak bergerak di jalanan. Aku merasa pikiran ini tertekan, padahal belum lama aku meninggalkan negeriku ini. Ah mungkin aku yang selalu nyaman dengan alam pedesaan kurang cocok hidup di tengah kota dengan keramaian. Yak, udara ternyata menjadi kejutan pertamaku..

Beberapa waktu berselang, aku merasa ada yang hilang. Ada yang tak wajar. Aku merasa ada berita yang menunggu namun tak kunjung tersampaikan. Rasa cemas dan waswas menyelinap namun tak terjelaskan karena apa. Aku hanya bergelayut menunggu berita.
Hingga aku duduk di ruang tahtaku di istana. Aku mendapat berita bahwa sang ratu, pemegang kendali pemerintahan juga hidupku telah terserang. Hal yang tak terduga karena pertahanannya selama ini begitu kokoh dan nyata, namun justru ambruk oleh hal kecil. Teremehkan tapi dia memiliki taring maya yang kebuasannya menduduki peringkat kedua. Hal mengejutkan aku dapatkan juga dari ratuku..

Terakhir,, ini mengenai perjalanan. Aku berusaha merencanakan arah kemana aku akan melangkah. Sekalipun terkesan awut-awutan, tapi percayalah, aku adalah seorang perencana terbaik yang pernah kamu kenal.
Untuk orang lain saja aku mampu merencanakan dengan sangat baik, apalagi untuk hal yang berkaitan dengan hidupku. Aku begitu baik menggambar petaku, denah kemana aku akan menuju.
Namun sebaik-baiknya perencana adalah Dia yang menciptaku. Dia  menggeser sedikit arah hidupku dengan mudahnya. Padahal baru beberapa hari lalu aku dengan pongah berkata aku tak akan mau ini itu. Dan begitu cepatnya Beliau menamparku dengan kata-kataku.. Kejutan ketiga namun bukan terakhir aku temukan dari masa depanku. Sedikit lagi aku harus memutuskan kemana arahku akan menuju..

Tak terlihat, namun ada. Mengawasimu dari balik rimbun daun, riak air, atau tipis udara. Ia membaca dan memberikan. Begitupun aku. Aku tak terasa juga tak teraba. Namun aku ada.

Karena hidup ini penuh dengan kotak kado berisi kejutan. Ambil satu persatu, terkejut, dan nikmatilah..

--
Di peraduanku..

Monday, September 29, 2014

Story of a murderer..

Aku bertemu dengannya malam ini. Di kala seorang ibu akan berangkat tidur dan aku diminta berbincang sedikit dengannya. 'Urusan bisnis' begitulah mereka berkata padaku. Aku menurut..

Aku beringsut pelan dari peraduan dengan sedikit lemas dan malas. Ya, hari ini aku lelah menunggu suatu hasil. Hasil yang cukup membuat berat beberapa hariku ke belakang. Aku berjalan pelan, mencarinya, dan kemudian akupun duduk bersila. Pertama kalinya kuperhatikan dia..

Dia berbadan besar, tingginya tak jauh beda denganku, namun berbadan gempal disertai otot kasar dan raut wajah yang tertempa keadaan, keras, berat, awas..

Pertama kami bertemu pandang, aku melihat di matanya ada api menyala di sana, panas yang dihasilkan kuduga mampu melelehkan baja dengan sekali sentuh, serta aura semangat membara tersampaikan padaku.. aku diam, memperhatikan, mendengarkan kemana arah dia akan berkata dan berpikir..

Hmmm, otakku terlalu penuh dengan semua spekulasi ketika pembicaraan kami mulai bergulir, satu, dua, tiga, dan seterusnya. Dia banyak bercerita, menumpahkan pikirannya. Kami berputar di tempat yang sama dan aku hanya meladeninya dengan senyum dan tawa serta celetuk kecil khas seorang aku yang tak banyak berbasa basi..

Ketika arah pembicaraan mulai serius, berganti aku memberikan pertanyaan. Aku banyak bertanya, ya aku banyak bertanya. Aku ingin menggali lebih dalam sorot mata serta nyala semangat itu. Sejauh mana ia menginginkanku. Aku sebutkan saja keraguanku, serta rasa penasaranku. Aku ingin dengar sejauh mana dia bisa menjelaskan dan logikaku akan terpuaskan..

Hingga kami sampai kepada sebuah percakapan. Pengakuan akan dirinya, masa lalunya... Aku terdiam. Mendengarkan.. Sunyi.. Aku tak kuasa bergerak hingga napasku tertahan, aku berjengit.. Hitam.. Kelam.. Aku terbayang banyak hal..

Ah, dunia ini luas. Aku hanya terlalu sombong mengatakan dunia ini sempit, hanya selebar daun jati.. padahal tidak, aku hanya menempurungkan diriku. Terlalu banyak hal yg aku belum tahu.. Terlalu asyik aku berbincang dengan diriku dan melihat dunia melalui jendela indahku..

Aku terbayang koper, tangan, baju berbercak merah, saluran air, dan hal mengerikan lainnya. Aku naif dengan memikirkan bahwa rasakulah yang terpenting di dunia. Sedangkan orang lain merasa pahit ketika aku merasa akulah yang paling pantas dibahagiakan..

Ya.. Dunia ini luas dan aku mempunyai rasa yang sempit.. Sangat sempit.. Terima kasih untuk pelajaran yang baru aku dapat hari ini..

--
Banyak cara untuk 'mematikan'..

Sunday, September 28, 2014

Perlahan jawaban atas pertanyaan mulai terlihat. Mulut dan sikap terkuak pelan. Mana yang jujur mana yang munafik. Aku memilih jujur atas lidah dan perbuatku. Lebih baik aku menanggung malu dibandingkan aku bermain sandiwara membangun citra demi para penontonku, atau parahnya lagi lawan mainku..

Sungguh benar dibalik semua perbuatan akan ada motif yang mendorongnya. Entah jeratan ekonomi, gengsi, atau sekedar menjaga agar terlihat 'wah' serta suci. Sejauh manakah kesucian buatmu??

Sebaiknya bangkai tersimpan, akan terpapar juga sangitnya. Bau yang membuktikan secara gamblang apa yang telah dikerjakan, atau sekedar diucapkan. Dan aku mengerti sekarang apa yg tersimpan, kau sembunyikan rapat rapat itu.. 

Aku tau sekarang..

--

Harga sebuah terjun bebas

Dalam hidup banyak hal kita temui mengenai harga, dan pastinya tidak melulu soal materi. Banyak hal seperti penghargaan, dihargai, menghargai, dan lain sebagainya.. harga.. ya sesuatu yang seringkali orang lupa, tidak peduli, cuek, yang menimbulkan sikap tidak menghargai..

--

...

Perdebatan kecil kamipun berlangsung. Aku yang dengan gigih mempertahankan opiniku dan satu lelaki sahabatku mempertanyakan dimana pikiranku. Aku yg keukeuh mengatakan aku belajar dari jatuh, dia yang menyatakan kebodohanku dan meminta aku untuk egois serta berhenti menyakiti diri..

Yaa, aku memilih terjun bebas, tak peduli akan ada apa setelah ini. Mengenai batas putih biru coklat abu di mata dan deras angin menderu di telinga.. aku bahkan tak menggunakan parasut untuk menyelamatkan diri agar tak mati. Aku membiarkan bumi yang keras menungguku. Aku menjatuhkan diri untuk membentur tanah yang akan menghentikanku dengan keras, tulang yang patah atau remuk, sakit yang aku terima, lalu mati atau lumpuh..

Dan aku belajar dari situ, semakin sakit aku jatuh, (itu berarti) semakin luar biasa usaha yang telah aku lakukan atas apa yg menjatuhkanku, yang membuatku semakin menghargai apa yang sudah aku lalui..

--

Bahagia dan duka sudah satu paket bukan? Seperti biji kopi, brewer, dan ampas. Ada pahit yang memabukkan disana, membuat adiksi yang membuat pecintanya kembali meminumnya. Sekalipun pahit, paling pas dinikmati saat panas, bukan dingin, atau sekedar kopi tanpa rasa..

Ya, seperti aroma yang secangkir kopi timbulkan. Aromamupun masih melekat  bagai kau sedang merengkuhku. Aroma aneh namun menenangkan. Aromanya saja sudah mampu membuatku pusing setengah melayang. Apalagi jika aku mencicipimu panas panas secara perlahan. Aku pasti akan langsung mencandumu!

--

Aku saat ini sedang terjun bebas, tanpa harap bayaran sebuah dataran hijau pemuas mata yang aku temukan setelah melewati garis awan, atau seseorang yang akan menangkapku untuk menahan aku agar tak menghantam tanah coklat atau merah..

Aku masih melihat garis tipis mega itu, mencoba menerawang ada apa dibaliknya.. adakah pemandangan itu, atau mungkin kamu??

--
Aku yang sedang terjun bebas

Monday, September 22, 2014

aku bergetar, tremor.. ketika menekan tuts itu,,

sesak,.

seperti pemantik api, tanpa besi dan briket pantikan tak akan terhasil..
percikpun tanpa gas tak akan membuat nyala..

dan semunya, tanpa jari manusia, korek api takkan mampu memberi api..

--

Sunday, September 21, 2014

sendal jepit, jaket biru, dan baju semalam..

Sejuk, atau mungkin dingin lebih tepatnya.. kebiasaan yang bukan kebiasaanku aku keluarkan kembali..
Kususuri perlahan aspal yang sangat aku kenal ini, tiga ratus enam puluh hari genap aku mengenalnya, dia yang menjadi saksi bisu perjalananku, dan keluh kesah selama aku disini.
Perlahan kamu akan lenyap menjadi udara, dan akan mengalir perlahan menjadi angin yang menyejukkan bagi siapa yang kamu inginkan.

Mengarus deras aku bertanya padanya, kuatkah alasanmu?
Karena perlahan yang pasti, kita menuju pergi, pergi ke antah berantah berkalang tanah..

Aspal ini dingin, aku merasakan mati sepi, sama seperti mereka yang tak pernah berterima kasih padanya, padahal ia memudahkan kita..

Terima kasih, telah mendengarkan cerita ini, mungkin ini terakhir kali aku berjalan dan bercengkrama sepagi ini...

--

Friday, September 19, 2014

Kadang ada beberapa hal yang lebih baik ditahan tanpa diungkapkan, seperti kesal.

Ini administrasi, bukan soal mental. Mentalny terbelakang. Batu.


--
Kota ini amis..

Sunday, September 7, 2014

cerita perahu kayu (lapuk)

Dia ada untuk perlahan menjadi lapuk, kemudian tenggelam...
Ya, dia bernama perahu kayu..

Bila dibandingkan dengan perahu kayu, aku akan lebih memilih menjadi perahu kertas,,
ia lebih mudah dibuat, tak perlu keterampilan khusus, walaupun hanya sebentar berlayar dan terlalu cepat tenggelam, namun akan ada lagi yang menciptakan, menempa senyum sekilas dari pembuatku..

dia diam melihatku..
Sedangkan aku.. aku sesosok perahu lapuk dari kayu.. aku dibuat perlahan, dengan ketelitian, untuk terus menerus menyapa membuih menyatukan biru dengan warna coklatku. yang kemudian perlahan pula aku akan melapuk dan berkarat pada sisi sisi besi penyatu.. tak lama dari itu aku akan ditinggalkan, tersangkut di karang, dan akan tenggelam sendirian... menyakitkan bukan??

Selama hidupku, aku tak akan lelah membelah ombak, membantu para nelayan memiliki mata pencaharian.. namun adakah yang memikirkan nasibku? ketika diawal mereka bangga memilikiku, dan seiring berputar waktu aku akan terus berlayar, membuat rusuk penyanggaku melemah, kulitku tak sekuat dahulu, hingga akhirnya aku memiliki lubang halus di sana sini... ya, mula mula mereka akan menambal, ketika sudah bosan memperbaiki,, aku kembali ditinggalkan.. dibiarkan mengapung bersama ombak, angin, dan hujan, mereka yang akan selalu setia menemani menempuh kesendirian..

Dan lazuardi? ia hanyalah saksi, yang selalu bisu dan akan melihat di kejauhan,, dari awal kelahiran yang diakhiri kematian, dia terus akan melihat.. bukan untuk menyapa, ya, hanya melihat saja.. memperhatikan.. karena hanya itulah yang dia bisa lakukan.. diam, tak beralibi..

Aku, yang melapuk mati perlahan.. perahu kayu menuju ajalku..

--

abai

abai?
satu perlahan menoleh, berhenti

ketika tali temali janji tak akan pernah tertepati,


gigil dingin dini hari
aku sadar, kita akan tetap berlari,
tanpaku kamu terus berlari,
tanpamu aku terus berlari,

berluap tanya, menyublim mimpi,

seperti putih kertas coklat melempam terabai..

sudah sudah lagi..
celotehmu tak lagi berdengung di kepala ini..

--
tulisan itu ntah untuk siapa, aku menulis bukan untuknya, mungkin kamu, atau mereka.. bisa saja..

Monday, September 1, 2014

perpus yang adem adem basah..

yeah, posisi gue di kampus ini sebenernya. dengan kondisi yang adem adem basah gitu.. sebenernya ga adem basah juga sih, sejuk malah sebenernya ini perpus kampus gue. dan gue lagi duduk di spot favorit gue, gue di lantai tiga, dimana gue bisa bukan jendela dan ngedenger suara angin berhembus, fyuusshhh~~

jadi gue disini niatan sucinya mau nyiapin presentasi gitu sebenernya, tapi ya tetep ajalah, namanya manusia ada aja kurangnya, yang tadinya semangat membara tiba2 hilang tertiup angin karena ada aja halangannya.. dari laptop yang gamau nyambung sama internet, terus hape gue tiba2 dipinjem orang, ada yang mau dijemput, ketambahan gue jomblo (oke case yang ini sebenernya bukan masalah sih, gue cuma pengen sharing aja), dan masih banyak lagi..

ini lagi ngeblog gue ceritanya..

Sunday, August 31, 2014

tips jalan jalan hemat!

Ini sih sebenernya judulnya dibuang sayang .. ceritanya gue abis siaran soal tips nge-backpack yg murah gitu.. selain siaran, gue sharing di twitter jga soal gimana caranya backpack yg hemat berdasar pengalaman sama browsing browsing. dan gue jadi pengen share juga di blog gue soal beberapa tips yg siapa tau bisa membantu yg pengen backpack murah dan ga ribet! :D buat yg mau ngasih tambahan bisa banget loh! :D ini semuanya cuma copas dari apa yg gue twitt yak. selamat membaca :D

yuhuu,, SS @ciptaweje on the air.. semangat pagi dr eropa dan semangat beraktivitas buat semuanya! merapat ke radioppidunia.org yuks!:D

ah, bahas soal gimana tips backpack yg murah yuks. yg suka jalan jalan segera deh nggabung ke radio! ada ss @ciptaweje disana :D

#1 less is more! gausah bawa barang kebanyakan, yg selain ngerepotin justru bikin kamu kena charge bagasi sob! 

#2 leave valuables at home! gaperlu lah bawa2 kalung emas atau cincin gede gede kalo mau backpack ala mahasiswa.. 
karena kalo bawa barang berharga justru bikin kamu susah nantinya. dan bisa bisa ngebahayain diri kamu.. 
kuncinya sih bawa barang secukupnya aja, karena selain ga berat, keamanana selama perjalanan itu prioritas!

#3 let someone know. ketika kamu jalan2, infoin ke orang2 terdekat kamu kalo kamu bakal kemana dan brpa lama
jgn sampe kamu dicariin karena orang2 gatau kamu kemana, dan itu bikin khawatir. khawatir itu gaenak lho sob. :| 

kembali, nanti..

aku mungkin akan merindukanmu kembali, nanti..
ketika aku berada di batas sadar dan lelap,,

ya, aku tak akan selamanya hidup di dalam mimpi ataupun selamanya nyata..
mungkin aku hanya sekilas genggam di buku jarimu atau seulas senyum yang kau sukai dulu.
dimana bahagia selalu menjadi putih penenangmu dan penat selalu sepekat hitam..

kita mungkin sedang berlari dari kenyataan, seperti aku yang menghindari percakapan mengenai beda dan kamu yang menghindari kejelasan kita..
ah ya, seperti perahu kayu kecil tak berlayar, ia terombang ambing oleh angin penyebab deras gelombang..
langit mungkin saja nampak biru, namun kencangnya aliran udara siapa yang tahu..

samudra mungkin saja luas tak berombak, namun bisa jadi di suatu pantai ia berubah menjadi air pelahap darat..
seperti sedih terselimut senyum dan 'tak apa'.
atau bahak keras penyongsong muram durja..

terlalu banyak kata.. aku hanya sedikit merindu, izinkan aku..
mengenai kamu yang hadir dalam waktu, dan aku yang mencoba sinis bertopeng pilu..
aku akan terbiasa, perlahan..

aku mungkin akan merindukanmu kembali, nanti..
ketika aku sadar kamu sudah bersama mimpimu, dan berlari..
dan mulai bertanya pada diriku sendiri, 'nyatakah ini, atau mimpi?'.

mimpikah ini?

--
terlalu banyak mungkin..

Saturday, August 30, 2014

hai kamu,, yang sepertinya tak perlu aku sebutkan namanya siapapun kamu. karena akupun menganggap kamu tak akan pernah membaca tulisan sampahku kali ini. sekalipun iya, apa peduliku, 'siapa kamu?', itulah kata yg akan terlontarkan dari rongga pembentuk bunyi mu.. aku baru sada menyudahi obrolan kita, ntah, aku malas berbicara denganmu, aku lebih memilih berbicara dengan yang lain saja sepertinya,, siapapun kecuali kamu.. dengan muka malaikatmu, aku jengah.

--

dan aku berhenti menulis untuk beberapa saat, menghela nafas, kembali melihat file berekstensi .jpg itu untuk sekedar menampar diriku menyadarkan diri mengenai apa yg sebenernya terjadi dan akan kembali terjadi..

--

itu beberapa waktu lalu, ketika aku merasa benci dan,, ah sudahlah.. apa gunanya memikirkanmu, kita akan segera kau akhiri bukan.. :) kita yg aku tak tahu kapan ada kita itu. mungkin ini belum berada di tengah

--

ah kembali lagi aku merasakan itu.. padahal baru saja hilang.. padahal baru saja aku tenang.. aku sudah tahu dari awal permainanmu, aku sudah tahu, ketika awal kita bertemu.. aku nikmati, karena aku tahu, kita sama sama dingin dan butuh dihangatkan.. dan kita melihat ada perapian serta meja berhidangkan makanan hangat untuk mengisi rongga di perut, karena kita kelaparan..

--

karena  useless itu berarti sia sia.

--

_teman dekatmu

Tuesday, August 26, 2014

putus.

Demi semua waktu yang kita habiskan bersama..
Tak menyangka begitu cepatnya kita berpisah.
Ketika aku keluar kata kata 'putus' dari bibirku..
Bukan ini yang aku harapkan~

--

Heuh, kondisi gue lagi sedih bangets ini.. beneran aja.. gue aja ga nyangka barusan nulis kata kata sok puitis buat doi.. Jadi kemarin kan gue ke Brest kan.. suasananya ujan.. pas banget buat dengerin lagu mellow slow ditemenin ujan sepanjang perjalanan gue di Brest kota sejuta bunga.. semuanya baik. semuanya nyaman.. gue ngerjain laporan di kantor lama gue juga sembari ditemenin doi..

sampe pas pulang.. gue masih yakin dia baik baik aja...
di jalan pas gue nunggu orang buat balik ke Nantes, gue liat dia.. dan meluncur begitu saja kata 'putus'..
sebelah kirinya udah ga ada.. :(
gue gatau .. gue ga ngapa ngapain dia.. beneran aja..
:(
ah udahlah.. banyak gantinya memang, tapi kenangan gue sama doi selama kami bareng itu bener bener ga kegantii..
dadah headset unyu seadanya tapi berarti buat gue.. walopun gue sering ngeduain, tapi.. ah udahlah.. ga kuat gue.. selamat jalan set, selamat berpisah...
nanti malem rencananya gue ngadain tahlilan buat melepas kepergian dia... ada yg mau ikut?

Monday, August 25, 2014

4.5 jam perjalanan Nantes Brest..

Jadi gue baru aja sampe Brest (lagi). Ini kedua kalinya dalam waktu satu minggu ini. Goks mmg, bolak balik.. cape sih.. sekali jalan antara 3.5 sampe 5 jam tergantung naik kendaraan apa dan rutenya gimana. Perjalanan gue kali ini gue pake kereta, naik di Nantes, terus pindah di Redon buat ke arah Quimper,  dari Quimper pindah kereta lagi buat ke Brest. Dan perjalanan 4.5 jam pun berakhir.. gue berangkat dari Nantes jam 06 45 sampe di Brest jam 11.15. Goks..

Hal yang ga berubah dari Brest itu dingin sama ujannya! Padahal baru juga Summer, belum kelar malah. Eh disini udah dingin aja.. 12°C gitu dong. Sem banget.. padahal di Nantes masih lumayan panas.. tapi yaitulah Brest. Membawa kenangan bersama hujan dan bulir air yang berujung ke samudra.. (ini ceritanya gue sok puitis dikit)..

skrg gue posisi di Tram menuju kantor lama gue buat nemuin profesor yg cantik nan baik. Si itin! Yeah! Dan ga dinyana nyana depan gue cantik banget!! Gue sampe terperanjat manjat manjat ngeliatnya. Manis gitu.. pas gue liat matanya cuyyy.. deeemmmm!! Lembut banget. Selembut pantat bayi baru dibedakin.. gue lumayan lama ngeliatin dia.. dan dia membalasnya dong! Membalas ngeliatin juga! Tapi bukan ngeliatin gue yg lagi nulis blog tapi mamas samping gue yg sebenernya biasa aja dan jauh lebih oke gue..

Ah udah ah. Turun tram dulu. Ujan. Daahh. Muah!

Friday, August 22, 2014

Kalau itu menyenangkan, kenapa tidak kamu ambil saja tanpa banyak pikir panjang?

Wednesday, August 20, 2014

aku ingin membaca kembali buku itu, sama seperti aku ingin mengetahui ada apa dibalik awan putih tak bergeming itu, adakah mesin pembuat hujan disana? ataukah sekedar terlalu berat masanya sehingga dia menjadi kelabu dan sendu?

aku tahu sedikit terlambat aku menyadari ketika aku sendiri tak tahu kemana arahku, ketika aku sulit membulatkan tekad dan meneguhkan diri.. aku ingin berbagi namun aku tahu semua memiliki masalah masing masing, bahkan diantara yang lemahpun mereka masih berusaha menahannya sendiri, bukan serta merta mencari tempat bersandar dan menangis, tak lemah seperti aku, aku hanya mencari alasan dan alasan agar kekalahanku diterima khalayak dengan baik..

denting tuts piano merdu teriring melodi abu abu, aku menikmati itu. menyenangkan dan merindu haru.. jelas aku menahan diriku, dan mengabadikan.. dalam satu watktu aku bersedia mencari langit yang abu dan biru, karena tanpa abu tak akan ada air yang turun menemui bumiku, menjadi basa dan senandung rindu bagi yang merasakan semu dalam kalbu.. tanpa biru tak akan adan rangkai warna me ji ku hi bi ni u..

ah aku ingin memuaskan dahagaku akan hasrat membaca.. karena sudah lama ternyata terakhir kali aku menikmati barisan kata tanpa menyangsikan apa yang aku lakukan setelah ini..

barisan katamu mungkin bukan untukku, tapi aku menikmati setiap baris kata menjadi kalimat lalu paragraf perangkai cerita yang kau tenun itu..
sesekali aku ingin menjadi bahan berceritamu, sekalipun aku tak tahu kapan itu, waktu yang tak kunjung terpasu...

--

Tuesday, August 19, 2014

Rencana belajar bersama..

oke, sebelum gue lanjutin ceritanya, buat yg belum tau siapa itu Bunga (ini bukan nama penjahat atau korban kekerasan) silakan baca cerita gue soal si bunga di Pertemuan pertama , biar sama sama enak aja sih *duh apasih cip*.. okelah, kita lanjut ceritanya gimana gue bisa tau soal si Bunga yang ternyata udah punya pacar.. *jadi butiran dandruf*..

--

Yak, dan aku akhirnya tahu ternyata kamu sudah punya pasangan, bukan merpati atau sekedar monyet ternyata, tapi benar benar manusia.. Aku mengetahui kabar sedih ini ketika aku berusaha mendekatimu, mendekati bukan dalam artian untuk menjadi seorang pacar,, karena aku hanyalah pemuda desa dengan kelebihan di perut saja, jangankan menjadi pacar, kamu melempar senyum-manis-bikin-meleleh yang ternyata kamu tujukan untuk sahabatmu yang duduk di sampingku saja sudah cukup membuatku tersenyum sendiri hingga kamu bertanya, 'cip, lo gapapah??' dengan pandangan muka setengah heran setengah ga ngerti.. oke maybe, i'm kind of a freak for her.. :| tapi gimanalah, senyumnya itu loh, istilahnya mungkin roro jonggrang ga bakal jadian sama sangkuriang kalo liat senyum dia ini.. eh roro jonggrang cewe ya? ah gitulah, intinya senyumnya krenyes krenyes gitu dan aku sebagai remaja polos berkulit coklat yang terlalu matang ini ternyata bisa juga merasakan apa itu cinta *kemudian muntah*

Sunday, August 17, 2014

setengah terjaga

satu,, dua,, tiga botol sudah aku habiskan.. ah ini menuju botol keempat,, botol pemicu kreativitas yang ternyata lumayan ampuh memompa otak ini untuk bekerja dan sedikit membuatku melupakan emosi yang meluap luap sedari pagi tadi.. ntah berapa hal yang sudah aku lakukan untuk melampiaskan kekesalanku, mulai dari menulis bermacam hal, membeli game yang ujungnya aku sesali, makan yang tiba tiba berubah sedikit (walaupun berkali kali), bahkan memaksa tidur yang tak kunjung berhasil. haha.

yah, mau diapakan lagi? aku masih punya satu slot siaran esok hari yang harus aku tunaikan.. sedang memikirkan bagaimana caranya aku memajukan slot siaran ketika aku ingin tidur, tapi waktuku di pagi hari begitu berharga jika aku ganti dengan bersiaran, lebih baik aku merangkai kata ini, kata yang sesekali menjengkelkan namun aku sayang.. bagaimana tidak, ia masa depanku yang aku tak tahu sebenarnya dia berjenis kelamin apa.. aku hanya ingin sedikit tidak gugup menghadapinya dan menyulam huruf perhuruf lebih baik lagi..

di setengah kesadaranku ini, aku masih ingin menulis dan membagi sedikit apa yang aku rasakan, menahan emosi sembari berusaha memikirkan kata apa lagi yang harus aku letakkan selanjutnya. hahaha. baiklah aku harus kembali menulis, ayo botol selanjutnya harus memberiku energi yang berlebih, terjaga hingga pagi! :D

--
setengah tidur

Friday, August 15, 2014

Pertemuan pertama kita, Bunga..

Bunga, sebelum aku memulai cerita ini, aku ingin meminta maaf terlebih dahulu padamu, karena terbatasnya ingatanku aku yakin akan ada beberapa hal yg aku salah mengingatnya. Bahkan mengenai pertemuan pertama kita, jujur sudah mulai samar aku mengingatnya. Mungkin aku yang sudah mulai tua disertai keriputku *uhuk*.. jadi bila suatu saat kamu tak sengaja membuka blog usangku ini dan menyadari ternyata bunga dalam cerita ini adalah kamu, aku meminta maaf ya sekalipun ini bukanlah hari lebaran...

Hmm.. aku mulai dari mengapa aku bisa bertemu denganmu mungkin.. aku hanyalah anak sekolah biasa yang selalu terjebak berpindah pindah daerah kala itu. Ya,, ini semua karena tuntutan pekerjaan dari ayahku yang mengharuskan beliau berpindah dari satu tempat ke tempat lain. hal ini menyebabkan aku sulit mendapatkan teman dekat. Namun akupun bersyukur karena hal itu aku jadi banyak mendapatkan teman baru. Termasuk kamu..

suasana sekolahku sekitar 10 tahun yang lalu.. :)
Ya, aku hanyalah murid baru di sekolah menengah pertama di salah satu sekolah swasta di Bandar Lampung. Aku pindah pada tingkat dua. Aku masih ingat aku ditempatkan di kelas 2G, kelas yang katanya unggulan kedua di sekolah kala itu. Walaupun aku hanya remaja mungil dengan muka kucel juga tampang pas pasan, aku merasa senang dengan kelas baruku. teman pertamaku bernama... ah tak penting untuk aku ceritakan di postingan ini, aku sedang ingin menceritakanmu.. yang ketika aku pertama kali masuk kelas, kau duduk tak jauh dariku. Lebih tepatnya dua bangku ke kanan satu meja kedepan. Silahkan dibayangkan sendiri. Yang pasti itu merupakan bangku dimana kamu duduk. Sejak perkenalan kita aku senang melihat punggungmu. Tenang, punggung yang terbalut seragam kok. Karena kebetulan kau selalu memakai seragam ketika pergi ke sekolah.. haha.

Tertuju namamu, Bunga..

Jadi di sore yang cenderung malam ini aku terlibat percakapan bodoh bersama seseorang yang sering aku bagi bagi mengenai kebodohan (aku lebih senang menyebutnya kelebihan) ku. Dia baru saja bertemu dengan orang yang (pernah atau mungkin masih) berarti untuknya. Seperti biasa aku selalu teasing mengenai dia dan orang itu, yah memang bukan untuk apa apa, hanya saja bahasan mengenai masa lalu selalu saja menjadi topik seru untuk dijadikan bahan melucu. sama seperti aku dan gadis berkendaraan silver berplat BE itu yang seringkali membuatku berpura pura galau atau sekedar merasaninya (bahasa jawa yg berarti membicarakan seseorang)

Percakapan bergulir cukup seru hingga tiba tiba pikiranku tertuju kepada sesosok nama pemilik senyum manis itu.. dia yang menjadi cerita tak tertulis di lembaran cerita khususku. Dia, bu dokter itu..

Baiklah, aku ingin bercerita mengenai dia mulai saat ini. Aku beri nama juga label bunga saja agar lebih mudah menyebutkan namanya sekalipun bukan yg sebenarnya. Jelas identitasnya aku rahasiakan dengan samaran, aku ingin menjaga privasinya hahaha.

Selamat bertemu di label bunga ya pembaca abu abu. :)

Ink bunga, sama seperti namamu. :)

Thursday, August 14, 2014

Sama seperti

Aku menyukaimu, sama seperti aku menikmati bising dari orang berbahasa baru yang tak kumengerti disebelahku.
Aku menyukaimu, sama seperti dia yang dengan erat memegang bungkusan tembakau dan jaket serta gambar pistol tak berpeluru di lengannya. 
Aku menyukaimu, sama seperti dia yang duduk tak bergeming hanya tertunduk fokus dengan apa yang disebut teknologi itu. 
Aku menyukaimu, sama seperti dia yang setia melihat papan tulisan pemberitahu dimana pemberhentian selanjutnya.

Dan aku menyukaimu, sama seperti bus ini yang tak lelah melintasi jalan yang sama hanya demi mengantarkan manusia yang ada didalamnya, termasuk aku..

Sama seperti aku menyukai suasana ini. :)

Wednesday, August 13, 2014

a simple somewhere

a simple thing, where have you gone?
less bothering, aku tau sedikit demi sedikit aku terkikis, tapi aku menikmatinya.. semua waktunya yang habis, semua observasi yang terganggu, semua kesulitan yang aku hadapi kini.. ketika kamu menghilang tiba tiba, atau datang untuk menceritakan soalnya kepadaku.. untuk apa? padahal selama ini aku disini sementara kamu pergi.
i love when i'm with you, blak blakan kamu memujanya, tak peduli seolah menutupi, sementara aku tahu apa yang tersimpan di bilik itu, semua yang kamu kunci rapat, serta apa yang aku coba untuk ganti tapi kamu memilih untuk diam pada sudut yang kau patahkan daun pintunya dan kau buang, untuk kau nikmati sendiri.. aku hanya ingin tahu sejauh mana aku memenetrasi hatimu? ternyata nihil.. sia sia.. cih!
padahal aku merasa nyaman ketika aku bersamamu,, dulu..
barisan ini mengenai kita yang ntah terselip di halaman keberapa, maaf aku lupa ..

aku lelah, kamu tahu?
tapi apa gunaku mengeluhkan lelahku padamu?
toh kamu masih bermain dengan waktumu disana, mengejar apa yang kamu mau kamu sukai..
jadi biarkan aku menggerutu pada dinding kamarku ini, pada bando juga penutup mata plain yang selalu menempel beberapa waktu terakhir ini.. karena aku beranalogi kita seperti berlari namun tak berlari pada arah yang berakhir pada salah satu titik temu, atau minimal bersinggung sedikit saja agar aku bisa mengenalmu.. tapi kamu menolaknya bukan? kau membiarkan pola berlari kita sejajar, searah memang, tapi aku tak tahu kapan bertemu.
karena kita sejajar berlari tanpa menoleh..
jika diberi pilihan, aku justru memilih kita berlari pada arah yg berlawanan, siapa tahu ada saat kita bertabrakan dan terjadi kisah baru, siapa tahu?

kita menyibak air keruh,,
tak tahu sedalam apa, tak tahu apa isinya..
aku menerka, kamu diam saja..

ah ya! ada satu hal yang ingin aku tanyakan padamu..
cemburukah kamu? ketika tak sengaja dia menyapaku tiba tiba?
ahaha, aku tak mau terlalu percaya diri. biarlah, karena aku tahu dirimu bukan pencemburu, ah tidak bukan tahu, tapi kamu yang memberitahuku. lagipula mengapa kau mesti cemburu dan tak menyampaikan padaku? saat itu aku ingin bertanya, tapi sepertinya kamu lebih tertarik pada topik lainnya.. ah, kamu saja tak mau membahas, untuk apa aku bahas disini?

--

Sunday, August 10, 2014

Mengenai Jarak, Waktu, Kita

Jarak
Mengenai jarak, kau selalu berkata karena jarak kita terpisah,
Sedang aku tak merasa batas negara maupun benua menghalang, dimana akan selalu ada kita diantara rangkaian aku dan kamu
Ia akan mengajarkan kita mengenai kenyamanan rumah, tempat untuk selalu berpulang...

Waktu
Mengenai waktu, kau berfikir sulit bagi kita bertemu dengan waktu yang berbeda..
Ketika aku merasa kita masih berada dibawah langit sama, hanya saja lazuardimu sudah kelabu aku masih berwarna biru..
Ia memberi kita arti bahwa kita menyisakan sedikit lagi waktu sebelum kita merasa hilang

Kita 
Mengenai kita dalam deretan kata singkat yang selalu kita ketik lalu baca..
Aku tak lagi peduli mengenai aku atau kamu selama ada kita, perdebatan kecil mengenai masa lalu ataupun masalah sepele seperti memilih sesuatu..
Kita ketika kita bercanda dan berduka, saling berbagi dan menertawakan, memberi semangat dan berkeluh kesah.. sesaat...


Kita ketika bukan jarak atau waktu yang menjadi kerikil ataupun batu besar.
Namun,,
Ketika kita tahu, kita tak akan bisa kemana mana..

--
Jarak, waktu, tanpa Kita

Friday, August 8, 2014

Jombor, Jumo, Temanggung, Jawa Tengah

baru aja nambah beberapa orang di grup KKN Jumo gue di wassap.. niatnya gue sih baik, buat nyambung silaturahmi sama anak anak sama bagi bagi info kalo ada yang berguna kan.. alih alih berkualitas, kembali deh, omongan omongan sampah yang selalu menyenangkan dari orang orang hebat kembali terjadi.. kali ini mengenai desa Jombor di kecamatan Jumo, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah.. yak,, ini karena gue nambahin beberapa orang dari desa ini yang tadinya belum bergabung di wassap. obrolan ga jauh jauh dari event besar di desa itu, waktu itu acaranya fashion show sekaligus buka puasa bersama gitu..

sebenernya ga cuma eventnya karena banyak cerita di balik event itu, dan sebagai anak KKN yang budiman, gue dateng dong pastinya..

ada yang nyanyi nyanyi duet pas show yang bikin satu lagu adera ngehits satu KKN, ada..
ada yang nembak di depan umum tapi hasilnya ngga muasin, ada..
ada yang balik bareng terus cerita ini itu sampe hampir masalah di jalanm ada..
ada yang dituduh cinlok satu desa padahal ntah itu beneran apa engga, ada..

ah langsung aja semua kisah dalam satu malam itu muter di kepala gue.. ternyata udah 3 tahun yang lalu. KKN selalu aja jadi salah satu kisah terbaik gue semasa kuliah.. :D

--

menulis lagi

Lama aku tak menulis, menulis di lembaran untuk di publish ini maksudku.. waktuku sedikit banyak tersita oleh kesibukan lain yang aku senangi akhir akhir ini, membaca artikel untuk kemudian meringkasnya kembali menjadi barisan kata kata yang jauh lebih singkat, jelas, namun menyulitkanku. Karena aku jauh lebih memilih bertele tele dibanding langsung ke inti, ah ini kebiasaanku semenjak kuliah di strata satu mungkin. Yang perlahan aku kurangi, perlahan aku belajar dari kesalahanku dan orang lain (terlebih lagi kesalahanku pribadi), bahwa harus ada perubahan menuju lebih baik dalam hidupku..

Aku mencintai tulisan, terutama tulisanku, karena sekalipun banyak perangkap juga kebohongan, namun aku mengerti arah tulisanku, tulisanku tak mungkin berbohong kepadaku, karena seperti berbicara pada diri sendiri, menumpahkan pikiran melalui gabungan huruf dan alunan kata dalam lembar putih ataupun berwarna.. melalui tulisan tangan atau ketukan jari menjadi irama sendu atau bahagia tergantung isi kepala ini..

Friday, August 1, 2014

Agustus, thesis..

Agustus,, udah dateng aja.
ga kerasa Juli lewat gitu aja, banyak kejadian yang kelewat, dari presentasi hasil, liburan, kegagalan, juga hal bodoh lainnya. dan gue bener bener kangen buat nulis! haha, yah karena di Juli ini gue sempet jalan jalan ke negara tetangga, alhamdulillah seru dan jadi bego gitu keliatannya. tapi seneng kok ehehe. Jadi ceritanya gue ga banyak nulis karena sedikit sibuk gitu, dan gue males, tapi kalo diinget waktu gue yang makin sempit ya memang gue harus maksain diri buat nulis sih.

yaudahlah, bakal banyak cerita yg gue bagi bulan ini harusnya karena gue ga banyak ngerjain hal lain selain revisi thesis. harus semangat terus deh pastinya..

Thesis, baik baik ya kamuu. kegagalan itu wajar, tapi harus tetep semangat! okelah, mari mandi terus ke perpus! :D

Friday, July 18, 2014

Summer holiday been started!

Yeaahhhhhh!!! Setelah lama cuma sekedar draft, gue harus nulis lagi skrg! Hahah. Jadi gue posisi di Paris dan baru aja mulai perjalanan gue buat liburan. Espagne et Portugal ! Haha. Ah gue sih niatnya tiap hari bakal nulis walau saeutik. Yaudahlah. Gue perjalanan kali ini bareng temen gue yang namanya Katiti. Yah dia yang saat ini bersedia gue susahin hahaha.

Ah udahlah. Gue gatau bakal jadi apa liburan kali ini. Karena belum belum aja gue udh hampir telat. Sekitar 2 menit sblm bus brgkt gue baru sampe ke pemberhentian bus. Oke itu bodoh banget hahaha. Ketambahan gue belum dapet penginepan buat nanti. Yang penting hepi.

Well, gue berangkat dari Paris jam 22.30 waktu setempat. Diiringi batuk batuk temen gue yang hampir koit gegara gue ajak lari demi ngejer bus. Pikiran melayang menuju dia nun jauh disana. *halah*

Baiklah. See you soon guys! Segera menulis kembali!! :))

--
Ada yang gue kangenin dan ternyata kangen gue balik, ihiiy. Tapi sayang jauh.

Port Maillot, pemberhentian bus dimana gue memulai perjalanan gue..

Monday, July 7, 2014

sandungan, batu, atau dinding sekalipun..
kadang kita sendiri yang membuatnya..

Karena tugas manusia berusaha bukan?

--
:)

Sunday, July 6, 2014

Hujan beri aku waktu

Hujan beri aku waktu.
Sejenak saja aku ingin melihatmu pergi. Aku rindu mentari... Dengan kebebasannya juga ceria. Ia beri aku rasa percaya, kata kata bahwa aku bisa. Untuk selalu berlari dan mencari. Hingga aku merasa lelah, berpeluh, jengah dengan mimpiku, dan kembali merindu nyamanmu..

Aku tau, aku bukan sesosok manusia berkepribadian sempurna. Ah, jangankan sempurna, untuk bersikap dewasa saja sulit bagiku. Kedewasaanku ntah terperangkap dimana. Aku terlalu asik bermimpi dalam khayalku, menganggap aku banyak tahu. Namun,, nihil.. Aku sering menjawab 'aku tak tahu..'ketika banyak pertanyaan diberikan padaku. Bahkan untuk hal remeh sekalipun..

Hujan, aku melihat aku..
Terdiam di sudut ruang, terpantul cermin bisu, bersisi satu.. Aku malu melihatku, kala banyak orang berlari dan mencari, aku masih dengan sifat remehku.. Melihat kelabu awan penciptamu..

Meski tak benderang, megamu selalu mampu beri sedikit merdu untukku. Sendu nadanya sering aku kecap sebelum dia kau tinggalkan, menuju bumi, timbulkan bau basa kala bertemu, aroma rindu antara kamu dan bumiku, sementara kamu meninggalkan awan yang kelabu..

Aku masih disini, menikmatimu, sementara aku menulis diantara kalut, resahku akan waktu. Ruang sempit ini akan selalu menjadi saksi bisu antara aku, dia, dan kamu..

Hujan beri aku waktu.. 
Aku masih ingin bersamamu, awan, bumi, juga rindu..

7 bulan lalu

Tiba tiba aku merasa bosan dengan seseorang. Dia yang beberapa waktu terakhir ini sering bersamaku, sesekali kami bertemu fisik, namun seringkali hanya saling melihat dalam layar sentuh.. 

Terhenyak aku, setelah sedikit berjibaku dengan kepercayaan dan waktu. Dia menyentuhku lembut diantara dingin malam pertama kami bertemu. Rasa yang sempat mati dia hidupkan kembali.. Perlahan rasa itu terbangun pasti.

Ya,, rasa yang sejenak aku lupakan, beberapa kali tersemai namun selalu gagal tumbuh. Bibit yang tertanam namun tak terpupuk dan tercurah air. Sedikit membesar, pucat, kemudian mati.. 

Dan kamu, bergerilya menghampiri, menanam, membiarkannya tumbuh, membesar, kuat..

-

Kala terhempas, kami bimbang, aku menghampiri, dia tersenyum. Namun hanya seulas senyum, tubuhnya tak bergerak, pasi..

Aku ingin menjalani sekali lagi untuk kesekian kali. Kala kita tersenyum dan kamu kehilangan akal, saling mendekap hangat menunggu mentari pagi. Diantara kantuk aku perlahan menatapnya, dia yang kala itu tak lagi sadar.. Dia beri nyaman, dia rasa nyaman.

Resah menyerang aku bertahan, mencoba tersenyum, berasas percaya.

Dan aku sadar..

Aku bosan..

--
Pergantian waktu penghemat hari, kita bertemu..


Terlewat tiga hari

Terlewat tiga hari tanpa suaramu..
aku mencari nyaman dengan mengalihkan perhatianku.

Namun,,

Siapa mampu menyaingi sejukmu?
ketika rasa masalah aku majal.
kala uji Dalang beri.

Ah, aku pasti mencarimu,
sekalipun dalam petang.
pemberi seriat ketika aku damba damai.

Aku memilih diam,
saat nanar tergambar seakan perkara tak 'kan usai..

Aku takut cerita hanya akan menjadi luka.
menyebab bulir air mata jatuh dari mata teduhmu.

Namun aku sadar,
selain Halikuljabbar,
dirimu mampu tentramkanku ketika tikai terpicu.

Ibu..


--
sekali lagi aku membuat air matamu meleleh, akan kubayar itu :)

Pada dasarnya manusia

Karena pada dasarnya manusia akan datang dan ingat ketika butuh. 

Karena pada dasarnya manusia akan mencari ketika sudah terjepit.

Karena pada dasarnya manusia akan terus berusaha tersenyum ketika ia tersakiti. 

Karena pada dasarnya manusia itu lemah.

Dan karena pada dasarnya manusia adalah manusia.. :)

--
Karena kebanyakan akan pergi ketika apa yang ia ingin terpenuhi..

Saturday, July 5, 2014

perlahan namun pasti rasa itu menghampiri,,
menyeruak asa, mematikan mimpi,,

aku merasa sedikit demi sedikit jenuh kian selimuti,
seperti air mengalir ia menyegarkan hari,
kemudian pergi..

ntah karena aku cukup melihat perbedaan itu
menurutku
atau aku hanya lelah berpeluh
untukmu

kita biasa saja,
tertawa,
berbagi cerita.
bercanda.

Namun aku jemu
cerita yang tak kunjung aku sampaikan,
kita yang berbeda kian..

Senyummu,
Rindu,
Teduhmu

aku bosan padamu.

--
sedikit lagi..

Tuesday, July 1, 2014

past
sorrow..
neat.
read

present
blind.
deaf..
smile...

future
shade


--
when i woke up, those weird feelings inside my head