Tuesday, June 20, 2017

Lu iteman, Cip..

"CIIPP!!! LO KOK ITEM SIH SEKARANGG????"
"BROOO, TANNING??"
"CIP, LUPA DIANGKAT YAA PAS DIJEMUR!!??"

Adalah bahasa yang seringkali gue dapet akhir-akhir ini. Ntahlah, kenapa temen-temen gue bahagia banget dengan kondisi kulit gue yang menghitam. :( Kenapa engga coba muji gue yang udah turun 13 kg misalnya? Atau sekedar memuji massa otot gue yang bertambah walaupun ga banyak. Kenapa ga nyelametin gue atas pencapaian gue selama ini yang sabar dan kuat menghadapi cobaan dunia? Kenapa mesti ngomongin gue dengan kondisi kulit gue yang makin eksotis ini. Padahal kalo mau dibandingin sama temen gue, Baskoro ((masih) bukan nama sebenarnya), bahkan jauh lebih item dia dibanding gue. Ya walau gue akuin sih, sejak dia balik ke Bekasi, sekarang hidupnya agak keurus dan memutih (walaupun sedikit), juga makin lama makin mirip sama Hamish Daud, ah, kok jadi bagus-bagusin dia sih!

Sebenernya ini semua berawal dari video yang gue unggah ke instagram kemarin...


Sejak itulah, banyak banget komen dari temen-temen gue bermunculan..


Anw, mungkin karena gue dulu, putih (ya ga putih putih banget, kuning langsat lah, bukan kuning *tiiit*), ganteng, tampan, pinter, dan gapunya pacar. Makanya jadi-sedikit-lebih menyenangkanlah buat diliat.
Kalo sekarang, dengan kulit yang item, gendut, ditambah gapunya pacar adalah nilai plus di mata keji dunia ini untuk menghina aku yang polos dan belum tau kejamnya cinta ini.. Semua orang dul, semua orang bilang bilang kalo gue item. Dari temen, temennya temen, mantan pacar, pacar (yang belum jadi pacar), pacarnya mantan pacar, sohib gue, ade gue, BAHKAN NYOKAP GUE! NYOKAP GUE DUL!!, satu satunya orang di dunia yang DULU ngomong kalo gue ganteng, dan pasti bakal punya banyak pacar! minggu lalu bilang, 'Mas, kok item sih?'. Gue cuma diem, lalu senyum. Senyum getir. Untung puasa, kalo ga puasa mungkin gue udah minum. Gue udah pasrah sama dunia ini. Pasrah....

Sekarang ini, yang masih baik sama gue dan ga bilang kalo gue item adalah mahasiswa gue. Satu-satunya kelompok di dunia yang (mungkin) sayang sama gue. Iya, mahasiswa-mahasiswa gue yang gue sayang. Mereka yang baik, lucu, dan suka makanan gratisan itulah sisa kelompok manusia yang kenal dan ga ngecengin atas warna kulit gue saat ini.
Sebenernya gue juga gatau mereka beneran sayang dan ga sampe hati buat nyakitin hati dosennya yang lucu nan imut ini, atau sekedar gaenak buat jujur.. Mungkin mereka tahu betapa beban dosen yang hatinya lembut ini sudah berat dan ga tega buat jujur lalu bilang, "PAAKK, KOKK ITEEM SIIHH?" (dalam kasus ini, gue jamin yang ngomong bakal langsung ketemu sama gue lagi tahun depan, dapet E, dalam tiap kuliah bakal gue cecar pertanyaan, dalam tiap diskusi bakal gue jadiin ketua, dalam tiap praktikum bakal gue jadiin koordinator praktikum, bakal gue bikin berat hidupnya! makanya mereka mungkin ga sampe hati buat jujur). Ah, yaudahlah, yang penting ga semua orang bikin gue item. Makasih ya, mahasiswa gue yang kos dan kampusnya terpisahkan oleh selat sunda, makanya gapernah dateng tepat waktu. Bapak kasih tambahan nilai deh buat UAS kali ini. :)

Mungkin dan hanya mungkin, ini adalah kesalahan air di Bandar Lampung yang kurang cocok sama kulit mulus eyke. Teori gue adalah kandungan mineral dan senyawa kimia dalam air yang kontak dengan kulit gue menyebabkan pigmen pigmen cerah di kulit gue jadi kusam, merusak kulit gue yang kuning langsat bercahaya ini menjadi lebih gelap, yang bikin mereka yang lewat suka ngasih receh sama gue.
Teori kedua gue adalah, menyengatnya cahaya matahari di Provinsi Lampung, menyebabkan matinya sel kulit di kulit berharga gue, yang menyebabkan mereka sedikit bermutasi karena adanya proses adaptasi antara tubuh dan lingkungan. Mungkin proses adaptasi itu yang menyebabkan kulit gue jadi gelap dan lebih kuat sistem imunnya..

Tapi yaudahlah, itu teori, gue juga terlalu sibuk menguji teori dan semua hipotesisnya, gapapalah item, yang penting ga item atinya. Sekalipun item, gue yakin istri gue nanti mau nerima gue yang begini, nanti kalo udah punya istri gue mau facial bareng ah, pasti unyu gitu.. Etapi jadi cowo harus strong dan ga menye-menye ya? Yaudahlah gapapa item, gue strong kok, gue kuat, gue bahagia!

Udah ya, gue gapapa kok item, asal banyak yang sayang. Mau ngampus dulu ya, ambil lembar jawaban UAS mahasiswa dulu. Berhubung ini udah mau lebaran, yang mau ngirimin gue THR dengan senang hati gue terima lho!

Lagian, item itu seksi! Ya ga sih? :3

--
Jatimas 1, 20 Juni 2017, 09.12
Sebenernya, terakhir gue putih ya pas di Prancis sih. hmmm.

Jatuh cinta seindah itu

Karena mencintaimu adalah sesuatu yang baru,
Tak mungkin lagi aku mematung seolah tak berarti senyum dinginmu,
Sekalipun rongga dadamu telah kosong tanpa isi,
Dengan pintu terkunci, menjadi ruang yang tak lagi nyaman terisi.
Aku lebih memilih untuk disekap disitu.
Di dalam hatimu.

Menjadi laki-laki yang mengeraskan hati adalah kebiasaanku,
Tapi tidak dengan membiasakan diri bertemu dengan indahmu,
Berharap pada tiap pagi aku bertemu dengan bola mata itu,
Bergulir tiap waktu dengan harap cemas kau mencari aku.

Aku siap terbang lagi, menujumu.
img src: dokumen pribadi
  
Kepada langit yang menggantung sendu,
Aku lebih suka dengan lebam biru di pipi tertinju,
Dibanding harus berada pada posisi ini tanpa dekapmu,
Mencari jalan keluar dari sunyi tanpa ada genggam yang kuatkan dari pilu.

Berbenturan dengan kamu diantara waktu, ternyata jadi hal yang indah,
Bagi aku yang lebih sering terbahak palsu demi hilangnya gundah.

Bagai daun yang jatuh,
Aku luruh,
Pada romantisme belai janji yang kau jajarkan satu persatu,
Pada presensi mimpi bumbung rindu,
Pada tiap detak jarum jam dimana kita tak beradu.
Karenanya, sudilah sebentar rasakanku.

Memang, jatuh cinta seindah itu.

--
Kamar, 20 Juni 2017, 05.57
Selamat datang. :)

Monday, June 19, 2017

Baiklah, setelah beberapa waktu kebanyakan posting gue yang berbau puitis dan romantis ala cowo menye menye nan seksi, dan mempertimbankan bahwa hakikatnya menulis adalah untuk kemaslahatan bersama (apasih). Intinya gue udah mutusin mau ngerombak ulang blog ini!

Sepertinya gue selama ini terlalu labil sama apa yang gue tulis. Kebanyakan topik, dan ga jarang jadi kebanyakan label. Ditambah beberapa masukan sahabat buat bikin blog gue jadi lebih baik.
Nantinya blog gue bakal gue bikin beberapa label aja, yang secara umum kebagi jadi tulisan serius, puitis, sama bego. Gatau deh jadinya gimana nanti.
Ini sebenernya gue pengen banget nulis beberapa pengalaman yang belum diceritain, tapi nanti aja deh balik dari main. Gue ada janji buat ketemuan dulu sama yang unyu-unyu. :3

Yaudahlah ya, gue siap-siap dulu. Mau ambil parcell di kampus, mayan siapa tau dalem parcell ada THR. Hehehe.

--
19 Juni 2017, 10.54
Otaknya mampet. hm
Lalu kita mau kemana lagi bila ternyata kompasku selalu mengarahmu?
Mungkinkah aku menuju lain hati bila nyatanya hariku terpaut pada senyummu?
Bila memang rindu tak lagi mampu luluhkan kerasnya ego kita, mungkin benci adalah cara terakhir agar bisa melupa.
.
Tampikku pada sumbang suara, kau masih disana menanti.
Bodoh? Memang kapan aku mampu berlogika semenjak kau datang beri suasana hangat hari?
Bahkan kopi hitam favoritku kutinggalkan kala kutemukanmu, Adiksi.
.
Apalah arti penjelasan, bila pintu duniamu sudah kau kunci, mati.
Kuracuni, sengaja, agar kau tak risau dengan terkuburnya mimpi.
Mimpi yang pernah kita bangun bersama dengan suka.
Hingga sadar mimpi itu terlalu tinggi nan mahal untuk digapai dengan tangga sederhana.
.
Hingga bertemu suatu hari, dengan mimpi yang sudah berganti.
Karena, sejukmulah muara hati.

.
kita pernah lihat laut ini berdua
img src: dokumen pribadi

--
Laut, 13 Juni 2017, --.--
Reposted from my instagram

Bulan Juni, tertanggal 19, hari ini.
Berlalulah satu purnama penuh dan setengah bulan mati.
Kamu tahu, masih saja kurasa tak genap relung hati.
Teronggok, tergeletak tak berdaya di sudut mati.

Sunday, June 18, 2017

Rumah lukaku.

Kala itu langit begitu teduh kala ia datang kepadaku.
Tanpa berkata sepatah katapun, ia mengantarkan kamu.
Kamu adalah jawaban atas pertanyaan lalu.
Ketika hati merasa sunyi.
Di waktu sepi merajai hari.
Kala tanya akan kosongnya hati mencari isi.
Kamu hadir, mengisi sela jemari.

Kamu...
Datang membawa sebuah nama yang menjadi lantun lagu dalam setiap hatur doa.
Membawa resah dan rindu menyatu dalam degup dada.
Mengakar kuat pada tiap pembuluh vena.
Menuju jantung untuk kembali dipompa, namamu.
Dan hatiku luluh.
Padamu pembawa penuh rasa.
Resah pada malam panjang penuh senyum asa.

Kamu..
Sekejap mewarna, dari kelamnya awan kelabu.
Penenun pelangi.
Pelukis mimpi.
Pencipta damai hari.
Menggenggam erat hati, menyawakan segala yang mati.
Hingga namamu bukanlah sebuah pilihan.
Namamu adalah sebuah sandaran.
Tempat kembali paling aman.
Bahu untuk menangis karena gundah paling nyaman.
Kamu lalu menjadi sebuah nama favorit dalam sebuah perjalanan.
Seiring kita melangkah untuk satu tujuan.
Pikirku.

Kamu...
Ketika kamu tiba-tiba kembali, tersenyum bahagia.
Sembari menorehkan luka.
Menusukkan belati perlahan, dan semakin dalam.
Aku memilu melihatnya.
Bila alasanku bahagia adalah pembawa derita.
Bila tempatku pulang adalah tempat yang tak menerima.
Bila penenangku adalah penggundah berbisa.
Aku hanya bisa memasrah menerima derita yang kau cipta.
Aku hanyalah secarik kertas lusuh yang kau gores dengan pena.
Dengan gores yang terlalu dalam.
Kujahit kusatukan kembali, kuberikan, lalu kau robek dengan seksama, perlahan dan begitu rapi.
Dan aku hanyalah aku yang tetap melangkah maju, menuju dirimu yang menghunus pedang, tepat di ulu hati.
Memotong nadi yang telah penuh dengan namamu.
Menghambur mimpi yang kupondasi sendiri, untuk bersamamu.

Kamu..
Masih pada nama itu aku menuju.
Sesekali aku coba berhenti, memetakan arah, mencari jalan yang lebih baik.
Namun bait pertama denganmu begitu terdengar merdu.
Mengajakku kembali pulang padamu.
Dan masih pada nama itu aku menuju.
Memberikan maaf.
Melupa benci dan khilaf.
Menujumu.

Kamu..
Masih selalu kamu arah tertuju.
Pemberi bahagia dalam luka.
Dan janganlah lagi kamu.
Pencipta luka dalam bahagia.

Karena kamu, rumahku untuk kembali pulang.
Selalu.

--
Anganku, 18 Juni 2017, 23.18
Kucipta kamu, rumah lukaku.

Pulang

Karena pada akhirnya menikah bukanlah sebuah perlombaan, siapa yang sampai di garis finish duluan adalah yang menang, adalah yang lebih hebat.
Pada akhirnya menikah adalah menemukan satu pelabuhan paling tepat, belum tentu paling indah dan menjanjikan, tapi di sanalah tempat menambatkan dan menurunkan layar.
Menikah adalah akhir pencarian, dari ribu tawaran merapat, berakhir dengan satu tempat.

Ingatlah, Sobat.
Ketika sauh sudah kau lempar, jangan berpikir untuk mengangkat jangkar, lalu berlayar.
Sebab kau sudah pulang..

Iya, pulang.

--
Kasur malas, 17 Juni 2017, 05.30
:)

Saturday, June 17, 2017

Mengapa dengan senyummu?
Ada yang tersembunyikah?

Kurasa cukup mengenalmu.
Mengenal senyum itu.
Lepas atau tak bebas.

Mengapa denganmu?

--
Kasur malas, 17 Juni 2017, 22.40

Friday, June 16, 2017

Halo, Sayang.
Ntah ini hari keberapa sejak terakhir aku mengirimkan surat untukmu.
Lama sela jemari ini kosong tanpa genggammu.
Apa kesibukanmu saat ini?
Sedang mendesain gedungkah? Mengurusi project deadline bulan ini? Atau bahkan sedang mengurusi pasienmu dengan penuh sabar?
Ah, masih menjadi rahasia hingga kini.
Biarlah nanti kita bertemu melalui caraNya yang paling indah.

Kamu tahu, semalam aku memimpikanmu. Hehe.
Iya, aku memimpikanmu.
Padahal aku bukanlah seorang unrealistic dreamer.
Tapi sebelum aku memejam mata, semalam aku meminta kepadaNya untuk dipertemukan denganmu.
Dan wajahmu samar kulihat, tak begitu jelas.
Namun, pun begitu aku bahagia.
Cukuplah kujaga hati yang sudah bertambal ini, hingga nanti kita bertemu, hingga halal.

Oiya, kesibukanku sedikit berkurang bulan puasa ini.
Selain karena para mahasiswa yang sudah mulai liburan, kebanyakan waktuku kuhabiskan untuk memperbaiki sistem usahaku.
Aku sedikit mengurangi kegiatan di lapangan karena makin lama tulang punggungku terasa semakin tak lurus dan mudah nyeri.
Bahkan dulu ketika awal merintis usaha ini, hampir tiap pagi aku tak mampu berjalan karena nyeri, hanya kutahan saja, toh akan sembuh sendiri nanti.

Oiya, bila nanti kamu adalah seorang dokter, aku mau kamu yang mengobati, ya.
Pun bila bukan, yasudah kita cari obatnya. Hehehe.

Pagi ini seperti biasa aku jogging untuk menjaga bentuk tubuh, tenang aku masih berpuasa kok. Semalam aku makan ayam goreng hingga 8 potong soalnya. Haha.

Ah, sudah makin siang, aku kembali bekerja dulu ya, Cantik.
Sampai nanti kita bertemu.
Selamat menjalani hari, Duniaku.

--
Jatimas 2, 16 Juni 2017, 08.30
10 malam terakhir, semoga doa yang kita haturkan ramadhan ini dikabulkan, ya. :)

Jangan ngurusin yang ga ngurusin.. ngabis-abisin waktu itu namanya. Urusin yang jelas aja, yang sayang, atau masa depan contohnya.

Dinyinyirin mah udah biasa. Hidup kalo lurus-lurus aja juga kayanya gamungkin. Kalo semuanya suka malah aneh, toh hidup itu hakikatnya seimbang. Kaya atas-bawah, siang-malam, pria-wanita, semuanya deh. Jadi ngomongin jodoh, ya pasti imbang juga kaya kamu. Kalo kamu baik ya dia bakal baik juga. Kalo kamu pura-pura baik, mau dapet yang pura-pura baik juga? Hm.

Yaudahlah, ini udah imsak. Selamat puasa ya, Cantik. Aku tunggu kamu dateng, nanti tak main ke rumah langsung tak lamar aja wes. Semalem makasih udah nemuin walaupun bentar. Akunya masih kangen, tapi kamu ga balik-balik.

Oiya, kalo telat gausah ngadu ke aku lagi ya. Aku udah ga ngurusin yang kaya gitu.

--
Kasur malas, 16 Juni 2017, 04.35
Nulis pas ngantuk itu semacam orang mabok terus ngomong. Hehe

Thursday, June 15, 2017

Klakustik dan ngantuk

Gue udah ngantuk. Tapi rasanya bakal ada yang kurang kalo misalnya gue ga nulis ini. Lagian kalo besok pasti udh beda feel nulisnya.

Gue barusan youtube-an dengerin banyak musik. Macem-macem banget deh yang gue dengerin dari lagu lama sampe lagu baru, rock sampe pop bahkan accoustic.
Sampe waktu gue dengerin klakustik. Band yang udah lawas banget, dengan vocalistnya katon bagaskara. Ga mungkin gue bahas disini karena mata gue mulai perih. Intinya lagu yang gue suka dari mereka ya tak bisa ke lain hati sama yogyakarta. Menurut gue mantep banget aja mereka buatnya.. lagu romantis ditambah kata-kata yang puitis abis tapi ga menye menye. Apalagi aransemen musik khas jamannya yang udah beda banget sama musik sekarang.

Khusus lagu Yogyakarta, ntah kenapa gue ngarasa ini lagu punya magis tersendiri. Dengan segala kelebihannya lagu ini pasti mampu bikin siapapun yang pernah ke jogja otomatis ngerasa balik lagi ke kota nan syahdu itu.
Tiap kali denger lagu ini gue langsung ngrasa balik ke kota ini deh. Jogja buat gue kaya tempat yang bener bener gue rindu karena banyak cerita dan kenangan disana. Sahabat, teman, mantan, sampe pelarian dari kuliah yang menjemukan.

Lagu yogyakarta selalu bisa nyiptain kangen yang baru mengenai kota itu.

Gue sebenernya masih pengen nulis tapi beneran ga kuat. Haha.. yaudahlah sesekali tulisannya nggantung gapapa ya, yang penting ga ngedua. Hahha.

Oke gue tidur dulu. Karena ga aga yg ucapin, gue ucapin duluan ya. Good night, Peeps. I love you. Semoga suatu saat kita bisa ketemu di Jogja, atau Semarang. :)

--
Kasur malas, 15 Juni 2017, 22.30.
Jogja itu, rindu.

Sikece

Hmh, gatau deh gue pantes apa engga nulis ini disini. Kalo ditulis kok ya malu, kalo ga ditulis kok ya gatel buat ngeshare. yaudahlah ya, ditulis aja gapapa, anggep catatan aja. Ini juga rasanya udah mulai pudar. hehe

Oke, jadi gue barusan aja ngobrol sama temen gue di Prancis dulu (gue ga sebutin nama soalnya gue belum izin dia buat nulis ini), dia bilang pengen berhijab tapi masih ada keraguan, jadilah diskusi kami seputar masalah per-hijaban (Alhamdulillah gue sampe sekarang belum berhijab juga). Diskusinya asik dan seru, karena gue jadi tau perspektif cewe mengenai keraguan akan berhijab, bingung antara panggilan hati atau karena yang lain, juga hambatan yang mungkin ada di depannya (paling ngeselin adalah ketika dia bilang temennya bilang, 'cewe berhijab itu simbol dia inferior dari laki-laki.' Fix bikin pengen nampol yang ngomong!).

Gue kenal dia sekitar 5 tahun (bahkan lebih), dan dia sering curhat soal apa yang dia rasain atau pikirin. Gue memang jarang komunikasi sama dia, tapi tiap kali ngobrol, pasti ada aja bahan yang diobrolin, karena jarangnya ngobrol kadang gue juga rasa kangen sama dia. (cie kangen). Obrolanpun berlanjut ke nanya kabar dan bagaimana kehidupan berjalan, dia cerita sekarang tinggal di Jakarta, jadi seorang mahasiswi disana, dan sempet cerita juga soal si pacar. Hmm, namanya cewe ceritanya ga jauh-jauh dari itu sih sebenernya. Tapi gue pribadi selalu seneng dengerin cerita dari temen-temen gue. Karena itu yang bikin gue ngerasa dekat sama mereka sekalipun berjarak. hehe.

Oke cukup cerita soal dianya, sebenernya diantara obrolan itu, gue sempet ngomong sama dia, 'De, kalo ada yang bisa dikenalin sama mas, bilang yak haha. Mas sedang mencari jodoh juga niih hehehe.'. Oke, ini pernyataan gatau malu dari seorang gue sebenernya. Tapi yaudahlah ya, udah kenal lama ini. Lagian biasanya kalo gue bilang gitu, jawabannya paling, 'Lah yang kemarin mana, Cip?' atau 'Wah, temen-temen gue udah pada punya, Cip.' bisa juga 'Duh, Cip. Gue takut nyomblang-nyomblangin.' Itu jawaban awal doang sih. Intinya mereka nolak, terus ujungnya mereka ngecengin  karena gue ga kunjung berjodoh dan nulis galau mulu. :(

Tapi, kali ini engga! Jawabannya di luar ekspektasi gue! Dia ngejawab, 'Iyaah. coba coba cek instagram nya. *tiiiitt* M**t* . kayanya single dgr2 pingin taaruf.' (Jujur) Gue bengong sih sama jawabannya. Karena jarang aja gitu ada yang mau ngenalin. Biasanya zonk atau malah dikasih kenalan cowo (kan kampret, memang eke cowo apakah!!) Akhirnya, gue diem-diem cari dong itu instagramnya...

dan..

Berisi penuh, sepertinya sudah harus ditumpahkan.
Pikir ini terlalu banyak, tak rumit, hanya harus dituang perlahan, satu-persatu.
Bahkan untuk berlari pagi aku malas, pun matahari tak kunjung menyapa, ia mulai membenciku mungkin.

Semalam aku bertemu ulang dengan tiga muda.
Semangat yang luar biasa, tapi belum tahu arah akan kemana.
Aku pernah seperti mereka, dengan idealisme luar biasa, menikmati lajang dengan suka, fokus pada asa.
Bahagia dan hanya bahagia, karena tanpa harap, tanpa bicara.

Hariku indah, tak perlu ada kau atau kau yang lain ada disana.
Karena ego bikin buta, acuh karena jemu, luka bikin bisu.
Lebih baik aku jadi aku yang dulu.
Si bangsat yang tak gentar oleh apapun, bahkan ketika sebilah golok kau acung dan kalungkan padaku.

Nyawa?
Ah Dia yang punya, jangan takut kehilangan sesuatu yang tak kau miliki.
Malulah bila kau mengaku-aku apa yang bukan milikmu.

Sejatinya, apa yang kita miliki?

Nanti malam, temani aku menonton, ya. :)

--
Kasur malas, 15 Juni 2017. 08.25

Wednesday, June 14, 2017

Lagi pilek

Well, ada beberapa hal yang mau gue bahas sebenernya. Mengenai LSM yang diinfoin sama salah satu pembaca gue, lalu info beasiswa (sekalian gue lagi nyari cara biar bisa jalan-jalan lagi tahun depan), ngebahas beberapa lagu favorit gue dari masa ke masa, dan menulis bebas. Tapi gabisaa. Karena apa? Karena gue PILEK!!

Heuh, udah ga abis pikir deh soal pilek ini. Penyakit paling gaenak karena bikin gabisa apa apa. Mulai dari idung mampet, kepala kliyengan, bawaannya gabisa mikir jernih, sama yang paling parah itu kalo pilek bawaannya emosi!!!! Grrr.

Oiya selain pilek, kemarin gue ngobrol sama Dafa, penulis bebas juga, sama kaya gue. Gue sama dia ngebahas soal tulisan-tulisan gue. haha. Doi bilang tulisan gue bikin baper (memang orangnya baperan, jadi bukan salah gue jadi baper).
Well, gue dan dia sepakat kalo namanya nulis itu buah pikir, dan lo ga harus lagi sedih buat ngehasilin tulisan yang 'berjiwa' sedih. Kaya akhir-akhir ini deh, tulisan gue berkisar antara cincaa dan liku-likunya. Mulai dari pertemuan, perpisahan, mendua, khianat, ditinggal pergi, nunggu, dsb. Padahal gue sendiri sih lagi biasa biasa aja (oke gue ga sebiasa itu memang, tapi pas nulis gue sober loh, dalam artian ga kondisi depresi atau broken heart gitu).

Mungkin, dasarnya self branding gue yang 'galauan' ya, jadi apapun yg gue tulis pasti dikaitin sama keadaan negatif seseorang ketika berhadapan sama rasa suka atau sayang dengan lain jenis. Gapapa sih, ga masalah juga, yang penting ada yang baca hahaha..

Ada beberapa yang suka, ada yang gasuka. Wajar aja sih, we can not please everyone, right? Hehe.

Udah ah, ini efek pilek pikiran kemana-mana. Yang jelas menulis bisa bikin bahagia dan ngebantu gue banget buat mulihin hati atau sekedar lepasin apa yang ada di otak gue. Manusia ga selamanya mau denger, tapi secarik kertas bakal setia nunggu ditulis atau bahkan dicoret-coret dengan perasaan apapun. Jadi, manusia kalah setia sama kertas. Hehe.

Ps. Gue kangen nulis surat buat calon istri.
Pps. Pilek ini bikin gabisa tidur, butuh disayang kali ya. Haha.

--
Sembari nyoba tidur di kamar, 14 Juni 2017. 14.24

Tuesday, June 13, 2017

Halo!

Gue ga nyangka ternyata pembaca blog ini cukup variatif lho! Dari mahasiswa, pebisnis, dosen, guru, penyiar radio, dan banyak lagi! Gue baru tahu dari email yang masuk buat diskusi soal post gue yang Aku telat... , dengan berbagai perspektif juga solusi. Bahkan gue diinfoin ada LSM di Jatim yang concern masalah ini. Nanti mungkin beberapa bakal gue post deh, seizin yang ngasih info dan yang diskusi sama gue pastinya. Hehe.

Makasih buat semua yang nyempetin waktu ngebaca blog ini bahkan mau diskusi panjang sama gue. Semoga kehidupan kalian ga keganggu dengan tulisan-tulisan gue dan ga ngasih dampak negatif patinya. Hehe

Oiya, gue ada rencana buat ngerombak ulang blog ini. Bukan ngerombak sih bahasanya, mungkin lebih ke memperbaiki kali ya, biar ga galau terus sama monoton itu itu aja yang gue bahas. Kalau memang ada kritik, saran, ataupun ide tambahan demi makin baiknya tulisan-tulisan gue, bakal sangat gue hargai. Langsung aja kirim ke cwjati@gmail.com yaa saran-sarannya. Gue sepertinya pengen nambah 'keseriusan' gue dalam menulis haha. Siapa tahu beneran ketemu jodoh, kan? Hehe.

Salam hangat,
Cipta/Jati/Wek/apapun panggilan gue

--

Tawaran Rindu

Kudapati kamu menunggu disitu,
Tepat di depan ambang pintu duniaku,
Tersenyum sembari tawarkan ruang hatimu,
Masih sama seperti beberapa waktu lalu.

Aku tahu,
Kamu tahu aku sedang cari tempat berlabuh
Selalu kamu berikan tempat berteduh,
Dengan segala keluh dan peluh.

Sempat terbersit tenang di masa itu,
Tergelitik oleh cerita dulu,
Kala aku cari kamu dari lelahnya jalani waktu,
Hingga timbul rindu.


Namun, apakah dia kamu?
Yang kulayang surat selalu.
Kuketik satu persatu,
Berharap sampai padamu.

Bila memang aku bersamamu,
Aku ingin tahu sejauh mana setiamu.
Karena, aku butuh waktu.

--
Jatimas 1, Juni 2017 07.43
Maaf, aku tak cari yang sesaat semu.

Monday, June 12, 2017

Wanita, berharga.

Wanita, adalah sesosok lembut yang terlihat rapuh.
Namun sadarkah kalian, wahai lelaki berbadan tegap,
Bahwa mereka jauh lebih tangguh, mereka jauh lebih kuat darimu.

img src: google.com
Mampukah dirimu mengatur segala seteliti wanita yang rapi menata semua?
Sanggupkah dirimu menahan beban seperti seorang wanita bertanggung jawab atas hidupmu dan hidupnya?
Dapatkah kamu bekerja keras layaknya wanita karir yang mengurus bayinya?
Bisakah engkau tak mengeluh atas tekanan luar biasa bagai wanita yang mampu tampung segala cerita?

Kuyakin tidak.
Pun 10 lelaki berkumpul untuk saling mengatur hidup, tak akan sebanding dengan 1 wanita yang menata hidupmu.

Muliakanlah mereka para wanita.
Karena kau tak tahu seberapa berat perjuangannya.
Jangan sekalipun kau sebut mereka dengan perkataan yang tak pantas.
Bagaimanapun, mereka lebih berharga, sekalipun mereka pramuria, belajarlah menggunakan kata yang baik padanya.

Pria, mulut adalah hargamu.
Pantasnya mereka untuk dicinta dan dalam perlindunganmu.
Jagalah mereka sebagaimana kau menjaga ibumu.
Bila belum mampu, setidaknya ucapkan kalimat pembahagia bagi mereka, calon ibu.

--
Kamar coklat, 11 Juni 2017. 02.21
Bukan urusan gue mmg, tapi yaudahlah. Bahagia bikin buta. Gue juga pernah begitu.

Coba tengok ke belakang

Dear kamu yang lagi patah hati,

Jangan mikir dunia berhenti hanya karena satu orang pergi ninggalin duniamu. Coba liat ke belakang bentar, sesusah itukah hidup tanpa dia?



'Tapi gue gabisa tanpa dia, Cip.' 
Halah BULLSHIT! Kamu pernah kok lebih bahagia waktu sebelum sama dia. Lupa tah gimana bahagianya waktu kumpul sama temen-temen dulu? Bisa ngobrol dan bonceng siapapun tanpa takut dicurigain atau cemburu. Seru kan? Dunia ga sesempit itu bos, patah hati itu cuma bikin kamu keguncang sesaat kok, dan kamu harus bangkit! Jangan biarin satu orang yang ga berharga bikin hidup kamu berantakan. Ada Dia yang bales kok, tenang aja. :)

'Gue masih aja kepikiran sama dia, Cip.' 
Percaya ga kalo dia sekarang lagi bahagia dengan hidupnya? Ga bakalan deh sempet mikirin kamu yang ditinggalin. So, kamu lakuin hal yang sama, yaitu BAHAGIA! Segera kembali ke hidupmu yang lama, yang udah bahagia walaupun ga ada dia. Semurah itukah nilai kebahagiaanmu cuma dengan ditinggal pergi satu orang, terus waktu hidup kamu sia-siakan? Masih ada keluarga yang selalu ada lho, ayah ibu yang gapernah berhenti sayang, saudara yang gapernah pergi, dan sahabat yang siap support kapan aja kamu butuh. Inget, sekalipun gapunya siapa-siapa, kamu selalu punya Tuhan yang bakal selalu ada, selalu dekat, kamunya aja yang ngejauh mulu.

'Apa karena gue ga baik buat dia, terus dia pergi ya, Cip?' 
Bro, ga ada yang sempurna di dunia ini, kamu baik kok! Dia pergi bukan karena kamu ga baik, justru karena kamu terlalu baik buat dia makanya dia ga sanggup sama kamu. Santai aja, selama kamu gapernah khianat dan menyalahi hubungan kamu sama dia. Pasti ada yang lebih baik dan lagi nunggu kamu buat gantiin dia yang sepele itu. Tapi, bakal beda ceritanya kalo kamu ditinggalin karena kamunya yang selingkuh ya. hehe.
Yakin deh sesuatu yang baik bakal buat yang baik juga. Gamungkinlah perempuan baik mau sama cowo jahat, kecuali ada kebaikan dalam diri cowo itu.

Ditambah lagi. kalau terus-terusan sedih, apa mungkin yang baru mau sama kamu? Pas PDKT bawaannya galau, inget mantan dikit langsung sedih, liat doi ada kurangnya dikit langsung dibandingin sama yang lama, harusnya kamu bisa nunjukin kelebihan eh malah keliatan lemah. Udah-udah lagi deh mikirin mantan. Intinya ya, kalo dia memang masih sayang gamungkin kamu dimantanin, lagian kalo udah jadi mantan ngapain masih disayangin?

Be humble, be positive to everyone, be your-best-self everytime everywhere. Karena kamu ga bakal pernah tahu kapan kamu bakal ketemu sama jodohmu. Jodoh mah pasti ketemu, percaya deh.

Jadi, masih mau sedih terus nih?

Salam sayang,
dari yang tau rasanya ditinggalin


Ps. Share ya ke temen kamu yang lagi patah hati. Siapa tau bisa bantu ngelegain rasa. Hehe.
Pps. Diskusi lebih lanjut langsung ke cwjati@gmail.com yaa
--
Jatimas 1, 12 Juni 2017, 08.45
Gue bikin ini waktu sebelum meeting finansial sama anak-anak. Ngumpulin mahar memang jauh lebih asik daripada mikirin mantan.
Padamu yang bertekuk karena cinta.
Aku mengerti gundah buatmu tak mampu lelap.
Terpana buai senyum makhlukNya.
Indah paras serta teduh tatap mata.

Buatmu selalu ingin pulang segera.

Aku pernah rasakannya.
Kala rasa mampu percepat debar di dada.
Balasan pesan bisa cipta senyum seulas.
Lalu kaupun sadar harimu makin berwarna.

Namun,
Pantaskah kali ini bersama?
Bisakah bertahan dan menerima?
Atau sesaat seperti lainnya?

Jangan berkiprah terlalu banyak.
Jangan berjuang terlalu lama
Bila nyatanya semu semata.
Bila nyatanya berakhir luka.

Tak kecewakah bila ternyata kau menjaga dia yang ternyata untuknya?

Jangan rindu aku, pun aku tak bisa membalasnya.
Simpan saja aku dalam doamu, sampaikan padaNya.
Siapa tahu doamu diijabah, 'kan?

--
Kamar, 12 Juni 2017, 07.12
Ujan, dingin..

Sunday, June 11, 2017

Ah, hati itu curang.
Bila senang dia simpan sendiri, bila sedih ia banyak berbagi, bila rindu ia curah lalu tulis.

Aku bahagia hari ini.
Terima kasih, kamu.

--
Kampung Bambu. 11 Juni 2017 12.00-23.12

Saturday, June 10, 2017

Harga kasih sayang.

Oke gue pengen nulis ini karena tiba-tiba gue keingetan satu kejadian kecil tahun lalu. Waktu itu gue ngasih kado buat orang, dan yang namanya kado kalo buat gue sih yang penting itu gunanya. Gue pernah nih dikasih dompet yang harganya mahal banget, gue malah terharu karena gue tau ga gampang buat ngumpulin duit sebanyak itu. Halah, malah kemana-mana. Singkat cerita, orang yang gue kasih kado itu seneng dan nunjukin ke temen-temennya, menurut cerita sih, respon temen-temennya biasa aja kecuali satu orang, dia bilang, 'Dari Cipta ya? Gabisa ngasih yang lebih mahal ya dia? Gapunya duit ya?'

Hmm, nyelekit sih memang, tapi yaudahlah udah lewat juga. Gue juga gatau apa alasan dia bilang gitu. Mungkin ada unsur gasuka sama gue, tapi terlepas dari bener engga omongannya, gue jadi berpikir, segitu pentingnyakah 'harga' dari sesuatu yang kita beri? Bukankah kado atau gift itu adalah bentuk kasih sayang yang dirupakan dalam sebuah benda?

Dari situ, gue juga introspeksi diri, jangan-jangan gue juga melihat sesuatu dari 'eksplisit'nya, bukan 'implisit'nya. Terus, gue kebayang misalnya gue gapunya apa yang gue punya sekarang, apa mungkin gue bisa sebahagia ini? Dalam artian, gue bersyukur sekarang ini masih punya orang tua yang selalu support gue, bahkan selalu ngajarin buat berbagi sekalipun dalam keadaan sempit. Ditambah lagi, kalau diberi, apapun bentuknya, gue diwajibin buat menghargai, se ga suka apapun kita, se ga butuh apapun kita. Karena yakin deh, buat dapetin itu semua ga gampang. Contohnya aja, gue pernah dikasih tissue buat ngebersihin debu di muka gue. Hal kecil sih, tapi bahagia banget soalnya harga tissue yang gasampe 10rb itu bukti kalo ada yang perhatian sama gue. Gue pernah dibikinin nasi goreng sama bubur manado, aga keasinan sih, tapi bahagia banget deh, nagih banget! Bukan rasa atau harganya, tapi perhatiannya.

dipeluk nyokap sama istri itu bahagianya kuadrat! :))
img src: google.com


Bila aku jatuh cinta lagi

Bila aku jatuh cinta lagi.
Pertemukanlah aku pada dia yang mencintaiku karenaMu.
Karena cukup aku dicintai karena aku, bukan 'Mu.
Sesaat dan semu,
Bahkan dipenuhi nafsu.

Tuhanku,
Bila memang noda diri terlalu pekat,
Lalu kau sandingkan aku dengan dia yang memiliki noda masa lalu,
Aku ikhlas,
Aku percaya, dialah terbaik dariMu untukku. 

Walau tak merdu, simak bacaanku ya, nanti.
img src: google.com
Cukuplah aku bermain dengan banyak hati.
Kali ini aku serahkan sepenuhnya padaMu,
Sang pembolak-balik hati.
Karena, terlalu lama aku jauh dariMu.

dan...

Bila aku jatuh cinta lagi,
Jatuhkanlah hati ini pada dia yang hatinya hanya tertuju padaMu
Dia yang lantunan katanya selalu bertasbih untukMu sembari mendoakanku.
Pada hati yang kau tunjuk untuk kembali mencintaiku, Penyempurna hidupku.

--
Jatimas 1, 10 Juni 2017, 10.23
Setengah dienku, Kamu.

Males jogging

Gue males banget bangun dari kasur pagi ini. Padahal harusnya bisa jogging seperti biasa, padahal bisa ngecek kerjaan anak-anak lebih pagi. Au deh.

liat beginian jadi kangen ibrahim. :(
img src: google.co.id
Beberapa hari ini juga gue jadi gampang kesel banget. Ya kalo cuma sebatas chat atau telpon gamungkin ketauan sih gue lagi kesel apa engga. Tapi yang deket sama gue ini yang beneran ngerasain bedanya. Ada yang ga pas di hati gue dikiit aja, langsung deh ngomel. Ada yang bikin kzl dikiit aja langsung deh eteb. Duh.

Pun ini gue sekarang ngetiknya sambil ngantuk-ngantuk. sambil nguap gajelas. Beda banget sama keadaan awal gue bangun bisnis ini, bahkan tidur dua jam buat gue udah lama banget. Megang ponsel kelamaan buat gue itu buang-buang waktu, buang-buang duit. Bahkan, gue cuekin semua orang terdekat guem sampe nyokap gue protes kalo gue udah ga ada waktu buat sekedar ngobrol sama doi.

Jenuh? Mungkin. Tapi yang pasti gue tahu sekarang, ga ada usaha yang sia-sia, dan yang namanya jadi pebisnis itu ga segampang keliatannya. Ga melulu soal duit, tapi memang pemanfaatan waktu yang baik, juga ngebagi kesempatan buat bareng mereka yang lo sayang.

Gue ngerasa bersalah sama kondisi dimana gue sempet ninggalin mereka yang selalu kasih support dan kasih buat gue, sementara gue cuma ribet ngejer duit. Berkabar seadanya. Syukurlah sekarang gue udah diingetin, gue diingetin dengan cara yang lumayan perih sih. Ketika tiba-tiba mereka yang gue sayang pergi gitu aja termasuk anak kesayangan, waktu yang harusnya bisa bareng sekedar nanya perkembangan atau tau gimana kondisi mereka habis gitu aja, lewat gitu aja. Tiba-tiba mereka harus pergi, harus ga disini lagi, terus kerasa sepi aja rasanya disini. Hal ini yang terus buat gue mikir, kalo terus nyari duit tapi gabisa bagi waktu sama keluarga, duitnya buat apa hayoo? Kalo terus-terusan ngumpulin mahar tapi yang diniatin buat dikasih mahar ga dikasih perhatian, terus maharnya buat siapa? hmm.

Friday, June 9, 2017

Flashback

Ada yang lucu dalam perjalanan kali ini, iya gue lagi di perjalanan dari Malang sampe Lampung. Sepanjang perjalanan, banyak hal yg gue rasa mirip banget sama perjalanan Banyuwangi-Lampung terakhir gue make mobil bulan Februari 2016. Setahun setengah yang udah lewat berarti.

Waktu itu perjalanan tiba-tiba karena nyokap gue yang sakit dan jadinya gue harus balik cepet. Perjalanan penuh cinta, antara anak dan nyokap juga gue dan kisah gue yang terakhir. Hehe. Kisah yang sebenernya ga seindah keliatannya. *halah* *lalu mewek*

Jadi sepanjang perjananan gue sengaja ngadepin memori gue selama 1.5 tahun ini. Dari gue ngabarin sepanjang perjalanan (yang engga dibales), lewatin semua jalan yang gue pilih menuju Jakarta (di tol Cipali gue dulu nelpon dia sepanjang jalan buat nahan ngantuk dan ga tabrakan), ngeliat penginapan gue waktu pertama ketemu, buka di tempat gue biasa makan di Gambir, mampirin semua kosan dia (dia beberapa kali pindah kosan), ke warung nasi goreng depan kosannya dimana gue sempetin pinjem gitar abang pengamen (walaupun warungnya udah ga ada), nyusurin jalan cikini sampe RSCM, duduk di McD dimana gue pertama kali kenalin dia sama sahabat-sahabat gue, bahkan secara ga sengaja gue baliknya lewat jalan yang dulu gue nyasar buat ke Merak. Haha. Kalo disebutin satu-satu mungkin bakal ga cukup deh postnya. Hahaha.

Thursday, June 8, 2017

Pilihan, pilihanmu.

Halo, Rindu.
Bagaimana harimu? Lelahkah dengan rutinitas harian yang menyita waktu?
Kulihat kamu begitu bahagia disana, disinipun aku begitu.
Hari-hariku kembali menjadi sama seperti saat kita belum bertemu.

Rindu,
Banyak yang ingin kuceritakan.
Mengenai hampa, arah, juga asa.
Begitu jauh aku mengulang dari timur hingga ke barat pulau.
Sekedar untuk mengenang, berikan salam perpisahan, pada kenangan.

Kamu, begitu kupercaya.
Jangankan sekedar memilih dompet atau baju untuk kupakai dalam sebuah acara.
Apapun itu, bila pilihanmu, aku yakin, itulah yang terbaik untukku, untuk kita.
Sekalipun dada ini harus sesak melihatmu bahagia.
Sekalipun aku harus membohongi diri dan buat kau benci agar lebih mudah kau kembali ceria.
Aku percaya, kamu mampu pilihkan yang terbaik untuk kita.

Bila nanti kita bertemu, peluk aku ya. Aku rindu.
Boleh, kan? :)

Selamat malam, Rindu.

--

Maaf ya, Ntan..

"Pak, Bapak udah mau nikah ya?"
Itu pertanyaan yang akhir-akhir ini sering gue dapetin dari beberapa mahasiswa, temen-temen, juga anak angkat, haha. Lucu sih, pertanyaannya. Gue gatau, kenapa mereka nanya itu, apa gara-gara muka gue beranjak tua, atau brewok yang gue cukur tanda gue patah hati ini? Tau deh.
Hmm, nikah ya? Memang ada gitu yang ga pengen nikah? Hayoo coba tunjuk tangan siapa yang gamau nikah? Kalo pertanyaan ini diajuin sama mahasiswi semester akhir yang lagi berjuang dengan tugas akhirnya, gue yakin jawabannya 97% pengen nikah, dibanding harus ngerjain skripsi atau tesis! Haha. (Sotoy ya? Haha. Ga lucu ya? Maaf deh)

Okay, soal nikah, gue aga bingung jawabnya. Karena kalo ngomong engga ya guenya memang udah pengen nikah, kalo ngomong udah, calonnya yang belum ada. Terus piyee??

Kemarin ada sih sosok yang pengen (bahkan udah) gue ajak serius. Kalo ngomong seriusnya sampe mana, gausah diomongin deh, nanti baper dan berujung gue nulis novel saking roller coasternya cerita gue sama doi. haha. FYI, Beberapa orang yg gue ceritain sampe nangis pas dengerin ceritanya (mungkin karena gue terlalu menghayati ceritanya). Tapi yaudahlah ya, jodoh itu udah ada tulisannya kok. Kalo ga jodoh, mau dipaksa gimana juga ga bakal bisa, dan kalau jodoh, mau lari gimana juga pasti ketemu. Mungkin kemarin gue lagi jagain jodoh orang, atau bisa jadi, suatu saat nanti dia balik lagi dengan pribadi yang lebih baik? Cuy, kita ga ada yang tau apa yang akan terjadi 5 menit ke depan kan?? Tapi kalo beneran balik, banyak sih yang harus lebih dulu gue omongin sama dia.

Sob, apa bakal sama ngulangin rasa yang dulu pernah ada dan pernah udah? huft. Mungkin bakal kaya lagunya Raisa - Kali Kedua. Ujungnya jadi Raisa - Sang Rembulan, berakhir dengan Raisa - Usai di Sini, yang tiba tiba jadi lamaran Raisa - Hamish. Damn.

Wednesday, June 7, 2017

Gusar

Hai, Penenang Hati.
Aku ingin cerita mengenai pagi ini dan beberapa pagi kemarin.
Ntah kenapa, aku jadi segusar ini. Menjadi orang yang emosinya tinggi. Melihat sesuatu yang tak sesuai hati, rasanya aku ingin meluap-luap. Menumpahkan semuanya pada yang ada di sekelilingku.

Biasanya, aku tumpahkan pada satu, bercerita, mengeluh, bahkan luap kesal dan sesal. Mungkin aku butuh proses kali ini, menahan diri, juga hati. Sembari menunggu kamu. Maaf bila aku suatu saat nanti tak mampu menahan diri. Bukan, aku bukan salahkan kamu, hanya aku mungkin kelepasan nanti.

Rindu, bila nanti aku pulang kerja, jangan kau beri raut muka lelah, ya. Karena selelah apapun aku, bertemu denganmu pasti akan menjadi energi baru. Bersama penyemangat yang selalu jadi alasanku untuk bergiat lagi. Biarkan sesekali lelaki sok perkasa ini tidur di pahamu sembari memanja memeluk, mungkin bersihkan telinga akan jadi kegiatan yang kutunggu saat bersamamu.

Aku bukan sosok lemah, tapi boleh kan aku sesekali terlihat tak berdaya di depanmu? Kala itu datang, peluk saja aku. Karena dekapmu sembari memejam mata akan selalu jadi tempat untukku pulang.

Hm, mereka sudah memulai bekerja. Aku mulai hariku dulu ya. Kamu jangan bermalas dengan dunia, karena dunia tak akan menunggu mereka yang bermalas-malasan.

Sampai bertemu di rumah, Kamu. :)

--
Diantara 2 kolam Jatimas 2, 7 Juni 2017, 08.59.
Menulis untukmu selalu mampu redakan emosiku, apalagi bila kita bertemu.

Monday, June 5, 2017

Liburan, yuk.

Selamat malam, Rindu.
Aku sudah aman berada di rumah. Beberapa kali sempat bermasalah mobilnya, tapi syukurlah semua baik saja. Badanku sedikit letih, mungkin kalau sudah ada kamu, aku minta pijit boleh ya? Tak usah terlalu sering, bila aku rasa terlalu lelah saja. Karena harusnya aku yang memijitmu tiap malam sebelum kau tidur. Aku tahu, kamu lebih lelah dariku sementara fisikmu tak sekuat itu. Lelah karena menjaga keteraturan rumah dan bekerja. 

Kamu memang wanita luar biasa, bayangkan betapa lelah kau mengurus rumah dan membagi pikir untukku dan keluarga ini. Ditambah mengurus pekerjaan di kantor nanti.
Terima kasih sudah bekerja yang seharusnya tidak perlu kau lakukan, tapi demi menjaga kehormatanku, kamu rela bagi waktu untuk berkarir dan mengurus rumah ini.
Aku adalah laki-laki yang paling bangga denganmu, sekali lagi terima kasih.

Aku tadi sampai siang hari. Di kapal sempat aku tulis surat untukmu, dan aku jadi sadar, aku lebih suka menulis surat untukmu melalui ponsel ketimbang menggunakan monitor layar besar ini.

Ah, pembicaraanku mulai melantur. Inilah jadinya aku bila lelah dan mengantuk. Sabar ya dengan kelakuanku yang satu ini, yang kamu harus tahu, semua ini karena aku ingin bahagiakanmu.

Eh, sudah kukatakan kalau aku ingin mengajakmu liburan? Aku diajak ke Melaka oleh beberapa teman, bolehkah? Bila tak boleh aku berangkat sendiri, kamu ikut saja yuk biar seru, nanti kita bisa ber-swafoto dan mengabadikan liburan kita. Kita buat video lucu dan kenangan yang banyak! Bila perlu bagikan ke media sosial agar semua orang iri dan tahu betapa unyu kita. Tapi buat orang iri dosa ya? Yasudah kita dokumentasikan sendiri saja kalau begitu. Toh yang terpenting adalah kebahagiaanmu, tak perlulah banyak orang tahu. Hehehe.

nanti kita kesini, ya. :)
img src: google.com
Segera kesini ya, jadi bisa kuajak jalan-jalan. Uangku tak banyak memang, tapi cukuplah untuk kita jalan berdua secara sederhana. Bahagia tak harus mewah, bukan? Tak mesti menginap di resor mahal ataupun penerbangan kelas satu, terpenting adalah aku bersamamu, harta paling berharga bagiku yang tak punya apa-apa.
Bila setuju ingin liburan bersama, segera kabari aku ya. Aku tahu kamu disana, hanya saja kita belum saling yakin dan pantas untuk bertemu.
Aku tunggu kabarmu, Sayang.

Sementara menunggu, aku tidur dulu ya. Aku besok ingin curhat soal kamu denganNya, lalu sahur dan olahraga. Hehe.
Aku rindu.

--
Kamarku, 5 Juni 2017, 09.38

Halo, penawar rindu.
Maaf beberapa hari aku tak mengirim surat untukmu, aku agak lelah menyetir mobil beberapa hari ini antara Jawa Timur hingga nanti ke Sumatra. Kamu tahu, aku berusaha mendekati seseorang saat ini, tapi ternyata tidak digubrisnya aku. Huh, sedih. Padahal kukira yang kudekati itu kamu, ternyata bukan. Eh, apa mungkin itu kamu tapi masih jual mahal? Haha.
Pun kamu mau jual mahal tak apa, karena yang mahal itu lebih berharga. Bilapun aku belum bisa punyaimu, aku akan kembali suatu saat dengan kupunya lebih, jadi lebih pantas untuk aku milikimu.

Oiya, aku sedang di laut, Selat Sunda tepatnya. Menuju pulang ke rumah. Tadinya aku ingin menambah hari di ibukota, tapi aku khawatir nanti menyusahkan orang lain. Jadilah aku independen dan memisahkan diri. Toh aku bebas lakukan apapun. Hehe.

Ada yang ingin kuceritakan mengenai perjalananku kali ini, sudah kutulis di surat satunya hanya belum apik menurutku. Nanti bila sudah jadi pasti kukirim padamu. Sabar ya.

Kamu tahu, Warna Hariku? Aku lega kali ini, bisa berdamai dengan diri sendiri. Ternyata caranya cukup berbeda dengan orang kebanyakan. Dan sering disindir kalau aku belum selesai dengan masa lalu! Ah biarlah, toh aku tahu kamu pasti mengerti kan kenapa aku begini? Kamu yang nantinya bisa merengkuhku kala duka dan jatuh pasti paling tahu arah pikiranku. Bila tersungkur, jangan diinjak ya. Aku tak sekuat itu. Nanti pasti kuberi tahu detailnya.

Ah, ini senin ya? Maaf aku lupa kamu pasti sedang sibuk dengan pekerjaanmu. Selamat bekerja dan berkutat dengan sibukmu. Semoga hari-harimu selalu bahagia disertai lantunan doa yang tak berhenti dariku. Terima kasih, sudah selalu ada sekalipun kita berjarak. Sampai waktu kita bertemu, calon istriku. Aku rindu. Peluk jauh dulu sini. :)

--
Selat Sunda, 5 Juni 2017, 09.15

Halo, abu-abu. Gue lagi di Jakarta nih, sedari kemarin sebetulnya. Akhirnya transit di Jakarta dengan waktu yang paling lama. Sehari lebih. Ga banyak yg gue lakuin di sini selain istirahat karena terlalu lelah nyetir Malang sampe Jakarta sendiri, plus muter2 Jakarta. Dari Slipi, Pasar Baru, dan pastinya Cikini juga Salemba. Hehe. Gue puas disini. Karena akhirnya gue bisa ngadepin apa yang selama ini gue takutin.

Gue jadi kurang nulis karena kebanyakan di jalan. Ya kebayang lah perjalanan 1000km sendiri plus tanpa tidur itu gimana. Ya seperti halu (red:halusinasi) gitu lah. Haha.

Okelah, sebentar lagi gue mau lanjut ke Lampung. Walaupun fisik dan hati lelah, paling engga gue udh berani ambil risiko dan sekarang udah siap nanggungnya. Banyak tulisan yang masih mentah juga jadi draft. Nantilah dihalusin dulu terus dipost pas d Lampung.
Gue solat langsung berangkat lagi ke Lampunh yaa. Anggep aja ngejar tanggung jawab. Hehe.

Sampai bertemu. Gue sampe sekarang masih belum nyangka kalau ternyata gue bisa jatuh cinta dengan ibukota yang gue benci seumur hidup ini.

Cuuss! Xoxo

--

Friday, June 2, 2017

Menunggu tas carrier

Halo, aku sudah di Malang saat ini, menunggu tas carrier yang karena penuhnya kuputuskan untuk kumasukkan bagasi pesawat.
Padahal biasanya bawaanku kumasukkan kabin semua.

Menunggu seperti ini merupakan bagian paling menyebalkan bagiku, selain lama, kadang harus berdesak-desakan.
Aku paling tak tega bila lihat ibu-ibu harus ikut berdesakan menunggu kopernya.
Kemana yang melindungi?
Biasanya kalau bisa aku ikut bantu.

Kamu tahu, menunggu bagasi saja aku tak sabar seperti ini.
Terbayang kan, bagaimana tak sabarnya aku menunggumu?
Hmmmhh, segeralah datang, segera bertemu.

Oiya, tadi ketika check in di bandara. Aku tiba di meja check in sekitar 1 menit sebelum gate ditutup.
Bukan aku namanya kalau tidak mepet waktu atau terlambat sekalian urusan begini.
Kamu harus tahu, aku hampir telat bukan karena belum selesai packing, tapi memang suka berangkat dengan waktu yang sempit.
Percayalah, mereka yang berani berangkat ke bandara dengan waktu yang terbatas adalah petualang sejati. Mereka suka dengan tantangan, menghitung waktu dengan tepat, dan suka ambil risiko besar!
Kamu mau coba juga? He he.
Jangan jewer ya.

Nanti kalau sudah ada kamu, jangan diomeli ya. Aku tahu kamu adalah yang suka teratur dan tak terburu-buru sepertiku. Mungkin dengan dikecup dan diingatkan bisa bikin aku lebih cepat berangkat nanti.

Sayang, aku lupa belum bercerita mengenai hariku kemarin.
Kemarin aku menonton wonder woman, fiktif pahlawan wanita yang menyelamatkan dunia.
Bukan, bukan soal seksinya kostum atau kecantikan Gal Gadot, tapi mengenai romantisme Diana dan Steve.
Ntah, aku langsung membayangkanmu waktu kulihat romantika cerita mereka.
Bertemu di saat terbaik, dengan cara paling unik.
Pastilah degupku tak akan beraturan di pertemuan itu.

Tapi, Gal Gadot cantik sih memang.
Kamu jangan cemburu, ya.
Hehe.

Ah carrierku datang. Sudah dulu ya, Sayang.

--
Bandara Abdurrahman Saleh Malang, 2 Juni 2017. 14.42.

Halo, pewarna hari.
Aku sedang di udara, menuju Malang.
Kali ini bukan murni perjalanan bisnis memang, aku hendak menemui ibu dan anakku.
Oiya, urusan bisnis sudah kubagi dengan penanggung jawabnya kok, jadi tabungan mahar kita kupastikan terkumpul tepat waktu.
Sesuai janji, tahun depan, kan?

Sayang, sedang apa disana?
Sibukkah kamu mengurus waktu?
Berpuasakah hari ini?
Maaf akhir-akhir ini aku sering tak punya waktu.
Ah maaf, aku lagi-lagi beralasan, aku mungkin terlalu sibuk bekerja.
Tujuannya masih sama, agar bisa segera kita nikmati rasanya hidup bersama.
Kamu bersabar sedikit lagi ya, percayalah ini untuk kita.
Walaupun sering kubilang dengan angkuh, 'Aku sedang membangun masa depanku.'
Yang mungkin buatmu bertanya dirimu adakah di masa depan itu.

Aku tahu aku hanyalah sesosok keras kepala disertai ego luar biasa.
Tapi yakinlah, bila nanti kamu menjadi pendampingku, maka kesetiaan, perlindungan, dan pelayanan dariku untukmu adalah garansiku seumur hidup.
Aku akan menjadi pasangan, sahabat, pemimpin, serta kakak terbaikmu.
Yang penting setialah satu shaf di belakangku, simak aku yang sedang mengaji sekalipun kurang merdu, dan saling mengasihi sekalipun dalam ketiadaan.

Hidupku, ada hal yang ingin kusampaikan padamu, mengenai masa laluku.
Kegundahan yang belum pernah kubagi satu kalipun, kecuali dengan Allahku.
Tapi mungkin tidak disini, aku khawatir suratku kali ini ada yang baca selain kamu. Hehe.
Mungkin nanti kusampaikan kala bertemu.

Disertai gebu, aku rindu dekapanmu.
Semoga kita segera bertemu.
Aku mencintaimu sepenuh hati, kamu tahu itu kan?

--
2 Juni 2017, 13.54, kabin pesawat antara Cengkareng dan Malang.

Bila kamu jatuh cinta

Bila nanti kamu jatuh cinta,

Pilihlah cara yang paling tepat untuk merayuNya.
Yang membuat Ia semakin cinta.

Jadilah pria yang romantis,
Menyampaikan rindu, menyebut namanya ketika sujud pada Tuhanmu.

Jadilah sosok yang hatinya teguh.
Menahan diri dari segala dosa atas nama cinta.


Jadilah lelaki tangguh,
Menjaga fisik dan hati dari noda, hingga akad nikah terucap nanti.

Jadilah pemimpin yang utuh,
Menghindari lisan dari janji yang belum tentu bisa penuh.

Jagalah fokusmu untuk memantaskan diri,
Bila telah siap, datanglah padanya dengan cara yang Ia ridhoi.

Sesungguhnya, laki-laki idaman adalah ia yang mampu bersabar dan menjaga.
Hingga tiba waktunya datang pada satu sosok wanita yang meneduhkan hari.
Tempatmu pulang setiap hari.
Pada dia yang akan buatmu jatuh cinta berkali-kali.

--
Akhirnya kita semalam bertemu, sekejap.
Selamat pagi, senyum pagi..
Kita akhirnya bertemu, sebentar, dan mungkin sangat cepat.
Aku masih ragu, mungkinkah itu kamu?
Degup ini seperti dipengaruhi adrenalin dosis tinggi.

Namun biarlah kutahan dulu.
Biarkan aku memantapkan hati.
Karena sudah bukan saatnya bagiku bermain-main mencari kesenangan.
Mencari kebahagiaan semu.
Aku tak tahu apa isi hatimu, benarkah aku atau hanya singgahmu?

Beri waktu aku memperbaiki diri untukmu.
Aku tak mau kita hanya mencari pembenaran atas nama hati.
Karena hati bisa berpaling kapanpun ia mau bila belum terikat dengan benar dan rapi.
Bila memang kita akan bersama, kuharap untuk selamanya.
Bukan hanya mimpi sementara.

Pun mungkin aku bukanlah sosok impian saat ini, bahkan bernoda.
Sabarlah sedikit lagi, aku sedang siapkan yang terbaik untuk masa depan kita nanti.
Bukankah akan selalu ada nikmat lebih bagi mereka yang mau bersabar?
Kamu berbahagialah dengan hidupmu yang sekarang.
Tak akan kuganggu, hingga nanti aku datang ke rumah orangtuamu.

Kujemput ya, sebentar lagi.


--
bila hanya untuk sementara, aku melas dengan hati yang banyak tambalannya ini.

Thursday, June 1, 2017

Selamat pagi, calon istriku.
Hari ini libur, apa rencanamu hari ini? Tidur lagi setelah sholat subuhkah? Atau memulai produktif sedari pagi? Suka-sukamulah, mumpung masih sendiri dan belum kuganggu paginya ntah dengan kiss attack atau sekedar memainkan hidungmu kala kau tidur. Hehe. Pasti memelukmu adalah favoritku ketika bangun tidur dan akan berangkat kerja.

Sekarang aku sedang bersiap-siap jogging, hehe.
Kamu tahu, berat badanku setengah tahun belakangan ini naik hingga 20kg! Karena makan yang tak beraturan dan bekerja terlalu banyak sepertinya. Bisa bayangkan betapa bulan perut indahku? Haha. Aku sering rasa kesulitan bernafas karena timbunan lemak ini. Belum lagi terganggunya aktivitasku karena aku sering mengantuk dan cepat lelah. Ah, padahal katanya aku sedang mengumpulkan uang untuk mahar dan mau menikahimu segera, tapi nyatanya aku masih sering mengeluh begini.

Tapi syukurlah, sudah mulai turun 8kg! 12kilos to go kan? Pokoknya aku mau jaga bentuk tubuh sampai nanti kita ketemu, biar aku pada bentuk yang paling ideal dan kamu segera suka. Oh iya, semoga bukan bentukku saja ya yang disukai, tapi juga kurangku. Karena aku sebenarnya sering emosi. Bersabar ya nanti ketika mungkin aku tak mampu tahan. Peluk saja yang lama, pasti emosiku segera turun didekapmu.

Ah, sudah beranjak siang, aku lari dulu ya. Biar segera turun! hehe.

Oiya, satu lagi. Aku ada rencana menemuinya lagi, bolehkah? Bila boleh, beri isyarat ya. Siapa tahu, yang ingin kutemui itu sesungguhnya kamu, yang nantinya isi tiap pagi hingga aku mati..
Sampai kita bertemu lagi, penyemangat hari. Aku merindukanmu.

--
Asli bulet badan ini. :(

Wednesday, May 31, 2017

Kantuk rindu

Selamat malam, tulang rusukku.
Malam ini aku merasa kantuk yang luar biasa, tapi mata belum bisa terpejam. Mungkin karena pempek yang kumakan terlalu banyak bersama cuko yang kupanaskan sendiri. Kalau kamu lihat bagaimana aku minum cuko sebanyak ini, pasti kau akan omeli aku dengan khawatirmu. Hehe. Ah betapa perhatiannya kamu..

Kamu tahu, cinta dalam hidupku?
Kasur inipun makin lama makin terasa luas. Sepertinya aku mulai butuh teman diskusi sebelum tidur. Bisa kulihat rambut panjangmu dan kuusap lembut dahimu sembari cerita hari ini.
Ah iya, tak lupa kecup di kening tiap akan kau berangkat tidur sembari kuucap, 'selamat malam, pengisi hariku.'
Kapan kau mulai temani lewati dinginnya waktu?

Aku lelah, tapi masih ingin bercerita bagaimana hari ini aku rasa bosan sekali. Rumah ini sepi karena kamu masih pergi.
Tapi aku janji, setia sabar menanti datangnya kamu, bidadari.

Ah, aku terlalu mengantuk ternyata. Boleh aku tidur lebih dulu? Bila nanti kamu masuk kamar dan aku telah lelap,  segera masuk selimut dan peluk aku, ya. Aku pejam mata dulu. Mana keningnya? Sini kukecup dulu. Selamat malam, pengisi hariku.

--
Tidur sambil dipeluk kayanya enak. :3

Penyempurna

Halo, Penyempurnaku.
Apa kabarmu hari ini? Baikkah?
Mungkin saat ini kamu sedang di kantormu mengerjakan semua tugas dan berjuang sendiri.
Maaf, aku belum bisa menjadi tempatmu pulang atau membantu menyelesaikan pekerjaanmu ketika malam menjelang.
Bila aku pulang dan sampai rumah duluan, akan kurapikan tempat tidur kita dan buatkan teh sembari menunggumu pulang.
Bila lelah bilang ya, nanti di rumah aku pijit hingga kamu lelap, kukecup kening lalu aku susul kamu terpejam.
Kamu tahu kan? Aku sudah rindu dengan aromamu yang selalu menyegarkan itu.

Ah iya, aku sedang berpuasa hari ini,
Sahur denganmu mungkin akan menjadi sangat manis untuk kita lalui, sekalipun hanya berlauk tempe atau telur dadar kesukaanku.
Terima kasih karena aku tahu kamu pasti akan bangun lebih pagi dariku sekedar menyiapkan apa yang akan disantap tiap sahur nanti.
Apapun masakanmu nanti, pasti akan kusyukuri, dan pasti akan sangat lezat di lidah ini.
Karena aku tahu bumbu rahasiamu. Cinta, kan? Tak ada duanya dan hanya untukku..

Tak pernah jemu aku membayangkan kamu yang nantinya akan menghabiskan sisa hidup bersamaku.
Berjanjilah untuk setia denganku, karena aku termasuk laki-laki berego tinggi yang tak pernah mau didua.
Bila ingin mendua karena kamu bosan denganku, ingatlah masa dimana kita bahagia, dimana dada ini penuh hingga sesak karena rasa yang tak terucap.
Aku akan selalu mensyukuri hadirmu dalam hidup, yang selalu bersedia beri peluk kala kantuk, yang selalu beri usap kala penat.

Akankah kita segera bertemu?

Aku sudah cukupkan berburu selama ini.
Berpindah dari satu hati ke hati yang lain.
Bukan, bukan untuk mempermainkan hati, aku hanya ingin mencari yang terbaik, dan itu kamu.
Hanya saja kamu belum muncul hingga kini.
Bila sudah selesai berpetualangnya, segera cari aku ya.
Aku masih memperbaiki diri, hingga nanti aku bertemu denganmu, penyempurnaku.

Hingga waktu kita bertemu, boleh kukatakan kalau aku rindu? :)
fotoku jaman muda, siapa tahu kamu lagi nyari aku. :*
img src: dokumen pribadi

--
Cape kerja, puasa, pengen pulang ke rumah terus ketemu istri. Sayang istrinya belum ada.

Perihal Beda

Menengadah tangan atau melipat jemari, caramu meminta kepada Tuhan atau mencurahkan isi hati.
Tasbih atau Salib, caramu menunjukkan pada mereka bahwa kau beragama, bukan peninggi hati, tapi sebagai bukti kamu bangga memilikiNya, yang selalu menjaga diri.
Al-Qur'an atau Alkitab, penuntunmu dalam hidup, yang kau jadikan pegangan dalam menjalani hari, dasar dari apa yang kau pelajari di kehidupan ini.
Mengaji atau Menyanyi, mendalami arti bersyukur, menelaah sejauh mana kamu mengerti arti dari kesempatan yang diberi, dan apa yang kau cari setelah waktumu berakhir.
Pendeta atau Penghulu, yang pernah kita mimpikan akan menjadi saksi dalam menyatukan beda pribadi.
Janji Suci atau Akad Nikah, penyatu dua hati.

Ini mengenai beda, ntah kita yang mungkin akan sama, atau kata pisah yang akan menang.
Aku mendoakan kebahagiaanmu, karena bahagia tak melulu soal cinta.

Aku mencintaimu, namun tidak sebesar aku mencintai Allah-ku.
Kau menjagaku luar biasa, namun tidak sehebat ketika kau menjaga agamamu.

Terkadang Tuhan mempertemukan, bukan untuk mempersatukan.
Seperti Istiqlal dan Katedral yang ditakdirkan berhadapan dengan perbedaan, saling tersenyum berdampingan, bila bernyawa, siapa yang tahu sebenarnya jika mereka sedang jatuh cinta?


Senja di Pulau Merah, pertama kita rasa degup ini beda, dulu. Ingat?
img src: dokumen pribadi

--
Tulisan terakhir yang kudedikasikan untukmu, beda paling manis yang bertahan selama ini. :)
Berbahagialah, karena berbahagia tak selalu soal kita. Kita tahu, kali ini pisah yang menang.

"Aku telat..."

ada berapa tangan hayooo?
img src: google.co.id

Pernah kepikiran ga kalau cewe yang pernah deket sama lo, tiba-tiba dateng ke hidup lo yang tenang, cerita dia udah telat haid alias hamil, dan dia minta tolong sama lo buat bantuin dia?
Well, ini aga berat sih buat gue share disini. Apalagi mengingat kapasitas otak gue yang standar aja dan maunya happy-happy. But honestly, hal ini beneran jadi pikiran gue beberapa hari belakang. Soalnya kita ga tau kan, kapan suatu hal bisa terjadi. Ya kaya yang barusan gue omongin, misalnya ada (katakanlah) mantan pacar yang curhat kalau dia hamil dan butuh ayah buat anaknya, anggep aja si bapak biologisnya kabur (atau mati sekalian deh biar lebih afdol).

Apa yang bakal lo lakuin? Misalnya itu beneran terjadi di hidup lo?

Okay, ini tiba-tiba jadi topik yang hangat dibicarakan antara otak dan hati gue. Bahkan gue sampe sharing sama beberapa orang mengenai masalah ini. ke babas, mahasiswa gue, dita, orang sekelliling gue, sampe orang yang baru ketemu. haha. Pekok sih, tapi yaudahlah. because i need second, third, even fourth opinion. Casenya adalah, 'Kalau ada mantan yang pernah nyakitin, tiba-tiba balik karena hamil, apa yang bakal lo lakuin?". Berdasarkan hasil diskusinya, gue simpulin beberapa solusi general sebagai berikut:

1. Ya bantuin aja kalaupun dia pernah nyakitin dan masih sayang, kalau bisa nolong dan masih sayang kenapa engga?
2. Tinggalin, buat apa toh dia pernah nyakitin, dan lo ga ada kewajiban buat tanggung jawab
3. Coba cari solusi lain deh, gamungkin ga ada solusi lain kan?

Monday, May 29, 2017

Bila ikhlas jauh lebih melegakan dibanding dendam, buat apa aku lakukan hal yang justru bikin beban.
Sudah kuhapus yang mungkin memicu pertengkaran kalian.
Sudah kuhilangkan yang mungkin menyebabkan kalian saling tidak percaya.
Cukuplah aku ikhlas dan doakan kamu terus bersamanya.
Aku senang, kamu bahagia disana.
Dijaga, ya.
:)

--
Salam

'Aku sudah tahu semua, dan aku ikhlas. Aku maafkan apa yang kamu lakukan. Aku gamau hidupku dirundung dendam yang akhirnya merusak sekelilingku'

--
Seharusnya kamu iyakan saja pesanku waktu itu. :)

Friday, May 26, 2017

Simpanan

Menjadi tersembunyi kala dirimu dengan yang lain terpajang.
Si misteri yang mungkin tak pantas untuk dibangga.
Tanpa ucap sayang, tanpa rasa punya.
Aku ada diantara keduanya.
Mencintai tanpa memiliki.
Layaklah untukku.
Karena waktu yang tak cukup buatmu.
Atau aku mmg bukan untuk disanjung.
Karena tak ada yang kupunya dan dijunjung.
Mungkin karenaku sesumbar.
Penasaran apa rasa simpanan.
Kadang yang direncanakan manusia dan persepsi yang orang lain terima bakal beda.

Udah ah, Cip. Jangan kebanyakan bicara. Kebanyakan bicara justru bikin masalah. Kaya pagi ini..

--

Adzan

Pagi ini gue bangun dengan hati yang lebih tenang. Gue bahagia karena gue yakin semua udah ada jalannya, semua itu yang terbaik. Cuma kita aja yang belum tahu apa yang Dia rencanakan, kita sebagai manusia jauh lebih banyak menggerutu dan mau instan aja. Padahal yang instan itu cuma mie, itu juga ga sehat buat badan. hmm.

Pagi ini rasanya dengerin kumandang adzan di deket rumah rasanya indah banget. Gue bersyukur masih bisa diberi udara untuk bernafas, waktu untuk dijalani, serta seorang ibu yang begitu sayang sama gue. Banyak aja orang yang udah kesulitan nafas, orang yang gapunya waktu untuk dijalani detik ini. Kalau kita terus menerus sedih, terus nanti nikmatnya diambil gimana?

Oiya, gue jadi keingetan pertama kali gue ngadzanin seorang anak. Ga lain anak gue sendiri, Ibrahim Kamadiya Harjono. Gue tau sih gue adzannya ga semerdu yang di tipi tipi, tapi gue rasa bahagia banget bisa jadi yang pertama berbisik mengenai Tuhannya ketika pertama dia lahir di dunia. Rasanya itu ga kebayar, ngeliat muka seorang bayi yang baru lahir dengan mata yang masih merem, belum bisa lihat indah dan jahatnya dunia ini. Semoga jadi imam yang baik serta jadi anak yang berbakti sama orangtua ya sayang. Duh, jadi kangen nggendong. Abis selesai nulis, gue mau kecup pipinya doi dulu ah.

Ganteng kaya Daddynya kan? :3

Hmm,, Lo boleh pengen banget berbagi bahagia juga sedih sama orang yang lo sayang. Tapi, apa lo yakin mereka juga pengen ngerasain hal yang sama kaya lo? Well, ada orang yang bisa sayang lo balik, tapi ada juga yang cuma sekedar lewat di hidup lo. Inget, semua yang berlalu lalang dalam hidup kita ini pada dasarnya untuk memberi pelajaran. Entah itu memberi pelajaran dan terus bersama kita, atau memberi pelajaran lalu pergi.

Oke ini pikiran random gue sebelum berangkat jogging. Gue mau nemuin anak dulu bentar terus berangkat jogging ya.. Have a good day, peeps!

--
Ps. Siapapun yang bertahan dalam hidup lo, itu udah ditulis di lauhul mahfudz sedari dulu, jadi jangan terlalu gundah sama mereka yang memilih pergi, doakan saja mereka semoga selalu dalam perlindungan dan keberkahanNya. Toh, tugas manusia adalah meneruskan kasihNya kan? Bukan untuk saling membenci.
Pps. Abis tutup bulan, gue mau beli sepatu jogging baru!

Tuesday, May 23, 2017

Melamar

Siratan Surat, anggap saja begitu.
Sudah siap?

Kepadamu yang kudoakan di setiap subuhku,
Sosok lembut yang terlihat seperti ibuku,
Terima kasih telah bersabar selama ini menghadapiku, kekeraskepalaanku.
Padahal aku tahu, kamu tidak sesabar itu.
Tapi hatimu begitu luas, begitu pemaaf, bagaimana mungkin aku tidak nyaman berlama lama bersamamu?

Kepadamu yang menjadi penyemangatku dalam mencari penghidupan.
Terima kasih telah jadi pendorongku untuk jadi laki-laki mapan.
Menjadi aku yang tak kenal lelah dan menjadi pekerja keras untuk mencari nafkah.
Jangan bosan memberi peluk tiapku pulang dari kejar dunia.
Jangan jengah menanyakan hariku, walaupun tak selalu kusambut dengan hangat karena beban pekerjaan.
Terima kasih telah menjadi alasanku untuk bergiat dan bertanggung jawab akan masa depan.

Jodoh?

Pada akhirnya mungkin semua akan jatuh bukan pada ia yang berparas rupawan, berstatus tinggi, fisik proporsional, penghasilan pasti, dan punya segala.
Akhirnya ia akan kalah pada orang yang kamu anggap setia, pada dia yang mungkin bersedia menjalani sulitnya hidup bersama.
Jatuh pada dia yang bisa menerima dan ikhlas memilikimu walau tak punya apa-apa..

Mungkin ia bosan karena paras pada akhirnya akan mengeriput termakan usia.
Harta yang dikejar tak lagi banyak bawa bahagia.
Status tinggi yang jadi konsumsi tetangga.
Lalu dimana bahagianya?
Bila nyatanya kita berusaha untuk mereka yang bukan kita?
Cukuplah aku dengan yang bisa menerima susahku, dan akan kutanggungjawabi hingga kita tak di dunia.
 
Skeptis aku melihat cinta.
Beralasankan rasa, lalu membuang logika.
Padahal yang dipertaruhkan adalah waktu, harta yang paling berharga, karena sebentar lagipun kita akan menua.
Entah dengan diri masing-masing atau bersama.

Jangan buang waktu bila tidak ingin bersama.
Jangan denganku bila masih ingin mendua.

tiktok

Mereka katakan padaku bahwa jodoh adalah hal yang paling dibenci, maka ia akan makin mendekat.
Bila benar, bagaimana mungkin kamu jodohku, sosok yang tak ada kurangnya.
Karena semua jadi benar kala kita berdua.

Maka katakanlah padaku dengan jujur dan apa adanya..
Kamukah, yang selama ini hadir diam-diam bawa cinta?

--
Tahun depan, ya. Bila belum siap, mungkin di lain dunia kita bersama. :)

Profil fotomu

Aku pulang.
Kali ini dengan bahagia.
Kali ini dengan senyum sekalipun luka.

Akhirnya kita bisa bertatap muka.
Pun ternyata kau sudah bersamanya.
Tapi itu jadi jawaban atas apa yang aku tanya.
Tak lagi jadi ganjal rasa.
Mungkin aku kalah, tapi aku tak rasa bersalah.
Mungkin aku bimbang, tapi tak rasa ada yang hilang..

Selamat berbahagia, semoga tak ada lagi kata beda.
Meski harus kandas, tapi akan ada ikhlas.
Kisah ini memang berakhir, tapi jangan akhiri kata kita.
Simpan dalam kotak memori dan mimpi.
Untuk kita nikmati nanti.
Walau tak bersama lagi.

Terima kasih, rindu.
Salam untuk dia yang kau pajang berdua di profil fotomu.
--
Pun selama ini fotoku tal pernah ada disitu. Aku lega, karena itu tanda kau lebih bahagia dengan dia.

Monday, May 22, 2017

Curiga

Kegilaanku adalah memintamu menjadi teman hidup, padahal aku tak punya apapun. Namun aku sanggup.
Tanpa berlian melingkar memata, tanpa cincin untuk menyemat jemari, bahkan tak bersandang apa juga.
Aku tak berlogika kala minta itu.
Padahal aku bersaing dengan yang punya segala.
Dan pasti akan lebih kau bangga.

Hingga bertumpah air mata.
Kau berkata banyak dan bilang segala macam.
aku diam.
Aku senyap seribu bahasa.
Percaya.
Sudah itu saja.
Lalu bungkam.

Tapi mengapa ada yang janggal?
Ada sesuatu yang kurang.
Tak genap aku rasa..
Kalaku mulai waras tanpa rasa, hanya berlogika.

Mungkinkah itu ketidakjujuranmu?
Atau kekalutan pikiran karena akhirnya tak lagi satu?

Aku butuh penjelasan.
Sekalipun kau tutup dengan aspal, kan kutelan begitu saja.

Karena mulut bisa mendusta, lidah bisa rangkai kata, namun hati selalu suci tak akan ternoda..
Sampai kita bertemu lagi, di suatu kota.

--

Jadi sahabat

Kamu tahu hal ajaib yang bisa terjadi dari sebuah pertemuan?
Dari dendam bisa menjadi maaf.
Dari musuh akan timbul sahabat.

Aku mencintaimu bukan karena fisik, tapi sifat.
Pencemburu, penyayang, dan kuat.
Jangan dinoda dengan penyakit di hati.
Karena maaf adalah obat dari rasa negatif.

Teruslas berbagi kasih karena itu kodrarmu, Kasih.
Aku tak akan benci.
Justru menyayangimu.
Karena kamu begitu kuat, begitu rapuh.
Teruslah menjadi yang seperti itu.
Karena sejatinya hidup itu bukan untuk membenci.

Kita berpisah bukan untuk jadi musuh.
Tapi jadi sahabat dan tetap bisa saling menyayangi.
Oiya, bantu aku cari istri untuk tahun depan, ya?

--
Dari aku yang memilih untuk jadi sahabatmu.

Topeng

Aku merasa lucu dengan mereka yang berbohong demi meraih sesuatu.
Karena tak jujur.
Karena bertopeng palsu.

Apa sulitnya jujur dan ikuti hati lalu cari solusi?
Bukankah itu lebih mudah?
Mungkin tak semudah palsu, tapi setidaknya hati ini tenang karena tak ada titik hitam.

Aku merasa lucu karena mereka memilih untuk tak jujur dengan hidup.
Mereka memaksa untuk terlihat bahagia padahal hati pilu.
Padahal senyap lesu..

Lucu, atau kasihan.
Aku tak tahu.

--

Sunday, May 21, 2017

Malpraktik

72..
Aku lewati satu persatu.
Sendiri.
Ah mungkin tidak, pun aku punya bayang juga suara di kepalaku.
Semalam aku berhalusinasi, setengah bermimpi, kamu datang.
Padahal kamu sudah mati.

Kematianmu bulan lalu masih belum kuterima saat ini.
Terlalu lama detik hidup kita nikmati, getir kita hadapi dengan tawa.
Susun mimpi.
Namun kau mati, mal praktik, mungkin.

Kematianmu, bukan hal yang mudah kuterima.
Tak sesederhana memilih baju untuk lebaran nanti.
Serumit teka-teki.

Teka-teki yang menjadi tanya.
Tanya jadi mimpi.
Kuingin kau hidup kembali.
Tapi tak mungkin.
Karena kamu telah mati.

Berhalusinasi, pasti.
Karena pelukmu tak sehangat dulu.
Kaku, dingin.
Mati..

--

Saturday, May 20, 2017

Menunggu lalu

Pada akhirnya aku akan kembali padamu, ntah dengar cara apapun itu.
Menulis tentangmu sudah jadi kebiasaanku bahkan sebelum kita sedekat ini.
Hanya aku terlalu takut kamu pergi.
Karenanya kusimpan sendiri.
Berkalang palsu bahwa aku baik diri.
Seperti Saat ini..

Bersamamu, aku tak hirau terhempas dunia.
Termusuhi seluruh teman.
Karena aku milikimu.
Karena denganmu aku kuat.

Aku penghalang mimpi.
Yang buat kabur pandang fokusmu.
Aku terlalu takut kamu pergi.

Malampun berganti.
Sore ini bisu, mungkin ia perhatikanku aku terengah mencari.
Senja ini saksi, ia kelabu mungkin kasihani aku.

Kamu tau bagian favoritku ketika di negeri asing?
Tak satupun orang tanya apa rasa aku.
Dan aku bahagia.
Setidaknya kita ada di satu kota yang sama.
Sekalipun tak tatap muka.

Sampaikan salamku pada  letihmu.
Nanti akan terbayar.
Pasti.
Karena tak hanya aku yang menyayangimu..

Aku masih terpaku padamu..

--
Bioskop tua, tempat kita pertama bersama

Wednesday, May 17, 2017

Logika buang

Lalu kemana aku harus mencarimu, bila tiap kutemui kau sembunyi.
Kulihat sebentar dari jauh, kau sadar, lalu masuk bumi.

Padahal lihat senyummu sebentar saja aku bahagia. Apalagi bisa bertukar pikir seperti dulu.
Masih ingat kopi yang pernah kau bikin buatku?
Itu kopi rasa cinta.
Gombal kan? Hehe.

Beberapa kawan bilang, 'Bila hilang baru berharga.'
Mereka tak tahu saja apa yang aku lakukan demimu. Selama ini.
Memang aku saja sungkan untuk cerita sama dunia. Aku lebih suka bahagianya cuma untuk kita.
Ditambah, kamu memang enggan dipublikasikan.

Meranaku tanpamu.
Tapi kutahu kamu baik selalu.
Tak perlu masuk akal, karena aku logika kau rasa.

Mengenalmu adalah kewarasanku paling sadar dengan logika yang kutinggalkan.

Dengan kangen yang kutahan,
Tertanda
Aku.

Monday, May 15, 2017

Senista itukah? Hingga aku dikunci dan tak boleh lihatmu lagi?
Bahkan bukan hanya aku. Sebegitu dibencikah?

Bila masalah ada di aku, perlukah kau kupinjamkan belati untuk menghujam?
Atau kau lebih suka gunakan pisau bedah agar bisa menikmati menyiksa pelan-pelan?

Padahal dengan diam itu cukup sudah.
Masih kau tambah menjauh beri jarak.
Tak hanya aku, tapi keluarga.
Padahal aku yang bermasalah.

Cukuplah buat aku rasa bersalah, cukuplah aku yang kau aniaya.
Mungkin cahayaku terlalu redup, terlalu takut untuk berhadap dengan sang surya.

Tanpa antiklimaks kau diam dan senyap.
--

Saturday, May 13, 2017

Gambir

Duduk disini, mungkin lebih dari 12 jam yang lalu, masih.
Ntah sudah berapa pasang mata yang melihat, mulut yang menanyakan arahku kemana.
Aku hanya jawab dengan senyum dan kata, 'aku sedang menunggu..'
'Siapa?', telisik mereka.
'Dia, yang mungkin tak tahu aku disini.'

Merekapun tertawa.

Ternyata ini rasanya menunggu.
Dingin, tak dipedulikan.
Bahkan lambung meronta tak terasa, aku baru makan kemarin.

Ditemani botol air mineral kosong dan tas berisi sepotong baju.
Juga kecamuk yang tak henti melanda.
Antara menghubungimu dan kabari aku disini.
Atau nikmati perasaan menanti yang pasti tak pasti.

Bungkam

Ternyata aku sepengecut itu..
Bahkan untuk ucap sepatah katapun aku tak berani..
Padahal sudah kau angkat di ujung sana dan berucap, 'halo'..

Lidahku mati rasa.
Refleksku hanya memutuskannya.
Aku tak mampu berpikir lagi, seperti tak punya otak.

Padahal itu suara yang aku nanti.
Padahal itu teduh yang aku cari.

Tapi nyatanya aku tak mampu sampaikan apapun....
Aku hanya pengecut.
Tak pantas.

Thursday, May 11, 2017

Pinastika

Sebut aku munafik, mengharap namun tak mungkin memiliki.
Tak seharusnya lelaki berair mata, bila terjadi, tak pantaslah ia untuk jadi tempat bersandar wanitanya.
Tapi ternyata separah ini..
Sial..

Aku bukan lelaki yang mudah percaya dengan ajakan manis ini itu, apalagi yakin dengan sosok wanita..
Bagiku hubungan yang dilabeli 'serius' hanya akan merusak fokus bangun masa depan.
Mengubah perspektif dan buat waktu terbuang untuk satu sosok yang belum jelas akan jadi apa.
Aku lebih disuka disebut penyendiri dan cerita semua masalah pada tembok putih diam.
Toh, orang tak akan perduli soal aku hari ini makan atau tidak, bahagia atau tidak, lebih baik aku bungkam.

Namun nyatanya..
Pertahanan yang aku bangun sedari lama agar tak jatuh hati termasuk denganmu akhirnya runtuh untuk kau susupi.
Kau usap perlahan hati, kau masuki, dan kau penuhi dengan cerita, angan, dan mimpi.
Hingga aku tak awas dengan kemungkinan akan dirimu pergi.
Dan akupun jatuh terlalu dalam, percaya akan pondasi yang kita bangun kini.

Jadikanmu bagian dari dunia penyendiriku, bahkan kutitipkan harapan padamu.
Jadikanmu semangat untuk membangun waktu yang lebih baik nanti, tak susah seperti sekarang ini.

Tapi,
Aku terlalu lama berhangat dengan angan, lupa ada dingin yang siap menusuk harapan.
Aku terlalu larut bahwa mimpi kita sama, yang tetiba saja kau datang bawa realita soal beda.

Pesanmu yang terakhir, 'aku bahagia, dulu..'
Berbahagialah, selalu..

foto yang tak kubagi, karena dokumen pribadi.
img src: dokumen


--
'if it's love, it doesn't hurt, right?'

Wednesday, May 10, 2017

Hijrah

Tak lagi aku mengenalmu.

Asing.
Seperti orang baru.
Kaku.

Hijrah, katamu..

--
Ps. Tongsengnya lama

Monday, May 8, 2017

mercusuar mimpi

Ternyata cita-cita masih memercusuar tinggi.
Untuk buat bangga orangtua yang mengasihi .
Untuk buat mereka tak lapar berhari-hari.

Bukan hanya memikirkan perut sendiri, itu yang semalam kita pelajari.
Bukan hanya mengedepankan ego, harusnya kita saling peduli dan semangati.
Bukan hanya mencari pemuas nafsu, tapi lebih dari mimpi..
Agar dapat berbagi.

Munafik bila aku tak ingin segera bersama pendamping, pembuat tenang hati.
Yang membuka lebar tangan ketika aku pulang sehabis pergi,
Untuk dipeluk dan disenyumi.
Mungkin diri harus bersabar lebih dari ini.

Belajar mengikhlaskan, walau setengah jiwa merana rintih

Karena ternyata mimpi ada, masih.
Untuk melihat dunia lebih dari ini.
Untuk lebih banyak manfaat kuberi.

Untuk merasa jatuh cinta
lagi..

Cabo Da Roca - Cascais

--
The Rain - Hingga Detik Ini :")

Saturday, May 6, 2017

Iri sendiri

Aku malas melihat media sosial yang penuh bahagia. Mungkin aku iri mereka bebas mencari sedang aku sendiri..
Mungkin karena ada iri dalam sendiri. Baiknya lihat lebih dalam lagi.
Tak terkekang masalah, berbahagia dalam mencari, ketika bertemu tak takut ditinggalkan karena lihat isi asli.

Atau aku yang tidak bersyukur?

Aku dengar malam ini ada suara dengkur setengah tersengal.. ketika kuhampiri hatiku nelangsa melihat nyata. Sesuatu yang aku miliki sekitar 6 tahun lalu kini tak mungkin kembali. Bahkan, aku tak tahu bagaimana hadapi ketika salah satu pergi.

Sederhananya, aku inginkan damai. Tak ragu memilih.

Tapi nyata berkata lain. Inilah hidupku.
Yang perlu orang tahu aku baik dan bermutu.

Selamat malam, Rindu.
Suatu saat aku ingin bersandar dan mengeluh di pundakmu..

--

Friday, May 5, 2017

Kutu Buku

Memandang wajah lesu para penimba ilmu.
Mungkin jenuh dengan aktivitas membaca buku.
Lebih ingin bermain ketimbang membangun pondasi masa yang nanti berlalu.

Ujian tengah yang mungkin terlalu baku.
Sibuk dengan permainan ini itu.
Yang lebih menyenangkan dibanding mendengar ceramah tak mutu.
Mungkin belum tersandung butuh untuk isi perut anak istrimu.

Agen perubah zaman menjadi maju.
Pengisi kemerdekaan dengan pikiran yang lebih baru.
Bukan apatis namun pemrotes birokrasi yang tak pandang bulu.
Apa kita harus malu?

Mungkin kita harus malu pada Tuanku.
Pada Tuhan yang tak merugi bila tak disembah hamba sepertimu, sepertiku.

--
UTS

Thursday, May 4, 2017

Mungkin memang begini caraku bercerita. Kesan tak menghargai karena aku justru berbagi dengan tulisan dan membagikan pada dunia tentang yang kurasa. Bukan justru padamu yang menunggu cerita hariku.

Tapi itulah aku dan egoku.

Wednesday, May 3, 2017

Merengkuh rindu

Tak ada lagi tangan yang biasa menggenggam.
Tatap lekat penuh kasih.

Tak ada lagi perjuangan untuk nanti.
Tinggal berjuang untuk diri.
Untuk masa depan, bukan hari ini.

Terpisah jarak.
Tak bertemu fisik.
Tak lagi berkomunikasi.

--
Pergi

Tuesday, May 2, 2017

Sekali lagi

Kalau aku boleh cerita dengan clarias yang berenang tak kenal waktu.
Aku mau cerita soal kamu.
Soal kamu yang sering aku curhatkan pada Tuhanku.
Soal kamu yang beri semangat cuma karena lihat foto di hpku.

Kamu marah mungkin.
Karena waktuku kurang untuk beri komunikasi.
Karena lidahku selalu sinis tak pandai beri puji.
Cuma bisa tulis sana sini lalu menyimpan bangga hati.
Atau sekedar bikin draft lalu simpan peluk hingga waktu ketemu nanti.

Tapi.
Kamu.
Berpaling.
Pergi.

Setahumu,
Rinduku mungkin tak semenggebu kamu.
Tapi kamu harus tahu, legam kena terik ini kusiapkan agar kamu nanti tak perlu susah kerja untuk sekedar beli susu.
Atau menahan seguk tangis sembari menahan cibir dari sepupumu.
Mulutku mungkin tak selalu kata rindu.
Tapi lantun doa tak pernah absen selalu kusampaikan pada Tuhanku..
'Semoga kamu jodohku..'

Bilapun tidak.
Aku bangga bisa punya mimpi yang kubangun sendiri.
Untuk bisa punya istri
Juga punya anak nanti..

Hidup tak akan selamanya sulit.
Terima kasih sempat bertahan dan jadi tempat berhenti.
Sekalipun hati sering sesak karena sempit.
Sekalipun akhirnya pergi karena tak kuat menanti.

'Karena kasih tak akan menyakiti', katamu.

--
Selamat pergi, sekali lagi..